ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Category Archives: 9 / 10

Nuovo Cinema Paradiso

Nuovo Cinema Paradiso (1988)
sut: Giuseppe Tornatore
pen: Giuseppe Tornatore
Italia

Ada yang bilang, “if you love cinema, you will love Hugo”. Saya setengah setuju. Bila ada yang bilang, “if you love cinema, you will love Cinema Paradiso”, saya setuju sekali. (tapi tidak berarti film ini harus jadi mesin tolak ukur kadar love cinema seseorang)

Film ini menceritakan seorang anak kecil yang cinta film dan menjalin persahabatan dengan seorang proyeksionis bioskop, dan bagaimana persahabatan tersebut ‘membentuk’ jalan hidupnya hingga sekarang dan masa depan. Sangat direkomendasikan.

(Versi 124 menit; akan diupdate bila telah menemukan director’s cut-nya)

9/10

Nuovo Cinema Paradiso: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

Iklan

The Curious Case of Benjamin Button

The Curious Case of Benjamin Button (2008)
sut: David Fincher
pen: Eric Roth | ###
A.S.

Film ini epik, dan mampu membawa kita dalam sebuah perjalanan berdurasi seumur hidup.

Sayangnya saya bukan seorang pujangga yang mampu merangkai kata-kata indah untuk mengartikulasikan beragam macam emosi yang diproyeksikan di sepanjang durasinya, dan bagaimana perasaan saya ketika shot terakhirnya mulai meredup dan credit muncul di layar. Saya hanya bisa tuliskan, luar biasa.

9.5/10

The Curious Case of Benjamin Button: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

Caché

Caché | Hidden (2005)
sut: Michael Haneke
pen: Michael Haneke
Perancis

Ini adalah kali ketiga saya menonton film ini, dan masih terus menemukan hal-hal baru meski tetap belum benar-benar mengerti film ini sepenuhnya. Namun satu hal yang pasti, ini film bagus.

Ada satu kutipan dari Haneke yang paling tidak bisa sedikit menjelaskan keputusannya untuk membuat film ini sangat ‘terbuka’: “I like the multiplicity of books, because each book is different in the mind of each reader. It’s the same with this film – if 300 people are in a cinema watching it, they will all see a different film, so in a way there are thousands of different versions of Caché (Hidden) (2005). The point being that, despite what TV shows us, and what the news stories tell us, there is never just one truth, there is only personal truth.

Film ini merangsang menuntut penontonnya untuk berpikir bahkan jauh melampaui apa yang disediakan plotnya, seperti yang terlihat di wawancara ini, lol: http://www.guardian.co.uk/film/2006/feb/19/worldcinema (mengandung sedikit spoiler).

9/10

Caché: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (17+)

Through a Glass Darkly

Through a Glass Darkly | Såsom i en spegel (1961)
sut: Ingmar Bergman
pen: Ingmar Bergman
Swedia

Film keempat Ingmar Bergman yang saya tonton, dan winning streak-nya masih berlanjut. Film yang sangat luar biasa dalam menguraikan sesuatu yang sangat kompleks menjadi sangat sederhana. Sebenarnya bukan di film ini saja. Hal ini berlaku di semua film-filmnya paling tidak yang sudah saya tonton. Jenius.

Sangat direkomendasikan bagi para cinephiles (yang belum nonton).

9/10

Through a Glass Darkly: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Barry Lyndon

Barry Lyndon (1975)
sut: Stanley Kubrick
pen: Stanley Kubrick | William Makepeace Thackeray (novel)
Inggris Raya | A.S.

Durasinya 3 jam tapi tidak terasa. Sinematografinya merupakan satu lagi inovasi yang muncul dari filmnya Kubrick. Tata artistiknya, luar biasa. Kualitas kontennya, tidak perlu diragukan. Stanley Kubrick tidak pernah membuat film yang mirip satu sama lain, tapi di setiap keunikan film-filmnya, selalu ada ‘Kubrick’-nya juga.

Ada beberapa film yang sulit dijelaskan dengan kata-kata kenikmatan seperti apa yang kita dapatkan darinya, karena kenikmatan tersebut abstrak dan tidak bisa begitu saja sekedar ‘dibentuk’ untuk dimengerti oleh orang lain melalui serangkaian kata-kata semata, paling tidak oleh saya. Film ini adalah salah satunya.

9/10

Barry Lyndon: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (17+)

Incendies

Incendies (2010)
sut: Denis Villeneuve
pen: Denis Villeneuve | Wajdi Mouawad (cerita)
Kanada

Film yang sungguh luar biasa.

Melalui surat wasiat ibu mereka, dua anak kembar diminta menepati ‘janji’ ibu mereka dengan mencari ayah yang mereka pikir telah tiada dan seorang saudara yang mereka tidak pernah tahu mereka miliki.

Apa yang akan anda saksikan kemudian takkan pernah terlupakan.

Buat cinephiles, film ini wajib tonton. Anda tidak akan menyesal.

9/10

Incendies: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (17+)

Scent of a Woman

Scent of a Woman (1992)
sut: Martin Brest
pen: Giovanni Arpino (novel) | Bo Goldman
A.S.

