ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: Review

Xia Aimei

Xia Aimei (2012)
sut: Alyandra
pen: Alyandra | Tohaesa | Sally Anom
Indonesia

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Children of Heaven

Children of Heaven | Bacheha- Ye Aseman (1997)
sut: Majid Majidi
pen: Majid Majidi
Iran

Beraliran romantisme dengan bumbu melodrama. Kisah yang unik dan menyentuh. Karakter-karakternya menarik, terutama karakter si gadis kecil yang sangat mulia.

Akting dari para talent ciliknya di awal-awal durasi sedikit mengganggu namun saat telah terbiasa dengan mereka kita bisa sedikit mengerti mengapa mereka yang dipilih.

Penyutradaraannya, memiliki ciri khas yang sama dengan beberapa film-film Iran ‘populer’ yang telah saya tonton dan saya asumsikan memang style seperti inilah yang dikembangkan dan disukai di Iran (salah satu aspek yang saya sukai dari film-film Iran). Namun, menurut saya, terdapat sedikit kelemahan di bagian découpage film ini yang agak mengalihkan perhatian bagi yang cukup ngerti soal ini, tapi sepertinya tidak akan terdeteksi oleh penonton kasual. Yang tidak saya sukai dari film ini adalah sisi melodrama-nya, namun untungnya tidak berlebihan dan karakter-karakter perempuannya pada tegar-tegar tidak seperti

Film ini sangat lembut dan anda tahu bahwa akhirnya akan happy ending, dan kita tidak pernah diberikan konflik atau drama yang berat-berat. Kisah yang sangat menarik. Sangat ringan dan sangat direkomendasikan.

8.5/10

Children of Heaven: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (BO)

Pulau Hantu 3

Pulau Hantu 3 (2012)
sut: Jose Poernomo
Indonesia

Seperti yang dengan mudah telah terduga sebelumnya, plot film ini sangat tipis dan memang hanya bermaksud menjadi film bokep berkedok horor komedi. Sebaiknya tidak usah membahas sisi naratif, estetik dan artistiknya, karena filmnya sendiri sadar akan tujuan eksistensinya dan tidak mencoba untuk keluar dari kapasitasnya.

Dari segi teknis, film ini cukup kompeten. Standar film all style no substance. Yang menarik adalah film ini menyadari semua style klise yang digunakan di dalamnya, lalu dengan jujur mengeksekusinya tanpa embel-embel yang pretensius.

Sikap tahu diri film ini dalam memberikan apa yang dijanjikan premisnya merupakan nilai plus dalam buku saya. Jadi bila anda hanya ingin melihat eksploitasi tubuh semampai wanita-wanita seksi, yang diselingi komedi garing dan adegan horor yang enggak serem, anda akan mendapatkannya. Itu saja.

5/10

Pulau Hantu 3: bagi yang tertarik (17+)

The Greatest Movie Ever Sold

POM Wonderful Presents: The Greatest Movie Ever Sold (2011)
sut: Morgan Spurlock
A.S.

Film dokumenter yang ingin membahas soal sisi sponsorship dalam hal promosi dan pendanaan dari berbagai perusahaan barang untuk sebuah film yang bersamaan dengan itu sekaligus mengimplementasikan sistem yang sama pada produksinya sendiri. Jadi sambil mengajarkan soal marketing dan budgeting, film ini juga memperlihatkan langsung bagaimana prosesnya terjadi, untuk film dokumenter ini sendiri. Ide yang sangat menarik.

Namun dieksekusi dengan…hmm, gimana ya. Film ini memberikan banyak pelajaran mengenai product placement, marketing, dan promosi. Bahkan terdapat wawancara singkat dengan beberapa sutradara terkenal soal sudut pandang mereka mengenai 3 hal di atas. Film ini juga membiarkan kita mengintip ke dalam ruang pitching dengan orang-orang non-film yang jelas merupakan pelajaran berharga. Tetapi “kurang lengkap” saja, menurut saya.

Film ini dibuat oleh Morgan Spurlock yang membuat Super Size Me (2004), dan bila anda menyukai style dokumenternya, saya yakin anda juga akan menyukai film ini. Direkomendasikan bagi para cinephiles dan produser film dan orang marketing.

7/10

The Greatest Movie Ever Sold: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Di Bawah Lindungan Ka’bah

Di Bawah Lindungan Ka’bah | Under the Protection of Ka’Bah (2011)
sut: Hanny R. Saputra
pen: Titien Watimena | Armantono
Indonesia

Film ini film cinta hyper-melodrama sentimentil, bukan religi. Apapun itu yang membuat novelnya “best remembered” tidak bisa saya temukan di film ini. Bahkan judulnya seperti tidak nyambung. Membuat saya sangat penasaran, apa sebenarnya yang membuat para produsernya pikir pantas untuk mengeluarkan budget besar untuk kisah ini, padahal tidak ada permintaan pasar. Untuk menyaingi versi sebelumnya?

Endingnya bukan happy ending. Dan tidak ada pesan moralnya (dari yang saya tangkap). Kosong. Film cinta yang tidak happy ending namun sukses misalnya Titanic (1997) (in a way). Mungkinkah para produsernya bermaksud membuat Titanic-nya Indonesia? Paling tidak film itu nikmat ditonton.

Saya sudah banyak mendengar keluhan soal product placement di film ini dan merasa tidak separah itu. Tapi ada satu produk yang hanya dimakan oleh satu karakter di film ini, dan itupun satu-satunya karakter ‘jahat’-nya. LOL.

