ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Monthly Archives: Januari 2012

Selektif Warna

Bunga enggak cuma buat cewek!… asal diiringi musik NIN ^_^

enjoy:

Iklan

Paranormal Activity 3

Paranormal Activity 3 (2011)
sut: Henry Joost | Ariel Schulman
pen: Christopher B. Landon | #
A.S.

Film ini film horor yang bagus, dan wajar saja bila banyak yang menganggap film ini adalah yang terbaik dari franchise ini. Film ini lebih mahal, memiliki banyak ide-ide baru, dan sangat pandai dalam menempatkan diri ke dalam “cerita besar”-nya.

Saya setuju film ini lebih baik dari yang kedua, dan mungkin dari yang pertama, tetapi film ini tidak memiliki rasa “mentah” yang terdapat di film pertama. Rasa mentah yang saya maksud adalah di film pertama hasil rekamannya seperti diberikan dengan apa adanya, tanpa adanya sense seorang editor yang menyusun gambar untuk menciptakan efek tertentu (dalam hal ini horor).

Di film yang ketiga ini sense keberadaan seorang editor dengan mind-set film horor yang memilih cutting point shot untuk menciptakan efek horor sangat terasa, sehingga hanya menjadi salah-satu-trik-film-horor-yang-lain. Tidak seperti film pertama yang tidak memberikan horor dengan editing, tetapi murni dengan mise en scene, yang membuat kesan found footage yang di-assembly dengan seadanya tanpa niat “film” di belakangnya lebih kental.

Secara keseluruhan film ini merupakan film horor yang baik, dan mampu memberikan horor-nya dengan efektif dengan cara yang cerdas, meski memiliki beberapa (tidak banyak) trik horor yang sekedar “ngagetin.”

7/10

Paranormal Activity 3: rekomendasi bagi para penikmat horor (13+)

Kompilasi Tattoo trailer

Teknik editing dari trailer film The Girl with the Dragon Tattoo (2011) yang unik dan beda tampaknya memicu banyak orang kreatif untuk membuat parodi atau mengimplementasi teknik yang mirip di youtube. Ada banyak yang saya temukan dan saya yakin masih ada lebih banyak lagi. Berikut beberapa yang bagus dan menghibur dan bahkan ada yang bisa membuat tertawa terbahak-bahak: Baca pos ini lebih lanjut

Murder on the Orient Express

Murder on the Orient Express (1974)
sut: Sidney Lumet
pen: Paul Dehn | Agatha Christie (novel)
Inggris

Film detektif-detektifan. Drama prosedural untuk memecahkan misteri pembunuhan di sebuah kereta, dengan setting tahun 1930an.

Serius, film ini film prosedural untuk mencari seorang pembunuh, oleh detektif Poirot. Jadi film ini dipenuhi eksposisi wawancara dan investigasi. Anda pasti dapat mengetahui sendiri, apakah anda dapat menikmati film yang lambat dan banyak dialog. Bila selera film anda luas dan bervariasi, yaitu anda dapat menikmati berbagai macam jenis film, kemungkinan besar anda dapat menikmati film ini. Tapi bila tidak, sebaiknya tidak usah repot-repot untuk film ini.

Saya hanya bisa mengatakan, bahwa film ini mengandung gaya directorial prosedural khas Sidney Lumet kurang lebih masih mirip dengan 12 Angry Men (1957) dengan rasa claustrophobic-nya, penuh dengan akting-akting yang mengagumkan dari para bintang yang main di dalamnya, serta skenario adaptasi yang memiliki ‘jiwa’-nya sendiri. Rekomendasi bagi para cinephiles dan penikmat misteri serta penggemar novelnya dan Poirot secara umum.

7.5/10

Murder on the Orient Express: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

The Iron Lady

The Iron Lady (2011)
sut: Phyllida Lloyd
pen: Abi Morgan
Inggris Raya

Menarik, mudah dinikmati, dan keputusan atas bentuk naratifnya membuatnya cukup menghibur dan informatif untuk penonton yang tidak mengenal Margaret Thatcher (termasuk saya) sama sekali.

Film ini mendapatkan mixed reviews karena banyak kritik yang menyayangkan hasil eksekusi film ini yang melewatkan banyak kejadian bersejarah hanya dengan montase atau berlalu begitu saja. Kalau menurut saya, film ini baik-baik saja. Mungkin karena saya tidak tahu sejarah. Dan mungkin karena ketidaktahuan itu pula saya lalu tidak membawa ekspektasi apa-apa, dan tidak menunggu bagaimana para filmmakernya akan mengeksekusi momen sejarah yang akan datang berikutnya di setiap momen sejarah yang baru terjadi di layar, entah hal ini kerugian atau keuntungan.

