ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Category Archives: S

Sex, Lies, and Videotape

Sex, Lies, and Videotape (1989)
sut: Steven Soderbergh
pen: Steven Soderbergh
A.S.

Hebat. Sebuah kisah sederhana yang sangat hebat. Dan meski kisahnya seputar seks tapi tidak memperlihatkan adegan seks sama sekali, adalah keputusan yang sangat jitu agar tidak ‘memurahkan’ kisahnya menjadi hanya sekedar medium soft porn—buat sebagian penonton.

Saya tidak tahu pastinya, tapi sepertinya Steven Soderbergh adalah satu-satunya sutradara debutan yang berhasil menang Palme d’Or (CMIIW).

Sangat direkomendasikan.

8.5/10

Sex, Lies, and Videotape: rekomendasi bagi para cinephiles (17+)

Iklan

Stanley Kubrick: A Life in Pictures

Stanley Kubrick: A Life in Pictures (2001)
sut: Jan Harlan
A.S.

Buat yang ingin mengenal Stanley Kubrick sedikit lebih dekat, melihat klip-klip yang belum pernah dilihat sebelumnya, film dokumenter ini cukup baik dalam mengantarkan hal-hal berkenaan karir dan kehidupan sang sutradara legendaris.

7.5/10

Stanley Kubrick: A Life in Pictures: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Stanley Kubrick’s Boxes

Stanley Kubrick’s Boxes (2008)
sut: Jon Ronson
Inggris Raya

Tahukah anda bahwa setiap sebelum memulai produksi sebuah film, Stanley Kubrick akan melakukan riset yang luar biasa detil yang bahkan memakan waktu bertahun-tahun lamanya? Dan ternyata seluruh hasil riset tersebut disimpan dan di-arsipkan dalam kotak-kotak yang jumlahnya ratusan di dalam Kubrick Estate?

Nah, film dokumenter televisi ini mencoba memeriksa isi dari kotak-kotak tersebut, yang diharapkan mungkin dapat memberi lebih banyak insight mengenai cara kerja dan cara pikir sang jenius pemiliknya. Tapi film ini masih di permukaannya. Setelah memeriksa kotak-kotak tersebut selama 5 tahun, film ini malah hanya memberikan sedikit informasi yang hanya menguatkan pandangan soal Kubrick adalah seorang perfeksionis dan lain-lain yang sudah diketahui secara luas. Informasi-informasi yang hanya bersifat trivial.

Jangan salah, bagi penggemar berat dan para cinephiles, bahkan hal-hal yang trivial pun cukup berharga untuk diketahui. Tapi setelah mendapat akses untuk membuka kotak-kotak tersebut selama 5 tahun, cukup mengecewakan melihat kualitas dan kuantitas informasi yang diberikan.

Tapi film ini tetap cukup pantas ditonton. Film ini membahas banyak hal-hal trivial menarik yang dapat menimbulkan senyum di wajah anda. Misalnya fakta bahwa saking perfeksionisnya Kubrick, ia bahkan meminta agar kotak-kotak penyimpanan tersebut dibuat custom: dengan tutup yang rapat tapi mudah dibuka, terbuat dari bahan khusus, dan sebagainya. Contoh lain, Kubrick ternyata juga menyimpan, dan mengarsip sesuai negara dan kota (!), setiap surat-surat penggemar yang ia terima. Ia juga bahkan menandai, apakah isi surat tersebut positif atau negatif, atau crank (sinting). Direkomendasikan bila anda ingin mendengar cerita-cerita semacam ini.

6/10

Stanley Kubrick’s Boxes: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Smiles of a Summer Night

Smiles of a Summer Night | Sommarnattens leende (1955)
sut: Ingmar Bergman
pen: Ingmar Bergman
Swedia

Tidak saya sangka ternyata saya cukup cocok sama film Ingmar Bergman. Reputasinya sebagai filmmaker film-film seni ‘berat’ dan sering disebut-sebut berbarengan dengan nama-nama seperti Michelangelo Antonioni dan Federico Fellini dan lain-lain, membuat saya selalu mengundur-undur untuk menonton karya-karyanya menunggu mood yang tepat untuk mencerna film seni ‘berat’.

Tapi hei, baru dua filmnya (yang sangat berbeda satu sama lain) yang saya tonton, dan dua-duanya sangat kompatibel dengan selera saya ternyata. Sekarang saya siap menelusuri film-film seni ‘berat’ Bergman.

Beralih ke ulasan filmnya sendiri, Smiles of a Summer Night bukanlah komedi romantis biasa. Komedinya tidak bodoh, dengan cerita dan karakter-karakter yang kaya dan unik, dibalut dengan teknik filmmaking berkualitas tinggi, film ini instan menjadi salah satu film favorit saya pribadi.

Amat sangat direkomendasikan buat cinephiles dan pecinta komedi cerdas, baik selera aural maupun visual. Anda mungkin akan tidak menyukainya sama seperti saya, tapi film ini tetap pantas tonton.

10/10

Smiles of Summer Night: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

The Seventh Seal

The Seventh Seal | Det sjunde inseglet (1957)
sut: Ingmar Bergman
pen: Ingmar Bergman
Swedia

Saya tidak bisa berkomentar banyak. Sinema kualitas tinggi. Masterpiece.

10/10

The Seventh Seal: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

Stuart: A Life Backwards

Stuart: A Life Backwards (2007)
sut: David Attwood
pen: Alexander Masters (buku)
Inggris Raya

Kalau membicarakan TDKR, nama Tom Hardy pasti muncul. Lalu kemudian film-film terdahulunya juga muncul. Salah satu diantaranya yang banyak direkomendasikan adalah film ini. Tadinya saya tidak terlalu antusias karena film ini adalah FTV. Tapi ketika saya berhasil mendapatkannya (jangan tanya darimana), saya tetap meluangkan waktu untuk menontonnya. Dan waktu yang saya luangkan itu ternyata tidak sia-sia.

