ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: A.S.

The Curious Case of Benjamin Button

The Curious Case of Benjamin Button (2008)
sut: David Fincher
pen: Eric Roth | ###
A.S.

Film ini epik, dan mampu membawa kita dalam sebuah perjalanan berdurasi seumur hidup.

Sayangnya saya bukan seorang pujangga yang mampu merangkai kata-kata indah untuk mengartikulasikan beragam macam emosi yang diproyeksikan di sepanjang durasinya, dan bagaimana perasaan saya ketika shot terakhirnya mulai meredup dan credit muncul di layar. Saya hanya bisa tuliskan, luar biasa.

9.5/10

The Curious Case of Benjamin Button: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

Extremely Loud and Incredibly Close

Extremely Loud and Incredibly Close (2011)
sut: Stephen Daldry
pen: Eric Roth | Jonathan Safran Foer (novel)
A.S.

Disutradari oleh Stephen Daldry, ditulis oleh Eric Roth, dibintangi Tom Hanks dan Sandra Bullock serta Max von Sydow. Masing-masing dari nama-nama tersebut tentunya sudah mampu menarik cinephiles untuk menonton film ini. Kalau komentar dari saya sih: film ini bagus dan memiliki cukup banyak momen-momen emosional yang kuat.

7/10

Extremely Loud and Incredibly Close: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

The Company Men

The Company Men (2010)
sut: John Wells
pen: John Wells
A.S.

Film drama yang berlatar belakang resesi ekonomi 2008 di Amerika Serikat. Kita mengikuti beberapa karakter yang tadinya merupakan ‘petinggi’ di sebuah perusahaan perkapalan besar lalu kena PHK dan harus mencicipi pahitnya hidup tanpa uang dan pekerjaan.

Film ini dibuat dengan cukup baik, hanya saja terasa terlalu ‘formulaic’. Karakter yang diperankan Tommy Lee Jones pada dasarnya merupakan sebuah plot device agar film ini berakhir baik, yang karakternya Chris Cooper merupakan ‘pemicu’ bagi karakternya untuk ‘bergerak’, yang pada akhirnya tanpa kedua karakter ini karakter yang diperankan Ben Affleck hanyalah seorang pecundang yang sebelum ‘keajaiban’ datang harus ‘menunggu’ untuk sementara (sebagian besar durasi cerita) di bawah naungan ‘kebaikan’ karakternya Kevin Costner. Progres naratifnya jadi malah seperti mengkhianati pesan dan hikmah moral yang (mungkin) ingin disampaikan.

Tentu itu hanya satu sudut pandang saja (yang belum tentu benar juga), dan film ini bisa lebih baik bila dilihat dari sudut pandang berbeda. Untung saja film ini tidak mengambil pendekatan yang melodramatis dan sentimental.

6.5/10

The Company Men: buat yang tertarik (13+)

Sex, Lies, and Videotape

Sex, Lies, and Videotape (1989)
sut: Steven Soderbergh
pen: Steven Soderbergh
A.S.

Hebat. Sebuah kisah sederhana yang sangat hebat. Dan meski kisahnya seputar seks tapi tidak memperlihatkan adegan seks sama sekali, adalah keputusan yang sangat jitu agar tidak ‘memurahkan’ kisahnya menjadi hanya sekedar medium soft porn—buat sebagian penonton.

Saya tidak tahu pastinya, tapi sepertinya Steven Soderbergh adalah satu-satunya sutradara debutan yang berhasil menang Palme d’Or (CMIIW).

Sangat direkomendasikan.

8.5/10

Sex, Lies, and Videotape: rekomendasi bagi para cinephiles (17+)

Barry Lyndon

Barry Lyndon (1975)
sut: Stanley Kubrick
pen: Stanley Kubrick | William Makepeace Thackeray (novel)
Inggris Raya | A.S.

Durasinya 3 jam tapi tidak terasa. Sinematografinya merupakan satu lagi inovasi yang muncul dari filmnya Kubrick. Tata artistiknya, luar biasa. Kualitas kontennya, tidak perlu diragukan. Stanley Kubrick tidak pernah membuat film yang mirip satu sama lain, tapi di setiap keunikan film-filmnya, selalu ada ‘Kubrick’-nya juga.

Ada beberapa film yang sulit dijelaskan dengan kata-kata kenikmatan seperti apa yang kita dapatkan darinya, karena kenikmatan tersebut abstrak dan tidak bisa begitu saja sekedar ‘dibentuk’ untuk dimengerti oleh orang lain melalui serangkaian kata-kata semata, paling tidak oleh saya. Film ini adalah salah satunya.

9/10

Barry Lyndon: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (17+)

Margin Call

Margin Call (2011)
sut: J.C. Chandor
pen: J.C. Chandor
A.S.

