ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: komedi

Bridesmaid

Bridesmaid (2011)
sut: Paul Feig
pen: Kristen Wiig | Annie Mumolo
A.S.

Film ini sangat lucu, dan skenarionya memang pantas dapat nominasi Oscar untuk penulisan skenario asli terbaik. Skenarionya tidak jauh dari ‘resep’ Hollywood untuk film sejenisnya, tetapi ada sesuatu yang segar di dalamnya. Ada sesuatu yang berbeda.

Dan cukup mengejutkan mengetahui bahwa ini adalah skenario pertama dari kedua penulisnya, dan katanya mereka bahkan membeli dulu buku ‘how-to’ soal penulisan skenario.

Sering disebut-sebut sebagai The Hangover (2009) versi cewek, tetapi selain satu scene komedi jorok (berkenaan dengan muntah dan berak), menurut saya tipe komedinya berbeda.

Sangat direkomendasikan buat yang doyan komedi, terutama komedi kontemporer keluaran Hollywood.

7.5/10

Bridesmaid: rekomendasi bagi pecinta komedi (17+)

Iklan

Jack and Jill

Jack and Jill (2011)
sut: Dennis Dugan
pen: ####
A.S.

Pecahnya rekor jumlah nominasi (update= pemenang) Razzie terbanyak dipecahkan oleh Adam Sandler sebagian besar berkat film ini, jadi saya rasa cukup pantas untuk ditonton ^_^

Dan setelah menontonnya, saya tidak melihat apanya yang amat sangat buruk. Akting Sandler memang buruk, tetapi tidak buruk-buruk amat. Komedinya banyak yang garing, tapi tidak ada yang benar-benar menghina intelejensia kita. Katie Holmes tampil sesuai dengan tuntutan karakternya, dan tidak kurang atau lebih. Dan memang, melihat Al Pacino memerankan karakter yang seperti di film ini SANGAT ANEH rasanya, tapi tidak seburuk itu kok. Secara keseluruhan film ini tidak begitu berbeda dengan film-film Adam Sandler yang lain, film ini biasa saja. Bahkan bila dibandingkan dengan semua film-film komedi konyol yang pernah dibuat, film ini bukanlah yang terburuk sepanjang masa.

Bukan hal yang penting sih, tetapi hanya bikin penasaran saja. Trailernya tidak bohong, film ini memang persis seperti yang dijanjikan. Dan bila anda tertarik setelah melihat trailernya bahwa anda mungkin dapat menikmati film ini, maka film ini bisa menghibur buat anda.

5.5/10

Jack and Jill: buat yang tertarik (BO)

Hi5teria

Hi5teria (2012)
sut: #####
pen: ######
Indonesia

Omnibus 5 film horor, dan tidak ada yang benar-benar luar biasa. Kecuali mungkin film ‘Loket’ yang disutradarai dengan sangat baik.

Memang sih terdapat beberapa momen-momen yang menarik. Dan saya bisa mengerti bila ada yang bisa menyukai film ini. Namun bila anda mencari film yang nakutin, bukan sekedar ngagetin, saya rasa film ini akan mengecewakan.

6/10

Hi5teria: … (13+)

Love is U

Love is U (2012)
sut: Hanny R. Saputra
pen:
Indonesia

*Ulasan yang tidak baik, jadi dihapus aja. Maaf.

3/10

Love is U: tidak direkomendasikan (10-)

Smiles of a Summer Night

Smiles of a Summer Night | Sommarnattens leende (1955)
sut: Ingmar Bergman
pen: Ingmar Bergman
Swedia

Tidak saya sangka ternyata saya cukup cocok sama film Ingmar Bergman. Reputasinya sebagai filmmaker film-film seni ‘berat’ dan sering disebut-sebut berbarengan dengan nama-nama seperti Michelangelo Antonioni dan Federico Fellini dan lain-lain, membuat saya selalu mengundur-undur untuk menonton karya-karyanya menunggu mood yang tepat untuk mencerna film seni ‘berat’.

Tapi hei, baru dua filmnya (yang sangat berbeda satu sama lain) yang saya tonton, dan dua-duanya sangat kompatibel dengan selera saya ternyata. Sekarang saya siap menelusuri film-film seni ‘berat’ Bergman.

Beralih ke ulasan filmnya sendiri, Smiles of a Summer Night bukanlah komedi romantis biasa. Komedinya tidak bodoh, dengan cerita dan karakter-karakter yang kaya dan unik, dibalut dengan teknik filmmaking berkualitas tinggi, film ini instan menjadi salah satu film favorit saya pribadi.