Dari pengamatan saya, film ini lebih kepada eksplorasi/eksploitasi karakter Margaret Thatcher. Meski begitu saya menganggapnya sangat tidak etis untuk menyuapi penonton pendapat mereka (para filmmakernya) mengenai apa yang ada di dalam kepala Margaret Thatcher seolah-olah karakternya itu merupakan fiksi mereka dan bukan manusia nyata yang tidak mungkin bisa mereka ketahui secara benar apa yang ada dipikirannya dan membawa pendapat mereka itu ke dalam film ini. Tapi pada akhirnya film ini tidak bermaksud mendiskreditkan secara tidak adil dan penampilan Meryl Streep sebagai sang perdana menteri menjadikannya film yang cukup menghibur sekaligus informatif untuk dapat direkomendasikan.

7/10

The Iron Lady: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

The Muppets

The Muppets (2011)
sut: James Bobin
pen: ###
A.S.

Saya tidak yakin soal apakah The Muppets pernah populer di sini, tetapi meski anda tidak mengenal mereka, film ini tetap dapat menghibur dan lagu-lagunya enak.

Film ini tidak begitu berbeda dengan beberapa film drama-musikal-komedi keluaran Hollywood lainnya, tetapi dengan film ini (yaitu para karakternya) juga menyadari betul hal tersebut dan bahkan menjadikannya bahan komedi, membuat film ini terasa segar. Dan para karakternya cukup signifikan dan ter-establish, sehingga bahkan penonton yang tidak terlalu mengenal mereka pun dapat ikut merasakan rasa sentimentil yang terdapat di dalam film ini.

7/10

The Muppets: rekomendasi sebagai tontonan keluarga (SU)

Stuart: A Life Backwards

Stuart: A Life Backwards (2007)
sut: David Attwood
pen: Alexander Masters (buku)
Inggris Raya

Kalau membicarakan TDKR, nama Tom Hardy pasti muncul. Lalu kemudian film-film terdahulunya juga muncul. Salah satu diantaranya yang banyak direkomendasikan adalah film ini. Tadinya saya tidak terlalu antusias karena film ini adalah FTV. Tapi ketika saya berhasil mendapatkannya (jangan tanya darimana), saya tetap meluangkan waktu untuk menontonnya. Dan waktu yang saya luangkan itu ternyata tidak sia-sia.

Film ini menceritakan kisah memilukan dari Stuart, seorang alkoholik dan pecandu heroin yang menderita “penyakit saraf/otot(?))” yang bertemu dengan seorang penulis yang tertarik untuk membukukan kehidupannya. Stuart menyarankan untuk menuliskan kehidupannya dengan terbalik, mulai dari dirinya yang dewasa ini hingga ke masa kecilnya yang suram.

Film ini sangat menarik sebagian besar berkat akting yang mengagumkan dari Tom Hardy. Lalu eksekusinya. Production value yang rendah bisa terlupakan berkat kisah, dan terutama karakter protagonisnya yang unik. Juga terkadang sangat sulit menangkap semua kalimat yang diucapkan protagonisnya, tetapi hal itu malah menambah kedalaman karakternya. Film murah yang cukup kaya.

7/10

Stuart A Life Backwards: rekomendasi bila bertemu dengan anda (17+)

Xia Aimei

Xia Aimei (2012)
sut: Alyandra
pen: Alyandra | Tohaesa | Sally Anom
Indonesia

Baca pos ini lebih lanjut

Jodái-e Náder az Simin

10/10

Children of Heaven

Children of Heaven | Bacheha- Ye Aseman (1997)
sut: Majid Majidi
pen: Majid Majidi
Iran

Beraliran romantisme dengan bumbu melodrama. Kisah yang unik dan menyentuh. Karakter-karakternya menarik, terutama karakter si gadis kecil yang sangat mulia.

Akting dari para talent ciliknya di awal-awal durasi sedikit mengganggu namun saat telah terbiasa dengan mereka kita bisa sedikit mengerti mengapa mereka yang dipilih.

Penyutradaraannya, memiliki ciri khas yang sama dengan beberapa film-film Iran ‘populer’ yang telah saya tonton dan saya asumsikan memang style seperti inilah yang dikembangkan dan disukai di Iran (salah satu aspek yang saya sukai dari film-film Iran). Namun, menurut saya, terdapat sedikit kelemahan di bagian découpage film ini yang agak mengalihkan perhatian bagi yang cukup ngerti soal ini, tapi sepertinya tidak akan terdeteksi oleh penonton kasual. Yang tidak saya sukai dari film ini adalah sisi melodrama-nya, namun untungnya tidak berlebihan dan karakter-karakter perempuannya pada tegar-tegar tidak seperti

Film ini sangat lembut dan anda tahu bahwa akhirnya akan happy ending, dan kita tidak pernah diberikan konflik atau drama yang berat-berat. Kisah yang sangat menarik. Sangat ringan dan sangat direkomendasikan.

8.5/10

Children of Heaven: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (BO)