ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Category Archives: D

Dilema

Dilema (2012)
sut: ####
pen: #####
Indonesia

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Di Bawah Lindungan Ka’bah

Di Bawah Lindungan Ka’bah | Under the Protection of Ka’Bah (2011)
sut: Hanny R. Saputra
pen: Titien Watimena | Armantono
Indonesia

Film ini film cinta hyper-melodrama sentimentil, bukan religi. Apapun itu yang membuat novelnya “best remembered” tidak bisa saya temukan di film ini. Bahkan judulnya seperti tidak nyambung. Membuat saya sangat penasaran, apa sebenarnya yang membuat para produsernya pikir pantas untuk mengeluarkan budget besar untuk kisah ini, padahal tidak ada permintaan pasar. Untuk menyaingi versi sebelumnya?

Endingnya bukan happy ending. Dan tidak ada pesan moralnya (dari yang saya tangkap). Kosong. Film cinta yang tidak happy ending namun sukses misalnya Titanic (1997) (in a way). Mungkinkah para produsernya bermaksud membuat Titanic-nya Indonesia? Paling tidak film itu nikmat ditonton.

Saya sudah banyak mendengar keluhan soal product placement di film ini dan merasa tidak separah itu. Tapi ada satu produk yang hanya dimakan oleh satu karakter di film ini, dan itupun satu-satunya karakter ‘jahat’-nya. LOL.

Melodrama bukanlah selera saya, dan harus saya akui faktor ini berperan besar dalam penilaian pribadi saya terhadap film ini. Maka dari itu, melihatnya secara objektif, saya rasa film ini tetap memiliki demografi dan tipe penonton tertentu yang dapat menikmatinya. Trailernya: youtu.be/Z1jyI9gRA2U

4.5/10

Di Bawah Lindungan Ka’bah: … (BO)

The Dark Knight

The Dark Knight (2008)
sut: Christopher Nolan
pen: Jonathan Nolan | Christopher Nolan |  (story by C. Nolan & David S. Goyer)
A.S.

Setelah melalui minggu pertama 2012 yang super sibuk sampai bahkan tidak bisa nonton satu film pun, akhirnya bisa menyempatkan waktu lagi. Untuk melepas dahaga sinema, saya memilih film aksi luar biasa yang berapa kali pun saya menonton film ini, selalu menghibur dan tidak pernah membosankan. TDK memang tidak sempurna, tetapi bagi saya film ini adalah film superhero terbaik sepanjang masa (mungkin akan digantikan oleh The Dark Knight Rises).

Editing di film ini amat sangat brilian. Tetapi untuk mempercepat pacing film (atau mungkin mengejar durasi), editornya bahkan memotong di tengah-tengah dialog karakter sampai mengorbankan kontinuiti di beberapa scene. Mungkin hal ini suatu “kesalahan”, tetapi dengan sangat rapi departemen suara berhasil “mengaburkan” flaws visual dengan editing suara. Atau mungkin memang hal ini yang ingin mereka capai.

Sinematografi TDK juga ikut membantu keasyikan menontonnya. Sebagian besar scenes kunci di film ini adalah di malam hari. Kadang seorang d.o.p. ingin terlalu “artistik” untuk scene malam dan malah membuatnya “terlalu gelap” (mencoba memfokuskan penonton pada karakter atau obyek tertentu dengan menggelapkan lingkungan sekitarnya tetapi malah mengalihkan perhatian karena penonton jadi penasaran ingin to mapped out (mendapatkan gambaran jelas dari) setting scene tersebut (saya tidak mengatakan hal tersebut jelek, teringat Fight Club (1999))). Tetapi di film ini, dan lebih condong karena pace cerita, decoupage, dan pace editingnya, hal yang dapat mengurangi keasyikan nonton tersebut tidak terjadi.

Score musiknya, luar biasa. Sangat mendukung visual, tetapi juga tetap dapat dinikmati secara terpisah dan menggetarkan hati. Mampu memperkaya pesan yang disampaikan oleh gambar, dan digunakan dengan sangat efektif sepanjang durasi film.

Lalu soal ceritanya sendiri. Jalan cerita TDK lumayan kompleks; tapi juga tidak kompleks-kompleks amat. Namun dengan apa adanya film ini tetap mudah dimengerti. Dari segi cerita film ini memiliki ciri khas yang sama dengan film-film aksi greats yang lain. Jalan cerita yang bagus, dengan alur yang baik, karakter-karakter yang punya arc masing-masing namun masih saling berhubungan, didukung beberapa subplot yang menarik, tetapi yang paling penting dieksekusi dengan cemerlang. Dan the Joker.

Christopher Nolan adalah seorang sutradara yang sangat hebat dan kompeten. Tetapi saya lebih mengaguminya sebagai penulis jenius. *tidak sabar menunggu bulan Juli*

9/10

The Dark Knight: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

Das Boot

Das Boot (1981)
sut: Wolfgang Petersen
pen: Wolfgang Petersen | Lothar-Günther Buchheim (novel)
Jerman

Film yang super luar biasa! Salah satu yang terbaik sepanjang masa. Sangat keren dan seru abis. Bravura filmmaking through and through.

