ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: adaptasi

The Curious Case of Benjamin Button

The Curious Case of Benjamin Button (2008)
sut: David Fincher
pen: Eric Roth | ###
A.S.

Film ini epik, dan mampu membawa kita dalam sebuah perjalanan berdurasi seumur hidup.

Sayangnya saya bukan seorang pujangga yang mampu merangkai kata-kata indah untuk mengartikulasikan beragam macam emosi yang diproyeksikan di sepanjang durasinya, dan bagaimana perasaan saya ketika shot terakhirnya mulai meredup dan credit muncul di layar. Saya hanya bisa tuliskan, luar biasa.

9.5/10

The Curious Case of Benjamin Button: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

Iklan

Extremely Loud and Incredibly Close

Extremely Loud and Incredibly Close (2011)
sut: Stephen Daldry
pen: Eric Roth | Jonathan Safran Foer (novel)
A.S.

Disutradari oleh Stephen Daldry, ditulis oleh Eric Roth, dibintangi Tom Hanks dan Sandra Bullock serta Max von Sydow. Masing-masing dari nama-nama tersebut tentunya sudah mampu menarik cinephiles untuk menonton film ini. Kalau komentar dari saya sih: film ini bagus dan memiliki cukup banyak momen-momen emosional yang kuat.

7/10

Extremely Loud and Incredibly Close: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Barry Lyndon

Barry Lyndon (1975)
sut: Stanley Kubrick
pen: Stanley Kubrick | William Makepeace Thackeray (novel)
Inggris Raya | A.S.

Durasinya 3 jam tapi tidak terasa. Sinematografinya merupakan satu lagi inovasi yang muncul dari filmnya Kubrick. Tata artistiknya, luar biasa. Kualitas kontennya, tidak perlu diragukan. Stanley Kubrick tidak pernah membuat film yang mirip satu sama lain, tapi di setiap keunikan film-filmnya, selalu ada ‘Kubrick’-nya juga.

Ada beberapa film yang sulit dijelaskan dengan kata-kata kenikmatan seperti apa yang kita dapatkan darinya, karena kenikmatan tersebut abstrak dan tidak bisa begitu saja sekedar ‘dibentuk’ untuk dimengerti oleh orang lain melalui serangkaian kata-kata semata, paling tidak oleh saya. Film ini adalah salah satunya.

9/10

Barry Lyndon: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (17+)

The Hunger Games

The Hunger Games (2012)
sut: Gary Ross
pen: Gary Ross | Suzanne Collins | Billy Ray
A.S.

Baca pos ini lebih lanjut

We Need to Talk About Kevin

We Need to Talk About Kevin (2011)
sut: Lynne Ramsay
pen: Lynne Ramsay | Rory Kinnear | Lionel Shriver (novel)
A.S.

Cara film ini menunjukkan masa lalu diparalelkan dengan masa kini membuat penonton kurang lebih memiliki gambaran apa yang telah terjadi bahkan sejak di awal-awal durasi. Jadi kita hanya akan menunggu apakah tebakan kita itu benar, dan jadi penasaran ingin melihat bagaimana kejadiannya. Dan saya yakin tebakan hampir semua orang benar, jadi tidak perlu menonton film ini sambil menunggu twist/pay-off. Nikmati saja ceritanya sebagai sebuah karakter studi dan kisah drama dengan POV yang konsisten.

Sebuah film yang solid. Akting Tilda Swinton sangat bagus. Ketiga aktor karakter Kevin juga bagus semua. Tiga aktor yang berbeda memerankan karakter yang sama (usia berbeda), dan berhasil memberikan aura yang sama di setiap screentime mereka. Hebat sekali.

Film ini bukanlah film horor, tapi bisa dimengerti bila ada yang memandangnya seperti itu. Film ini mengunci kita untuk terus menonton agar tahu bagaimana ceritanya terurai dengan suspense ketakutan karena kita sudah punya bayangan sendiri kira-kira apa yang akan terjadi. Sebenarnya tidak ada horor sepanjang film, dan kita hanya menakuti diri sendiri, tapi…

7.5/10

We Need to Talk About Kevin: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Incendies

Incendies (2010)
sut: Denis Villeneuve
pen: Denis Villeneuve | Wajdi Mouawad (cerita)
Kanada

Film yang sungguh luar biasa.