Amat sangat direkomendasikan buat cinephiles dan pecinta komedi cerdas, baik selera aural maupun visual. Anda mungkin akan tidak menyukainya sama seperti saya, tapi film ini tetap pantas tonton.

10/10

Smiles of Summer Night: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

Tucker & Dale vs Evil

Tucker & Dale vs Evil (2010)
sut: Eli Craig
pen: Eli Craig | Morgan Jurgenson
Kanada | A.S.

Film ini bukan parodi film-film slasher remaja biasa. Film ini melangkah jauh melampaui premisnya.

Film ini memainkan kesalahpahaman dengan menjadikan dua karakter yang biasanya akan menjadi antagonis di film-film slasher biasa sebagai protagonisnya. Bahkan posternya pun bisa menyebabkan kesalahpahaman. Dan bagaimana bila para remaja yang pergi berkemah yang menjadi antagonis dan ingin membunuh mereka? Sumpah kocak abis. Tidak kurang lelucon dan darah.

Film ini sangat cerdas dalam memainkan komedi dari kesalahpahaman/prasangka, dan hal terburuk (terkocak) apa yang dapat timbul dari sana. Dan ‘pergerakan’/aliran ceritanya sungguh luar biasa.

Selucu-lucunya film ini, juga tetap memiliki beberapa hal yang pantas untuk diambil hikmahnya. Asal main ambil kesimpulan sendiri dan menghakimi orang lain dapat mengakibatkan kematian yang mengerikan. MUAHAHAHAHA!! *ehem*

8/10

Tucker & Dale vs Evil: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Four Lions

Four Lions (2010)
sut: Christopher Morris
pen: ####
Inggris

Asli orisinal dan luar biasa. Menceritakan 5 muslim Inggris yang merencanakan bom-bunuh-diri. Tetapi mereka bukanlah tipe orang yang bisa anda sebut kompeten, atau cerdas. Komedinya sebagian besar memang datang dari hal ini, tetapi mereka bukan sekedar karakter-karakter ‘bodoh’ klise semata. Masing-masing dari mereka sangat unik dan menarik, berkat paduan istimewa dari skenario, pengarahan, dan akting.

Sumpah, sepanjang film ini dapat membuat tertawa keras terbahak-bahak. Saya menonton film ini lumayan larut malam, dan harus terus-terusan mengingatkan diri untuk tidak tertawa terlalu keras. Tetapi saat komedi berikutnya muncul lagi, jadi lupa lagi. Menurut saya komedinya jenius. Komedinya datang beruntun seperti senapan mesin. Punchline demi punchline datang saling susul. One-liners-nya juga sangat cerdas dan banyak dan sering datang tiba-tiba. Dan film ini cukup punya sesuatu yang ingin disampaikan di balik komedi konyolnya, dan saya pikir lumayan dalam.

Tetapi harus saya tuliskan, bahwa komedinya memang ‘Inggris banget’. Bagi yang tidak familiar dengan kultur dan ‘cara bicara’ orang Inggris, kemungkinan besar komedinya akan ‘lewat’ dan malah bikin bingung karena sebagian besar tidak visual. Saya sendiri bukan orang Inggris (tentu saja, duh!) dan belum pernah ke sana, tetapi saya sudah lumayan cukup banyak menonton film-film mereka (paling tidak yang bisa memberikan gambaran kondisi kultur Inggris kontemporer), sehingga kurang lebih dapat menikmati film ini.

Jadi meski saya pribadi sangat menyukai film ini, tetap tidak direkomendasikan untuk ‘kita’ (orang Indonesia). Tentu saja film ini tidak bermaksud jadi eksklusif, hanya target penontonnya agak spesifik. Sebagai perbandingan, beberapa hal kultural di film Sang Penari (2011) tentu tidak akan bisa dimengerti sepenuhnya oleh orang Inggris, kecuali mungkin oleh Gareth Evans atau yang sudah familiar dengan beberapa budaya kita.

8.5/10

Four Lions: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Negeri 5 Menara

Negeri 5 Menara (2012)
sut: Affandi Abdul Rachman
pen: Salman Aristo
Indonesia

Bagus, keren, mantap, solid, brilian, cerdas, (kata pujian berlanjut terus).
Kisahnya digarap dengan baik sekali, skenarionya mengagumkan. Teknisnya juga baik sekali. Namun performances yang terdapat di dalamnya adalah yang paling luar biasa. Semuanya sangat natural, seakan-akan para karakternya beneran hidup di dunia itu, dengan karakteristik sifat, sikap, jalan pemikiran masing-masing, membuat para karakter ini seperti orang-orang nyata yang pernah kita temui di luar bioskop. Selain untuk para aktornya yang dicasting dengan sangat baik, juga merupakan credit buat penulis dan sutradaranya.