Film ini menceritakan kisah memilukan dari Stuart, seorang alkoholik dan pecandu heroin yang menderita “penyakit saraf/otot(?))” yang bertemu dengan seorang penulis yang tertarik untuk membukukan kehidupannya. Stuart menyarankan untuk menuliskan kehidupannya dengan terbalik, mulai dari dirinya yang dewasa ini hingga ke masa kecilnya yang suram.

Film ini sangat menarik sebagian besar berkat akting yang mengagumkan dari Tom Hardy. Lalu eksekusinya. Production value yang rendah bisa terlupakan berkat kisah, dan terutama karakter protagonisnya yang unik. Juga terkadang sangat sulit menangkap semua kalimat yang diucapkan protagonisnya, tetapi hal itu malah menambah kedalaman karakternya. Film murah yang cukup kaya.

7/10

Stuart A Life Backwards: rekomendasi bila bertemu dengan anda (17+)

Scent of a Woman

Scent of a Woman (1992)
sut: Martin Brest
pen: Giovanni Arpino (novel) | Bo Goldman
A.S.

Oke, seorang murid sekolahan mengambil kerja paruh waktu “menjaga” seorang veteran buta. Apa yang dapat terjadi? Banyak. Bisakah dibuat menarik? Bisa. Menarikkah hasilnya? Luar biasa! Whoo-ah!

Saya sangat menyukai film ini karena terdapat interaksi dinamis antar kedua tokoh utama. Ceritanya sangat menarik dan menyentuh, kemudian di atasnya ada akting super dari Al Pacino.

Sangat direkomendasikan.

9/10

Scent of a Woman: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

The Seventh Continent

The Seventh Continent | Der Siebente Kontinent (1989)
sut: Michael Haneke
pen: Michael Haneke | Johanna Teicht
Austria

Baca pos ini lebih lanjut

Sherlock Holmes: A Game of Shadows

Sherlock Holmes: A Game of Shadows (2011)
sut: Guy Ritchie
pen: Michele Mulroney | Kieran Mulroney | #
A.S.

Setelah menonton film pertamanya, bagi penggemar novelnya termasuk saya pribadi, memang agak sulit menerima Sherlock Holmes versi Guy Ritchie ini. Beda banget. Tapi setelah menonton sekuelnya, dan sangat terhibur, sekarang saya bisa dengan ikhlas menerima versi ini sebagai versi dunia alternatif (kerennya: alternate universe) dari detektif nomor satu itu. Namun saya juga dapat memahami bila ada yang tetap menolak versi ini.

Atmosfir film ini sangat ringan untuk dunia yang tidak jauh dari misteri dan kriminalitas, berkat interpretasi baru, yang memang bertujuan untuk menggaet dunia hip modern saat ini.

Film ini enak untuk dinikmati, dan memiliki banyak ide-ide cerdas untuk lebih mengeksplorasi apa yang telah para filmmakernya lakukan sebelumnya untuk menerjemahkan ‘otak/cara pikir’ karakter Sherlock Holmes ke bahasa gambar.

Ada rasa kecewa terhadap bagaimana mereka mengeksekusi karakter Professor Moriarty (kesannya tidak jenius-jenius amat, dan seperti bukan orang yang memiliki ‘otak’ yang setara dengan Holmes) dan karakter Mycroft Holmes (malah sekedar menjadi karakter comic-relief dan tidak penting-penting amat dan tidak ada petunjuk kalau ia memiliki ‘otak’ yang setara atau lebih hebat dari adiknya).

Secara keseluruhan, saya cukup terhibur oleh film kedua ini, dan tertarik untuk menyaksikan bagian ketiganya. Hanya saja, semoga versi ini berhenti di sana untuk memberi jalan bagi film feature Sherlock Holmes yang lebih dekat pada canon-nya.

Direkomendasikan bagi para cinephiles dan penonton kasual.

7.5/10

Sherly (^_^) 2: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Sleeping Beauty

Sleeping Beauty (2011)
sut: Julia Leigh
pen: Julia Leigh
Australia

Film ini sangat bagus dan menarik, bahkan diterima untuk ikut serta berkompetisi untuk Palme d’Or 2011. Tetapi sayang sekali, ratingnya di imdb sangat tidak pantas bagi film ini, menurut saya. Dan saya khawatir rating tersebut akan mempengaruhi banyak orang untuk tidak menonton film ini. Orang-orang yang akan bisa mengapresiasi. Sayang sekali.

Padahal film ini adalah film yang sungguh luar biasa sebagai film debut Julia Leigh. Memang sulit dipercaya film ini benar-benar karya yang pertama, tanpa pengalaman membuat film pendek ataupun terlibat sama sekali di dalam sebuah produksi audio visual. Mungkin ia memiliki banyak referensi film-film berkualitas yang telah ia tonton. Yang penting, dengan film debutnya yang luar biasa ini, ada satu lagi sutradara yang karya-karya berikutnya pantas untuk dinantikan.

Sleeping Beauty sangat direkomendasikan bagi para cinephiles. Tapi bila anda tidak suka film-film yang bertempo ‘lambat’, banyak ‘keheningan’-nya, tidak ‘menjelaskan’ segala sesuatunya, sepertinya film ini bukan selera anda.

8/10

Sleeping Beauty: rekomendasi bagi para cinephiles (17+)