ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Category Archives: B

Barry Lyndon

Barry Lyndon (1975)
sut: Stanley Kubrick
pen: Stanley Kubrick | William Makepeace Thackeray (novel)
Inggris Raya | A.S.

Durasinya 3 jam tapi tidak terasa. Sinematografinya merupakan satu lagi inovasi yang muncul dari filmnya Kubrick. Tata artistiknya, luar biasa. Kualitas kontennya, tidak perlu diragukan. Stanley Kubrick tidak pernah membuat film yang mirip satu sama lain, tapi di setiap keunikan film-filmnya, selalu ada ‘Kubrick’-nya juga.

Ada beberapa film yang sulit dijelaskan dengan kata-kata kenikmatan seperti apa yang kita dapatkan darinya, karena kenikmatan tersebut abstrak dan tidak bisa begitu saja sekedar ‘dibentuk’ untuk dimengerti oleh orang lain melalui serangkaian kata-kata semata, paling tidak oleh saya. Film ini adalah salah satunya.

9/10

Barry Lyndon: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (17+)

Iklan

Bridesmaid

Bridesmaid (2011)
sut: Paul Feig
pen: Kristen Wiig | Annie Mumolo
A.S.

Film ini sangat lucu, dan skenarionya memang pantas dapat nominasi Oscar untuk penulisan skenario asli terbaik. Skenarionya tidak jauh dari ‘resep’ Hollywood untuk film sejenisnya, tetapi ada sesuatu yang segar di dalamnya. Ada sesuatu yang berbeda.

Dan cukup mengejutkan mengetahui bahwa ini adalah skenario pertama dari kedua penulisnya, dan katanya mereka bahkan membeli dulu buku ‘how-to’ soal penulisan skenario.

Sering disebut-sebut sebagai The Hangover (2009) versi cewek, tetapi selain satu scene komedi jorok (berkenaan dengan muntah dan berak), menurut saya tipe komedinya berbeda.

Sangat direkomendasikan buat yang doyan komedi, terutama komedi kontemporer keluaran Hollywood.

7.5/10

Bridesmaid: rekomendasi bagi pecinta komedi (17+)

Batman: Under the Red Hood

Batman: Under the Red Hood (2010)
sut: Brandon Vietti
pen: Judd Winick
A.S.

Film ini merupakan kisah origin dari Red Hood. Bagi yang sebelumnya tidak tahu siapa dia, film ini akan menjadi perkenalan yang paling pantas untuk karakter ini.

Meski sebuah film kartun film ini kurang cocok untuk anak-anak di bawah sepuluh tahun. Karena film ini mengandung kekerasan termasuk pembunuhan berdarah dingin yang tidak ‘dilembutkan’ sama sekali–untungnya. Ceritanya sendiri sangat menarik karena sangat personal bagi Batman dan disusun dan di-pace dengan sangat baik. Adegan aksinya juga sangat luar biasa. Semuanya dipikirkan, dikoreografi, dan ditampilkan dengan cermat, sangat keren.

7.5/10

Batman: Under the Red Hood: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Batman: Year One

Batman: Year One (2011)
sut: Sam Liu | Lauren Montgomery
pen: Tab Murphy
A.S.

Seperti judulnya, film ini menceritakan tahun pertama hidupnya legenda Batman, bahkan sampai memberikan keterangan tanggal dan bulannya. Film ini merupakan adaptasi langsung dari komik dengan judul yang sama. Saya belum membaca komik tersebut, jadi tidak tahu apakah detail kemunculan Batman dibeberkan secara utuh, tetapi dalam film animasi berdurasi 60an menit ini, tidak detil.

Kita tidak diberitahu bagaimana Bruce Wayne mendapatkan kostumnya, gadget2nya, apakah ia telah punya bat-cave, dan segala macam detil-detil logistik dan administratif lainnya. Ia tiba-tiba saja sudah jadi Batman. Tapi mungkin semua itu dinilai tidak perlu untuk dijabarkan secara detil, karena film ini sangat berfokus hanya pada kisah awal Batman, dan lebih bersandar kepada sudut pandang Kapten Gordon.

Dan bila melihat judulnya kembali (yang sangat keren menurut saya), film ini memang tidak bermaksud untuk menjadi cerita origin, tapi tahun pertama. Untuk versi cerita origin Batman yang terbaik, tetap masih Batman Begins (2005). Komik yang mendasari film animasi ini sempat direncanakan untuk diadaptasi jadi live-action, dengan sutradara Darren Aronofsky, tapi dibatalkan untuk membuat versi Nolan, yang memang merupakan kisah yang lebih kompleks dan dalam. Namun sebagai sebuah film animasi, kisah Year One ini tetap sangat direkomendasikan kepada setiap penggemar maupun orang-orang yang tertarik pada karakter Batman.