Melodrama bukanlah selera saya, dan harus saya akui faktor ini berperan besar dalam penilaian pribadi saya terhadap film ini. Maka dari itu, melihatnya secara objektif, saya rasa film ini tetap memiliki demografi dan tipe penonton tertentu yang dapat menikmatinya. Trailernya: youtu.be/Z1jyI9gRA2U

4.5/10

Di Bawah Lindungan Ka’bah: … (BO)

Moneyball

Moneyball (2011)
sut: Bennett Miller
pen: Steven Zaillian | Aaron Sorkin
A.S.

Film karakter yang luar biasa, dengan drama yang besar, karakterisasi yang kompleks, jalan cerita yang menggugah, dan disertai dengan sinematografi yang dengan indah menangkap hijau rumput lapangan.

Film ini menceritakan kisah seorang manajer (bukan pelatih) dari sebuah klub baseball ‘murah’. Tapi bukan berarti film ini sama seperti kebanyakan film olahraga lainnya. Sekali lagi, film ini merupakan film karakter.

Ditulis oleh dua penulis skenario besar dari Hollywood, disutradarai oleh sutradara film Capote (2006), dan dibintangi oleh salah satu aktor yang sangat selektif dalam memilih materi, hasil filmnya wajar bila sangat memuaskan. Sangat direkomendasikan bagi para cinephiles.

8.5/10

Moneyball: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Scent of a Woman

Scent of a Woman (1992)
sut: Martin Brest
pen: Giovanni Arpino (novel) | Bo Goldman
A.S.

Oke, seorang murid sekolahan mengambil kerja paruh waktu “menjaga” seorang veteran buta. Apa yang dapat terjadi? Banyak. Bisakah dibuat menarik? Bisa. Menarikkah hasilnya? Luar biasa! Whoo-ah!

Saya sangat menyukai film ini karena terdapat interaksi dinamis antar kedua tokoh utama. Ceritanya sangat menarik dan menyentuh, kemudian di atasnya ada akting super dari Al Pacino.

Sangat direkomendasikan.

9/10

Scent of a Woman: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

Man Bites Dog

Man Bites DogC’est Arrivé près de chez vous (1992)
sut: Rèmy Belvaux | Andrè Bonzel | Benoît Poelvoorde
pen: ####
Belgia

Film ini merupakan mockumentary tentang sekelompok anak muda yang ingin membuat film dokumenter mengenai seorang pembunuh berantai. Hitam-putih, dengan sudut pandang orang kedua, kita akan mengikuti kekerasan-kekerasan yang makin menjadi-jadi sepanjang film yang dieksekusi menjadi black comedy.

Banyak yang mengatakan, The Blair Witch Project (1999) adalah film yang memulai “trend” film-film “found footage” atau “dokumenter-fiksi” atau apalah istilahnya. Tetapi Man Bites Dog telah menggunakan teknik ini di tahun ’92 (secara loose).

Film ini merupakan film yang super “indie”, yang sempat kehabisan dana selama produksi dan harus jalan-berhenti-jalan, lalu akhirnya rangkum setelah satu tahun. Jadi bila anda ingin belajar membuat film indie dengan dana yang sangat tipis, tontonlah film ini dan Following (1998)-nya Nolan.

Film ini tidak direkomendasikan kepada para penikmat sinema mainstream bukan hanya karena violence yang brutal dalam film ini, tetapi “bentuk” (form) dan isi film ini sendiri kemungkinan akan mengalienasi penonton kasual.

Bagi pembaca yang ada di Jakarta yang tertarik untuk menonton film ini, akan ada pemutarannya di Kineforum DKJ TIM hari jumat besok tanggal 13 jam 19.30.

7.5/10

Man Bites Dog: Rekomendasi bagi penikmat film seni, tapi dengan peringatan. (21+)

Catatan: sangat violent

Fiksi.

Fiksi. (2008)
sut: Mouly Surya
pen: Joko Anwar | Mouly Surya
Indonesia

Film ini adalah film 2008 terbaik versi FFI, dengan 10 nominasi dan 4 menang. Mendapat pengakuan dari dalam dan luar negri. Film ini rilis tahun 2008, dan sekarang sudah (masih awal sih) 2012. Dan saya baru saja kelar menonton film ini. Cinephile macam apa saya ini!

Di antara film-film Indonesia yang telah saya tonton (yang jumlahnya masih sedikit), film ini termasuk salah satu yang terbaik. Karakter-karakternya hidup, ceritanya bagus, dan dibuat dengan baik. Saya pribadi sangat menyukai castingnya, paling tidak 3 karakter utama, dan terutama Ladya Cheryl. Mengapa ia tidak main di lebih banyak film lagi (mungkin ia sedang menunggu materi yang tepat untuk dirinya, yang mana merupakan smart move IMO)?

Bila anda juga belum menonton film ini, saya sangat merekomendasikannya.

8/10

Fiksi.: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Eraserhead

Eraserhead (1977)
sut: David Lynch
pen: David Lynch
A.S.

Sebuah film yang sangat aneh. Sangat surreal, aneh, dan menjijikkan. Film ini hanya dapat dinikmati oleh anda penggemar sinema seni, terutama yang sinema surreal.

Pengalaman saya saat menonton film ini adalah, terpaku di depan layar, hanyut dalam atmosfir film, bingung, penasaran, dan sesekali mencoba menahan mual.
Terlalu subyektif? Memang, karena saya pikir saking anehnya film ini, akan memancing interpretasi atau cara pandang yang berbeda bagi tiap penontonnya.

7/10

Eraserhead: Direkomendasikan bagi anda penggemar sinema surreal (17+)