ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: superhero

Batman: Under the Red Hood

Batman: Under the Red Hood (2010)
sut: Brandon Vietti
pen: Judd Winick
A.S.

Film ini merupakan kisah origin dari Red Hood. Bagi yang sebelumnya tidak tahu siapa dia, film ini akan menjadi perkenalan yang paling pantas untuk karakter ini.

Meski sebuah film kartun film ini kurang cocok untuk anak-anak di bawah sepuluh tahun. Karena film ini mengandung kekerasan termasuk pembunuhan berdarah dingin yang tidak ‘dilembutkan’ sama sekali–untungnya. Ceritanya sendiri sangat menarik karena sangat personal bagi Batman dan disusun dan di-pace dengan sangat baik. Adegan aksinya juga sangat luar biasa. Semuanya dipikirkan, dikoreografi, dan ditampilkan dengan cermat, sangat keren.

7.5/10

Batman: Under the Red Hood: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Iklan

Batman: Year One

Batman: Year One (2011)
sut: Sam Liu | Lauren Montgomery
pen: Tab Murphy
A.S.

Seperti judulnya, film ini menceritakan tahun pertama hidupnya legenda Batman, bahkan sampai memberikan keterangan tanggal dan bulannya. Film ini merupakan adaptasi langsung dari komik dengan judul yang sama. Saya belum membaca komik tersebut, jadi tidak tahu apakah detail kemunculan Batman dibeberkan secara utuh, tetapi dalam film animasi berdurasi 60an menit ini, tidak detil.

Kita tidak diberitahu bagaimana Bruce Wayne mendapatkan kostumnya, gadget2nya, apakah ia telah punya bat-cave, dan segala macam detil-detil logistik dan administratif lainnya. Ia tiba-tiba saja sudah jadi Batman. Tapi mungkin semua itu dinilai tidak perlu untuk dijabarkan secara detil, karena film ini sangat berfokus hanya pada kisah awal Batman, dan lebih bersandar kepada sudut pandang Kapten Gordon.

Dan bila melihat judulnya kembali (yang sangat keren menurut saya), film ini memang tidak bermaksud untuk menjadi cerita origin, tapi tahun pertama. Untuk versi cerita origin Batman yang terbaik, tetap masih Batman Begins (2005). Komik yang mendasari film animasi ini sempat direncanakan untuk diadaptasi jadi live-action, dengan sutradara Darren Aronofsky, tapi dibatalkan untuk membuat versi Nolan, yang memang merupakan kisah yang lebih kompleks dan dalam. Namun sebagai sebuah film animasi, kisah Year One ini tetap sangat direkomendasikan kepada setiap penggemar maupun orang-orang yang tertarik pada karakter Batman.

7/10

Batman: Year One: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Ghost Rider: Spirit of Vengeance

Ghost Rider: Spirit of Vengeance (2012)
sut: Neveldine/Taylor
pen: ###
A.S.

(yang 2d)

Sangkanya, dengan sutradara Crank (2006) kita akan mendapatkan film aksi ber-pace tinggi dengan banyak momen-momen ‘keren’. Apalagi setelah melihat di-balik-layar-nya di youtube yang keren abis. Tapi film ini lumayan membosankan. Bahkan adegan aksinya juga membosankan, serius! Kecuali mungkin yang di klimaks.
Jadi kalau bingung mau nonton apa minggu ini dan cuma bisa nonton satu film saja, film ini tunggu dvdnya saja (rental atau bajakan, bukan beli). Lebih baik nonton Malaikat Tanpa Sayap (2012), serius!

5.5/10

Ghost Rider 2: buat yang tertarik (13+)

Transformers: Dark of the Moon

Transformers: Dark of the Moon (2011)
sut: Michael Bay
pen: Ehren Kruger
A.S.

Di film ini, Michael Bay telah mendengarkan keluhan penonton dan sudah tidak memberikan plot yang kelewatan serta adegan aksi yang terlalu liar dan sulit diikuti. Di sini adegan aksinya lebih mudah diikuti, sehingga masih ada “sesuatu” yang sampai ke penonton bukan sekedar warna-warni hasil renderan yang berkedip-kedip di layar.

Film ketiga ini juga memiliki plot yang lebih “sederhana” dan antagonis yang lebih “berdimensi” dari sebelum-sebelumnya dan bla bla bla. Saya tidak menyesal tidak menontonnya di bioskop, karena film ini cocok ditonton di tempat yang bisa rileks 100% (selonjoran, tiduran, makan kerupuk, kentut, pause, ke belakang, dll). Karena bila tidak, saya rasa durasinya yang cukup panjang yang sebagian besar hanya berisi mindless action semata akan membuat film ini pengalaman sinema yang menjemukan.

Intinya menurut saya film ini lebih baik daripada dua film pendahulunya. Dan endingnya cukup mengejutkan. Direkomendasikan untuk ditonton di waktu luang untuk rileks. Dan buat para pembenci Michael Bay, saya rasa anda hanya tidak menyukai sensibilitasnya, tetapi itu tidak berarti dia adalah sutradara yang buruk lho.