Secara universal film ini membuat mudah untuk beridentifikasi terhadap momen-momen persahabatan sejati yang kita semua pasti pernah alami diumur segitu. Persahabatan sejati yang murni tanpa adanya pengaruh latar belakang, politik maupun motivasi tertentu. Segalanya terjadi begitu saja. Dan momen-momen ini berhasil dicapture dengan baik.

Film ini bagus sekali, amat sangat direkomendasikan. Sebuah film persahabatan yang kaya drama dan komedi. Membuat hati riang dan ringan setelah keluar bioskop, sebagai cermin terhadap diri kita sendiri, dan terus mungundang untuk mengunjungi dunianya lagi.

8.5/10

Negeri 5 Menara: rekomendasi bagi para cinephiles dan penonton kasual (SU)

OSS 117: Cairo, Nest of Spies

OSS 117: Cairo, Nest of Spies | OSS 117: Le Caire, Nid d’espions (2006)
sut: Michel Hazanavicius
pen: ####
Perancis

OSS 117: Cairo adalah sebuah film komedi mengenai seorang agen rahasia 117 dari Prancis, yang ditugaskan menginvestigasi kasus pembunuhan agen rahasia lain di Kairo. Komedi dalam film ini datang dari situasi dan kebodohan karakter OSS 117, meski ia tidak sebodoh karakter Johnny English atau inspektur Clouseau (tapi lebih bebal).

Film ini sangat cerdas dalam menangani hampir semua leluconnya, tetapi hal yang paling mengagumkan adalah penampilan sang karakter utamanya. Berkat akting yang solid dari Jean Dujardin, OSS 117 menjadi seorang karakter yang menarik meski naskah film ini sepertinya tidak mengembangkan karakternya dengan lebih baik. Sedikit dipoles lagi mungkin bisa menjadi film yang lebih luar biasa, tapi OSS 117 ini sendiri tetap dapat direkomendasikan dengan pujian kepada setiap penggemar komedi maupun pada penonton umum.

Terdapat beberapa lelucon yang memang meledek beberapa aspek dari agama Islam, tetapi bukan jenis yang menghina dengan kasar dan akan membuat naik darah, lagipula dimainkan dengan nada yang tidak terlalu menyinggung dan gak penting.

7.5/10

OSS 117: Cairo, Nest of Spies: Rekomendasi dengan pujian tinggi, bagi pecinta komedi (17+).

OSS 117: Lost in Rio

OSS 117: Lost in Rio | OSS117: Rio ne Répond Plus (2009)
sut: Michel Hazanavicius
pen: ###
Perancis

Film komedi ini membuat tertawa terbahak-bahak mulai dari awal hingga akhir. Film sekuel ini tidak mendapatkan sorakan seperti yang diberikan pada film pertamanya, mungkin karena film ini lebih membesar-besarkan ke-eksentrik-an karakter OSS satu-tujuh-belas soal ke-rasis-san dan ke-bebal-annya yang kali ini diarahkan pada Israel, Mossad, Yahudi, Nazi, Cina, dan sedikit pada generasi hippi, kaum gay, Amerika, Jerman, Muslim, dan bahkan negaranya sendiri juga dalam satu paket. Berani banget enggak?

Tetapi lelucon-lelucon yang terdapat di dalamnya, apalagi lelucon berulang soal OSS 117 yang tidak pernah kena tembakan meski dihujani tembakan bertubi-tubi dan lelucon adegan ‘kejar-kejaran’ di rumah sakit, amat sangat lucu membuat terbahak-bahak sampai sulit bernafas. Sambil menuliskan ulasan ini pun saya masih senyum-senyum kayak orang gila.

Tapi sudah banyak film komedi yang saya pikir sangat lucu malah dianggap garing oleh orang lain, jadi anggap saja selera komedi saya agak di luar jalur mainstream, dan jangan mudah percaya rekomendasi saya soal komedi. Rekomendasi buat yang bisa ketawa bahkan untuk film komedi ‘garing’.

8/10

OSS 117: Lost in Rio: rekomendasi bagi para penikmat komedi (17+)