Oke, seorang murid sekolahan mengambil kerja paruh waktu “menjaga” seorang veteran buta. Apa yang dapat terjadi? Banyak. Bisakah dibuat menarik? Bisa. Menarikkah hasilnya? Luar biasa! Whoo-ah!

Saya sangat menyukai film ini karena terdapat interaksi dinamis antar kedua tokoh utama. Ceritanya sangat menarik dan menyentuh, kemudian di atasnya ada akting super dari Al Pacino.

Sangat direkomendasikan.

9/10

Scent of a Woman: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

The Dark Knight

The Dark Knight (2008)
sut: Christopher Nolan
pen: Jonathan Nolan | Christopher Nolan |  (story by C. Nolan & David S. Goyer)
A.S.

Setelah melalui minggu pertama 2012 yang super sibuk sampai bahkan tidak bisa nonton satu film pun, akhirnya bisa menyempatkan waktu lagi. Untuk melepas dahaga sinema, saya memilih film aksi luar biasa yang berapa kali pun saya menonton film ini, selalu menghibur dan tidak pernah membosankan. TDK memang tidak sempurna, tetapi bagi saya film ini adalah film superhero terbaik sepanjang masa (mungkin akan digantikan oleh The Dark Knight Rises).

Editing di film ini amat sangat brilian. Tetapi untuk mempercepat pacing film (atau mungkin mengejar durasi), editornya bahkan memotong di tengah-tengah dialog karakter sampai mengorbankan kontinuiti di beberapa scene. Mungkin hal ini suatu “kesalahan”, tetapi dengan sangat rapi departemen suara berhasil “mengaburkan” flaws visual dengan editing suara. Atau mungkin memang hal ini yang ingin mereka capai.

Sinematografi TDK juga ikut membantu keasyikan menontonnya. Sebagian besar scenes kunci di film ini adalah di malam hari. Kadang seorang d.o.p. ingin terlalu “artistik” untuk scene malam dan malah membuatnya “terlalu gelap” (mencoba memfokuskan penonton pada karakter atau obyek tertentu dengan menggelapkan lingkungan sekitarnya tetapi malah mengalihkan perhatian karena penonton jadi penasaran ingin to mapped out (mendapatkan gambaran jelas dari) setting scene tersebut (saya tidak mengatakan hal tersebut jelek, teringat Fight Club (1999))). Tetapi di film ini, dan lebih condong karena pace cerita, decoupage, dan pace editingnya, hal yang dapat mengurangi keasyikan nonton tersebut tidak terjadi.

Score musiknya, luar biasa. Sangat mendukung visual, tetapi juga tetap dapat dinikmati secara terpisah dan menggetarkan hati. Mampu memperkaya pesan yang disampaikan oleh gambar, dan digunakan dengan sangat efektif sepanjang durasi film.

Lalu soal ceritanya sendiri. Jalan cerita TDK lumayan kompleks; tapi juga tidak kompleks-kompleks amat. Namun dengan apa adanya film ini tetap mudah dimengerti. Dari segi cerita film ini memiliki ciri khas yang sama dengan film-film aksi greats yang lain. Jalan cerita yang bagus, dengan alur yang baik, karakter-karakter yang punya arc masing-masing namun masih saling berhubungan, didukung beberapa subplot yang menarik, tetapi yang paling penting dieksekusi dengan cemerlang. Dan the Joker.

Christopher Nolan adalah seorang sutradara yang sangat hebat dan kompeten. Tetapi saya lebih mengaguminya sebagai penulis jenius. *tidak sabar menunggu bulan Juli*

9/10

The Dark Knight: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

My Neighbour Totoro

My Neighbor Totoro | Tonari no Totoro (1988)
sut: Hayao Miyazaki
pen: Hayao Miyazaki
Jepang

Mari mulai tahun baru dengan film yang memiliki ‘hati’ yang polos dan murni, salah satu kisah terbaik sepanjang masa, Tonari no Totoro.

Film ini adalah film ajaib dan pantas untuk direkomendasikan kepada semua orang segala usia. Film ini amat sangat menghibur, memberikan kesegaran yang sulit didapatkan dari film lain, dan membawa kita ke dunia masa kecil yang penuh dengan hal-hal menakjubkan.

Dari aspek naratifnya, film ini sangat unik dan orisinal. Film ini bisa dikatakan tidak memiliki plot, atau punya plot tapi sangat tipis. Namun anehnya sangat nikmat diikuti dari awal hingga akhir, sangat ringan dan membawa kebahagiaan.

Jika anda merupakan penggemar film-film dari studio Ghibli, atau sekedar penggemar anime secara umum, atau bahkan sekedar penikmat sinema secara umum, My Neighbour Totoro patut untuk anda tonton. Kalau bisa, usahakan jangan tonton versi dubbing Amerikanya, karena menurut saya ‘keajaiban’-nya jauh berkurang. Tonton versi aslinya.

9.5/10

My Neighbour Totoro: Rekomendasi dengan pujian yang tinggi. (SU)

The Seventh Continent

The Seventh Continent | Der Siebente Kontinent (1989)
sut: Michael Haneke
pen: Michael Haneke | Johanna Teicht
Austria

Baca pos ini lebih lanjut