7/10

Batman: Year One: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Battle: Los Angeles

Battle: Los Angeles (2011)
sut: Jonathan Liebesman
pen: Chris Bertolini
A.S.

Penuh dengan adegan aksi namun plotnya tipis, film ini masih dapat dinikmati bila anda terima saja sebagai film hiburan. Dengan konsep cinema verite dan editing super cepat yang sepertinya tidak ada satu shot pun yang berdurasi paling tidak 5 detik, setiap adegan aksinya yang untungnya bagus akan menahan perhatian anda. Dan jumlahnya banyak sekali, mencakup sekitar 80% durasi, sehingga film ini tidak membosankan. Direkomendasikan bagi penikmat film aksi.

7/10

Battle: L.A.: rekomendasi bagi penikmat aksi non-stop (13+)

The Bridge on the River Kwai

The Bridge on the River Kwai (1957)
sut: David Lean
pen: Michael Wilson | Carl Foreman | Pierre Boulle (novel)
Inggris | A.S.

Film epik dari sutradara epik David Lean. Film ini sangat memukau dalam segala hal dan wajib tonton bagi para cinephile. Satu hal yang paling menonjol dalam film ini adalah para karakternya dan interaksi mereka satu sama lain. Karakter-karakternya yang sangat ‘hidup’-lah yang membuat film ini sangat ‘hidup’. Dan endingnya, wah, benar-benar hebat.

Oiya, film ini epik, dan durasinya juga epik ^_^ jadi usahakan tonton di waktu yang tepat sehingga anda dapat menyelesaikannya in one sitting.

9/10

The Bridge on the River Kwai: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (13+)

Beetlejuice

Beetlejuice (1988)
sut: Tim Burton
pen: ####
A.S.

Beetle Juice adalah film hantu yang kocak, ringan, dan sangat menghibur. Memang special dan visual efeknya sudah lumayan dated, namun filmnya sendiri sebagai sekedar film masih dapat dinikmati hingga hari ini.

Ceritanya ringan dan menarik, dengan pace yang halus, akting yang berdedikasi dan “serius” (untuk ukuran film keluarga), visual dan tata artistik yang brilian, film ini sangat direkomendasikan sebagai tontonan keluarga.

7.5/10

Beetle Juice: rekomendasi bagi para penikmat komedi ringan (BO)

Bronson

Bronson (2009)
sut: Nicolas Winding Refn
pen: Brock Norman Brock | Nicolas Winding Refn
Inggris Raya

Film ini menceritakan kisah narapidana paling terkenal di Inggris, Charles Bronson. Bronson yang tadinya dipidana 7 tahun penjara karena perampokan, menjalani tambahan-tambahan hukuman karena banyak insiden berikutnya di dalam penjara.

Filmnya sendiri terasa kurang fokus dan berbelok-belok seperti naik mobil yang disetir oleh orang mabuk. Sehingga kita tidak pernah benar-benar mengenal karakter Bronson meski film ini dinarasi sendiri oleh karakter Bronson. Namun, saya rasa hal itulah yang membuat film ini menjadi super keren.

Tidak direkomendasikan pada penikmat sinema mainstream, karena pendekatan yang digunakan oleh sutradara Refn tidak konvensional dan rada surreal, (saya sih sebenarnya oke-oke saja tapi dalam hal ini) tidak menguntungkan filmnya secara keseluruhan. Bisa dibilang ingin mengimplikasikan sebuah makna penting, namun pada akhirnya terasa tanpa makna.

Tetapi saya yakin di antara para penikmat sinema seni, pasti ada yang menyukainya. Apalagi terdapat akting yang mengagumkan dari Tom Hardy.

7.5/10

Bronson: Silahkan dicoba, bagi anda yang menikmati film-film yang tidak konvensional (21+)

The Bang Bang Club

The Bang Bang Club (2010)
sut: Steven Silver
pen: Steven Silver
A.S.

Baca pos ini lebih lanjut

Breaking Dawn part 1

The Twilight Saga: Breaking Dawn – part 1 (2011)
sut: Bill Condon
pen: Stephenie Meyer (novel) | Melissa Rosenberg
A.S.

Baca pos ini lebih lanjut