Melalui surat wasiat ibu mereka, dua anak kembar diminta menepati ‘janji’ ibu mereka dengan mencari ayah yang mereka pikir telah tiada dan seorang saudara yang mereka tidak pernah tahu mereka miliki.

Apa yang akan anda saksikan kemudian takkan pernah terlupakan.

Buat cinephiles, film ini wajib tonton. Anda tidak akan menyesal.

9/10

Incendies: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (17+)

Tinker Tailor Soldier Spy

Tinker Tailor Soldier Spy (2011)
sut: Tomas Alfredson
pen: ###
Inggris Raya

Dari novel yang cukup terkenal, dan pernah diadaptasi menjadi miniseri televisi yang populer di Inggris pada akhir 70an, kisah ini sudah sangat terkenal di Inggris. Menceritakan tentang George Smiley yang ingin menemukan mata-mata Rusia yang menyusup ke dalam badan intelijen Inggris.

Kisah ini tidak seperti kisah mata-mata yang lain yang penuh adegan aksi dan kejar-kejaran. Kisah ini lebih ‘pendiam’. Dan realistis. Filmnya sendiri memiliki sinematografi dan atmosfir yang khas. Departemen aktingnya dipenuhi jajaran aktor-aktor kawakan Inggris, bisa dibilang Harry Potter untuk penonton dewasa. Film ini juga disutradarai oleh Tomas Alfredson, yang membuat Let The Right One In (2008), yang menurut saya adalah film vampir terbaik sepanjang masa.

Namun meski memiliki semua hal itu, ternyata saya kurang bisa menikmati film ini. Gaya penyutradaraan Alfredson yang diterapkan ke film ini masih kurang lebih mirip dengan gaya penyutradaraannya di Let the Right One In, yang secara konsep seharusnya sangat pas untuk mengeksekusi kisah ini. Akting-akting dari bintang-bintangnya pun tidak ada yang lemah, bahkan semuanya luar biasa.

Tetapi menurut saya film ini agak kurang dalam hal yang paling vital dalam film, yaitu skenarionya (saya sadar kok skenarionya dapat nominasi Oscar). Cara skenarionya ‘menguraikan’ kisahnya terlalu ‘berani’ dalam ‘menyelubungi’ informasi dari penonton, sehingga selain membuat sulit untuk mengikuti apa yang sedang terjadi dan mau ke mana kisah ini menuju, kita juga sulit untuk peduli pada para karakternya. Dan kekurangan dari skenario ini juga akhirnya berdampak negatif pada pace film secara keseluruhan.

Meski begitu, selagi menontonnya saya tetap dapat merasakan bahwa film ini berkelas tinggi. Jadi mungkin saya harus menontonnya sekali lagi untuk dapat benar-benar meresapi apa yang mungkin terlewatkan di kali pertama. Tapi tetap saja, bagi penonton yang hanya ingin rileks dan mencari hiburan, film ini tidak direkomendasikan.

6.5/10

Tinker Tailor Soldier Spy: … (13+)

Negeri 5 Menara

Negeri 5 Menara (2012)
sut: Affandi Abdul Rachman
pen: Salman Aristo
Indonesia

Bagus, keren, mantap, solid, brilian, cerdas, (kata pujian berlanjut terus).
Kisahnya digarap dengan baik sekali, skenarionya mengagumkan. Teknisnya juga baik sekali. Namun performances yang terdapat di dalamnya adalah yang paling luar biasa. Semuanya sangat natural, seakan-akan para karakternya beneran hidup di dunia itu, dengan karakteristik sifat, sikap, jalan pemikiran masing-masing, membuat para karakter ini seperti orang-orang nyata yang pernah kita temui di luar bioskop. Selain untuk para aktornya yang dicasting dengan sangat baik, juga merupakan credit buat penulis dan sutradaranya.