7.5/10

Transformers 3: rekomendasi bagi penikmat aksi non-stop (13+)

The Dark Knight

The Dark Knight (2008)
sut: Christopher Nolan
pen: Jonathan Nolan | Christopher Nolan |  (story by C. Nolan & David S. Goyer)
A.S.

Setelah melalui minggu pertama 2012 yang super sibuk sampai bahkan tidak bisa nonton satu film pun, akhirnya bisa menyempatkan waktu lagi. Untuk melepas dahaga sinema, saya memilih film aksi luar biasa yang berapa kali pun saya menonton film ini, selalu menghibur dan tidak pernah membosankan. TDK memang tidak sempurna, tetapi bagi saya film ini adalah film superhero terbaik sepanjang masa (mungkin akan digantikan oleh The Dark Knight Rises).

Editing di film ini amat sangat brilian. Tetapi untuk mempercepat pacing film (atau mungkin mengejar durasi), editornya bahkan memotong di tengah-tengah dialog karakter sampai mengorbankan kontinuiti di beberapa scene. Mungkin hal ini suatu “kesalahan”, tetapi dengan sangat rapi departemen suara berhasil “mengaburkan” flaws visual dengan editing suara. Atau mungkin memang hal ini yang ingin mereka capai.

Sinematografi TDK juga ikut membantu keasyikan menontonnya. Sebagian besar scenes kunci di film ini adalah di malam hari. Kadang seorang d.o.p. ingin terlalu “artistik” untuk scene malam dan malah membuatnya “terlalu gelap” (mencoba memfokuskan penonton pada karakter atau obyek tertentu dengan menggelapkan lingkungan sekitarnya tetapi malah mengalihkan perhatian karena penonton jadi penasaran ingin to mapped out (mendapatkan gambaran jelas dari) setting scene tersebut (saya tidak mengatakan hal tersebut jelek, teringat Fight Club (1999))). Tetapi di film ini, dan lebih condong karena pace cerita, decoupage, dan pace editingnya, hal yang dapat mengurangi keasyikan nonton tersebut tidak terjadi.

Score musiknya, luar biasa. Sangat mendukung visual, tetapi juga tetap dapat dinikmati secara terpisah dan menggetarkan hati. Mampu memperkaya pesan yang disampaikan oleh gambar, dan digunakan dengan sangat efektif sepanjang durasi film.

Lalu soal ceritanya sendiri. Jalan cerita TDK lumayan kompleks; tapi juga tidak kompleks-kompleks amat. Namun dengan apa adanya film ini tetap mudah dimengerti. Dari segi cerita film ini memiliki ciri khas yang sama dengan film-film aksi greats yang lain. Jalan cerita yang bagus, dengan alur yang baik, karakter-karakter yang punya arc masing-masing namun masih saling berhubungan, didukung beberapa subplot yang menarik, tetapi yang paling penting dieksekusi dengan cemerlang. Dan the Joker.

Christopher Nolan adalah seorang sutradara yang sangat hebat dan kompeten. Tetapi saya lebih mengaguminya sebagai penulis jenius. *tidak sabar menunggu bulan Juli*

9/10

The Dark Knight: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

Captain America

Captain America: The First Avenger (2011) 
sut: Joe Johnston
pen: Christopher Markus | Stephen McFeely
A.S.

Yang paling saya sukai dari film ini adalah ending-nya. Sisanya oke-oke saja, malah terasa membosankan. Film ini jelas merupakan kick-off buat sebuah franchise baru, dan apabila anda tidak ingin ketinggalan jika di “masa depan” nanti franchise ini menjadi lebih populer, silahkan coba saja feel-nya. Tetapi menurut saya anda tidak akan rugi apa-apa bila melewatkannya, toh anda bisa catch up bila berubah pikiran.

Oiya, cek juga ulasan adrianaery.

5.5/10

Captain America: bila anda tertarik dan punya waktu luang (13+)

Captain America

Sut : Joe Johnston
Pen : Christopher Markus, Stephen McFeely
A.S

Pada awal melihat trailernya, saya cukup antusias untuk dapat menonton film superhero kebanggaan negri Paman Sam ini. Namun setelah menonton dan berusaha untuk masuk ke dalam cerita, rasa kekecewaan langsung datang menerjang. Cerita yang dikemas begitu lambat berhasil membuat saya mengantuk dan tertidur di pertengahan pemutaran.

Secara visual pun tidak ada yang spesial, terkesan standar. Begitu juga dengan efek-efek yang ditampilkan pun sangat biasa dijumpai dengan film superhero milik paman Sam lainnya, tidak ada yang unik.  Mungkin film ini tertolong karena nama besarnya saja, terbukti film ini hanya bertahan tidak lebih dari dua minggu pemutaran.

Menurut pemikiran subjektif saya, film ini cocok masuk dalam kategori film minggu sore.  Cukup sekali tonton dan tidak lebih.

(6/10)