Di dalam durasinya (director’s cut) yang panjang, tidak ada satupun momen yang membosankan, dan penuh dengan “tensi” dan emosi. Saya merasa film ini adalah contoh terbaik untuk jenis film thriller, padahal merupakan film aksi+drama, karena banyak momen yang membuat bulu kuduk merinding lebih daripada film genre horor atau thriller. Film ini juga mampu memompa adrenalin penonton yang sedang duduk dengan santai, benar-benar luar biasa.

10/10

Das Boot: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (17+)

Drive

Drive (2011)
sut: Nicolas Winding Refn
pen: Hossein Amini | James Sallis (book)
A.S.

Film ini cukup populer, dan mendapatkan banyak pujian dari berbagai kalangan, dan terutama membawakan penghargaan Best Director festival Cannes 2011 untuk sutradara Nicolas Winding Refn.

Film ini memang Eropa banget dalam style-nya, 99% berkat sensibilitas sutradaranya. Saya bisa melihat mengapa film ini bisa disukai banyak orang, dan kurang lebih sebagian besar karena akting, tempo cerita, dan penyutradaraan (temasuk pemilihan musik).

Namun saya tidak akan membohongi perasaan saya sendiri dan lalu mengikuti arus. Dari penilaian subyektif saya pribadi, atau lebih tepatnya keasyikan saya menontonnya, ada sedikit rasa kecewa. Dan ini mungkin karena ekspektasi saya yang terlalu tinggi.

Dari buzz yang sangat positif di Cannes, lalu sutradaranya mendapatkan Best Director, lalu banyak kritik film yang menyatakan film ini calon film terbaik untuk tahun 2011, dan sebagainya. Setelah menonton film ini rasanya tidak sebegitu amat.

Apalagi dengan akting yang kurang sregg dari Ryan Gosling. Dari beberapa filmnya yang sudah saya tonton, ia adalah aktor berbakat terutama di Blue Valentine (2010). Tapi di film ini, rasanya tidak cocok sekali. Ia tidak memberikan kesan “gelap”, misterius, maupun serba “memperhitungkan” yang seharusnya terpancar dari karakter Driver. Tapi saya menyadari, ini bukan fakta, dan hanya opini pribadi saya sendiri.

Secara keseluruhan, film ini memang film yang sangat bagus dan enak untuk dinikmati, dan direkomendasikan bagi para cinephiles, terutama yang tertarik untuk lebih mengenal luasnya lingkup sensibilitas sutradara Nicolas Winding Refn.

7.5/10

Drive: rekomendasi bagi para cinephiles (17+)

The Dinner Game + Dinner For Schmucks

The Dinner Game | Le Dîner de Cons (1998)
sut: Francis Veber
pen: Francis Veber
Perancis

Baca pos ini lebih lanjut

…Dalam Botol

Sut: Khir Rahman
Pen: Raja Azmi
Malaysia

Membuat film yang bertemakan queer di sebuah negara yang mayoritas Islam pastinya sulit dan cenderung menuai kontroversi. Bila dilihat dari sisi tersebut, patut diacungkan jempol untuk keberanian pembuat film ini. Di situlah nilai plusnya.

Film yang semula berjudul ‘Anu Dalam Botol’ mengangkat issue yang sesungguhnya dapat dieksplorasi lebih mendalam, ketimbang membuatnya menjadi seperti drama keluarga dan percintaan belaka.

Namun, film berbahasa Malaysia ini cukup tidak pretensius dalam pengadeganannya dan juga ada beberapa shot yang terindikasi menentang konsep patriarki yang sampai sekarang masih sangat dominan di mana pun, walau pejuang feminisme dan aktivis LGBT terus memperjuangkan kesetaraan gender tersebut.

Secara struktur dramatik, mungkin karena kecenderungan konfliknya lebih kepada konflik batin sehingga terkesan agak lambat. Oleh karena itu menurut saya ada baiknya menonton film ini harus dengan keadaan ruangan yang nyaman atau lebih baik lagi bila ada pemutaran di ruang semacam bioskop agar bisa berkonsentrasi dan tidak mengantuk. Jangan lupa, pastikan ada subtitle bila anda tidak mengerti bahasa Malaysia.

7/10

Dr. Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb

Dr. Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb (1964)
sut: Stanley Kubrick
pen: ####
Inggris

Film ini sudah cukup banyak menerima pujian sebagai salah satu film komedi terbaik sepanjang masa, dan film ini masih bisa tambah satu lagi dari saya: film ini adalah salah satu film komedi terbaik sepanjang masa. Bahkan dalam standar film secara umum juga film ini tetap salah satu yang terbaik sepanjang masa.
Sangat direkomendasikan (kehabisan kata-kata: yang penting filmnya oke banget, masterpis).

10/10

Dr. Strangelove: Rekomendasi bagi para cinephiles dan penggemar komedi (13+)

Double Indemnity

Double Indemnity (1944)
sut: Billy Wilder
pen: Billy Wilder | Raymond Chandler | James M. Cain (novel)
A.S.

Sebagai salah satu film noir terbaik, hingga hari ini pun film ini masih hold up dan mampu menggugah penonton. Sangat direkomendasikan untuk menyaksikan performance yang menakjubkan dari aktor-aktor utamanya, penyutradaraan yang luar biasa dari sutradara legendaris Billy Wilder, kisah thriller klasik, serta pace cerita dan film yang sudah sulit ditemukan di film-film kontemporer.

8.5/10

Double Indemnity: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)