Secara universal film ini membuat mudah untuk beridentifikasi terhadap momen-momen persahabatan sejati yang kita semua pasti pernah alami diumur segitu. Persahabatan sejati yang murni tanpa adanya pengaruh latar belakang, politik maupun motivasi tertentu. Segalanya terjadi begitu saja. Dan momen-momen ini berhasil dicapture dengan baik.

Film ini bagus sekali, amat sangat direkomendasikan. Sebuah film persahabatan yang kaya drama dan komedi. Membuat hati riang dan ringan setelah keluar bioskop, sebagai cermin terhadap diri kita sendiri, dan terus mungundang untuk mengunjungi dunianya lagi.

8.5/10

Negeri 5 Menara: rekomendasi bagi para cinephiles dan penonton kasual (SU)

The Ides of March

The Ides of March (2011)
sut: George Clooney
pen: ###
A.S.

Kita semua telah merasa bahwa dunia politik itu adalah dunia yang kotor, dimana tidak ada yang benar-benar suci, manipulasi dan itikad tidak baik beredar di mana-mana, kelicikan, kemunafikan, dan segala kekotoran hati berkumpul. Film ini memainkan aspek tersebut, tidak dengan berapi-api–yang menurut saya adalah hal yang bagus.

Film ini memperlihatkan dunia politik dalam backdrop balapan kampanye dua calon presiden. (Film ini condong hanya pada satu calon, tapi backdrop-nya tetap dua). Film ini memberikan intrik-intrik kisahnya dengan sangat down-to-earth tanpa membesar-besarkan, mempresentasikannya dengan ‘dingin’ dan ‘lurus’. Sangat rasional dan realistis, tapi bukannya tanpa emosi sama sekali.

Sangat direkomendasikan bagi yang suka film-film ‘dingin’, prosedural, ‘lurus’ seperti Zodiac (2007), All The President’s Men (1976), JFK (1991), Recount (2008) (ftv), dan yang semacamnya.

Yang tertarik pada bidang sastra, setelah mendengar frase ‘The Ides of March’ pasti akan kepikiran kisah pembunuhan terhadap Julius Caesar. Anda tidak akan melihatnya dalam film ini, namun menurut saya itulah titik puncak dari film ini. Tontonlah untuk mengambil kesimpulan sendiri.

8/10

The Ides of March: rekomendasi bagi para cinephiles (17+)

OSS 117: Cairo, Nest of Spies

OSS 117: Cairo, Nest of Spies | OSS 117: Le Caire, Nid d’espions (2006)
sut: Michel Hazanavicius
pen: ####
Perancis

OSS 117: Cairo adalah sebuah film komedi mengenai seorang agen rahasia 117 dari Prancis, yang ditugaskan menginvestigasi kasus pembunuhan agen rahasia lain di Kairo. Komedi dalam film ini datang dari situasi dan kebodohan karakter OSS 117, meski ia tidak sebodoh karakter Johnny English atau inspektur Clouseau (tapi lebih bebal).

Film ini sangat cerdas dalam menangani hampir semua leluconnya, tetapi hal yang paling mengagumkan adalah penampilan sang karakter utamanya. Berkat akting yang solid dari Jean Dujardin, OSS 117 menjadi seorang karakter yang menarik meski naskah film ini sepertinya tidak mengembangkan karakternya dengan lebih baik. Sedikit dipoles lagi mungkin bisa menjadi film yang lebih luar biasa, tapi OSS 117 ini sendiri tetap dapat direkomendasikan dengan pujian kepada setiap penggemar komedi maupun pada penonton umum.

Terdapat beberapa lelucon yang memang meledek beberapa aspek dari agama Islam, tetapi bukan jenis yang menghina dengan kasar dan akan membuat naik darah, lagipula dimainkan dengan nada yang tidak terlalu menyinggung dan gak penting.

7.5/10

OSS 117: Cairo, Nest of Spies: Rekomendasi dengan pujian tinggi, bagi pecinta komedi (17+).