Salah satu nominee skenario asli terbaik Oscar, yang memang merupakan skenario yang luar biasa, yang wajar saja menarik aktor-aktor kawakan meski tidak dibayar mahal untuk ikut terlibat. Rasa hormat saya meningkat dua ratus persen terhadap para aktor kawakan yang bisa saja mendapatkan bayaran lebih mahal di film lain tetapi lebih memilih film ini di atas uang.

Sebenarnya ceritanya sederhana saja. Sebuah firma baru tahu mereka sedang dalam keadaan genting, dan harus mencari kemudian mengeksekusi solusinya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Tetapi cara plotnya terurai, introduksi para karakternya, karakterisasi dari para karakternya, atmosfir drama yang ‘cool’ yang terdapat di sepanjang bagian pertamanya, akting-aktingnya, semuanya sangat keren.

Film ini cukup mirip dengan Michael Clayton (2007) hanya tanpa keintiman terhadap seorang protagonis. Sangat direkomendasikan bagi cinephiles dan pecinta trhiller(?) cerdas.

8.5/10

Margin Call: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Bridesmaid

Bridesmaid (2011)
sut: Paul Feig
pen: Kristen Wiig | Annie Mumolo
A.S.

Film ini sangat lucu, dan skenarionya memang pantas dapat nominasi Oscar untuk penulisan skenario asli terbaik. Skenarionya tidak jauh dari ‘resep’ Hollywood untuk film sejenisnya, tetapi ada sesuatu yang segar di dalamnya. Ada sesuatu yang berbeda.

Dan cukup mengejutkan mengetahui bahwa ini adalah skenario pertama dari kedua penulisnya, dan katanya mereka bahkan membeli dulu buku ‘how-to’ soal penulisan skenario.

Sering disebut-sebut sebagai The Hangover (2009) versi cewek, tetapi selain satu scene komedi jorok (berkenaan dengan muntah dan berak), menurut saya tipe komedinya berbeda.

Sangat direkomendasikan buat yang doyan komedi, terutama komedi kontemporer keluaran Hollywood.

7.5/10

Bridesmaid: rekomendasi bagi pecinta komedi (17+)

Batman: Under the Red Hood

Batman: Under the Red Hood (2010)
sut: Brandon Vietti
pen: Judd Winick
A.S.

Film ini merupakan kisah origin dari Red Hood. Bagi yang sebelumnya tidak tahu siapa dia, film ini akan menjadi perkenalan yang paling pantas untuk karakter ini.

Meski sebuah film kartun film ini kurang cocok untuk anak-anak di bawah sepuluh tahun. Karena film ini mengandung kekerasan termasuk pembunuhan berdarah dingin yang tidak ‘dilembutkan’ sama sekali–untungnya. Ceritanya sendiri sangat menarik karena sangat personal bagi Batman dan disusun dan di-pace dengan sangat baik. Adegan aksinya juga sangat luar biasa. Semuanya dipikirkan, dikoreografi, dan ditampilkan dengan cermat, sangat keren.

7.5/10

Batman: Under the Red Hood: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Jack and Jill

Jack and Jill (2011)
sut: Dennis Dugan
pen: ####
A.S.

Pecahnya rekor jumlah nominasi (update= pemenang) Razzie terbanyak dipecahkan oleh Adam Sandler sebagian besar berkat film ini, jadi saya rasa cukup pantas untuk ditonton ^_^

Dan setelah menontonnya, saya tidak melihat apanya yang amat sangat buruk. Akting Sandler memang buruk, tetapi tidak buruk-buruk amat. Komedinya banyak yang garing, tapi tidak ada yang benar-benar menghina intelejensia kita. Katie Holmes tampil sesuai dengan tuntutan karakternya, dan tidak kurang atau lebih. Dan memang, melihat Al Pacino memerankan karakter yang seperti di film ini SANGAT ANEH rasanya, tapi tidak seburuk itu kok. Secara keseluruhan film ini tidak begitu berbeda dengan film-film Adam Sandler yang lain, film ini biasa saja. Bahkan bila dibandingkan dengan semua film-film komedi konyol yang pernah dibuat, film ini bukanlah yang terburuk sepanjang masa.

Bukan hal yang penting sih, tetapi hanya bikin penasaran saja. Trailernya tidak bohong, film ini memang persis seperti yang dijanjikan. Dan bila anda tertarik setelah melihat trailernya bahwa anda mungkin dapat menikmati film ini, maka film ini bisa menghibur buat anda.

5.5/10

Jack and Jill: buat yang tertarik (BO)

The Hunger Games

The Hunger Games (2012)
sut: Gary Ross
pen: Gary Ross | Suzanne Collins | Billy Ray
A.S.

Baca pos ini lebih lanjut