ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: horor

Hi5teria

Hi5teria (2012)
sut: #####
pen: ######
Indonesia

Omnibus 5 film horor, dan tidak ada yang benar-benar luar biasa. Kecuali mungkin film ‘Loket’ yang disutradarai dengan sangat baik.

Memang sih terdapat beberapa momen-momen yang menarik. Dan saya bisa mengerti bila ada yang bisa menyukai film ini. Namun bila anda mencari film yang nakutin, bukan sekedar ngagetin, saya rasa film ini akan mengecewakan.

6/10

Hi5teria: … (13+)

Iklan

Incendies

Incendies (2010)
sut: Denis Villeneuve
pen: Denis Villeneuve | Wajdi Mouawad (cerita)
Kanada

Film yang sungguh luar biasa.

Melalui surat wasiat ibu mereka, dua anak kembar diminta menepati ‘janji’ ibu mereka dengan mencari ayah yang mereka pikir telah tiada dan seorang saudara yang mereka tidak pernah tahu mereka miliki.

Apa yang akan anda saksikan kemudian takkan pernah terlupakan.

Buat cinephiles, film ini wajib tonton. Anda tidak akan menyesal.

9/10

Incendies: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (17+)

The Cook, The Thief, His Wife, and Her Lover

The Cook The Thief His Wife and Her Lover (1989)
sut: Peter Greenaway
pen: Peter Greenaway
Prancis | Inggris Raya

Baca pos ini lebih lanjut

Tucker & Dale vs Evil

Tucker & Dale vs Evil (2010)
sut: Eli Craig
pen: Eli Craig | Morgan Jurgenson
Kanada | A.S.

Film ini bukan parodi film-film slasher remaja biasa. Film ini melangkah jauh melampaui premisnya.

Film ini memainkan kesalahpahaman dengan menjadikan dua karakter yang biasanya akan menjadi antagonis di film-film slasher biasa sebagai protagonisnya. Bahkan posternya pun bisa menyebabkan kesalahpahaman. Dan bagaimana bila para remaja yang pergi berkemah yang menjadi antagonis dan ingin membunuh mereka? Sumpah kocak abis. Tidak kurang lelucon dan darah.

Film ini sangat cerdas dalam memainkan komedi dari kesalahpahaman/prasangka, dan hal terburuk (terkocak) apa yang dapat timbul dari sana. Dan ‘pergerakan’/aliran ceritanya sungguh luar biasa.

Selucu-lucunya film ini, juga tetap memiliki beberapa hal yang pantas untuk diambil hikmahnya. Asal main ambil kesimpulan sendiri dan menghakimi orang lain dapat mengakibatkan kematian yang mengerikan. MUAHAHAHAHA!! *ehem*

8/10

Tucker & Dale vs Evil: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Take Shelter

Take Shelter (2011)
sut: Jeff Nichols
pen: Jeff Nichols
A.S.

Film ini agak mirip dengan film lain yang dibintangi Michael Shannon juga, Bug (2006). Tidak benar-benar mirip, tapi polanya sama. Yaitu membuat penonton menerka-nerka sepanjang film, apakah kita sedang bersama protagonis yang ‘benar’ atau malah gila, dan jawabannya baru ada di akhir. Tapi menurut saya film ini lebih baik dari Bug.

Cara Jeff Nichols terus-terusan menahan rasa penasaran kita dengan memberikan ‘mimpi-mimpi’ yang menyeramkan, lalu diperbandingkannya dengan ‘kenormalan’ sehari-hari; sangat jitu dalam membuat sulit untuk benar-benar memastikan kebenarannya. Dan juga casting dan akting yang sangat luar biasa dari Michael Shannon menambah kehebatan film ini.

Sangat direkomendasikan bagi penggemar thriller, horor, misteri, dan drama.

7.5/10

Take Shelter: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Paranormal Activity 3

Paranormal Activity 3 (2011)
sut: Henry Joost | Ariel Schulman
pen: Christopher B. Landon | #
A.S.

Film ini film horor yang bagus, dan wajar saja bila banyak yang menganggap film ini adalah yang terbaik dari franchise ini. Film ini lebih mahal, memiliki banyak ide-ide baru, dan sangat pandai dalam menempatkan diri ke dalam “cerita besar”-nya.

Saya setuju film ini lebih baik dari yang kedua, dan mungkin dari yang pertama, tetapi film ini tidak memiliki rasa “mentah” yang terdapat di film pertama. Rasa mentah yang saya maksud adalah di film pertama hasil rekamannya seperti diberikan dengan apa adanya, tanpa adanya sense seorang editor yang menyusun gambar untuk menciptakan efek tertentu (dalam hal ini horor).

Di film yang ketiga ini sense keberadaan seorang editor dengan mind-set film horor yang memilih cutting point shot untuk menciptakan efek horor sangat terasa, sehingga hanya menjadi salah-satu-trik-film-horor-yang-lain. Tidak seperti film pertama yang tidak memberikan horor dengan editing, tetapi murni dengan mise en scene, yang membuat kesan found footage yang di-assembly dengan seadanya tanpa niat “film” di belakangnya lebih kental.

Secara keseluruhan film ini merupakan film horor yang baik, dan mampu memberikan horor-nya dengan efektif dengan cara yang cerdas, meski memiliki beberapa (tidak banyak) trik horor yang sekedar “ngagetin.”

7/10

Paranormal Activity 3: rekomendasi bagi para penikmat horor (13+)

Pulau Hantu 3

Pulau Hantu 3 (2012)
sut: Jose Poernomo
Indonesia

Seperti yang dengan mudah telah terduga sebelumnya, plot film ini sangat tipis dan memang hanya bermaksud menjadi film bokep berkedok horor komedi. Sebaiknya tidak usah membahas sisi naratif, estetik dan artistiknya, karena filmnya sendiri sadar akan tujuan eksistensinya dan tidak mencoba untuk keluar dari kapasitasnya.

Dari segi teknis, film ini cukup kompeten. Standar film all style no substance. Yang menarik adalah film ini menyadari semua style klise yang digunakan di dalamnya, lalu dengan jujur mengeksekusinya tanpa embel-embel yang pretensius.

Sikap tahu diri film ini dalam memberikan apa yang dijanjikan premisnya merupakan nilai plus dalam buku saya. Jadi bila anda hanya ingin melihat eksploitasi tubuh semampai wanita-wanita seksi, yang diselingi komedi garing dan adegan horor yang enggak serem, anda akan mendapatkannya. Itu saja.

5/10

Pulau Hantu 3: bagi yang tertarik (17+)

The Perfect House

The Perfect House (2011)
sut: Affandi Abdul Rachman
pen: ###
Indonesia

Denger-denger, orang-orang pada memuji-muji film ini sebagai film psikologi thriller slasher horror keren dari Indonesia yang masuk festival Puchon, sebagai pelita di tengah lesunya dunia film horor kita karena film-film horor pocong-pocongan.

Ekspektasi saya meninggi, masuk ke bioskop dengan penuh semangat, dan keluar dengan kecewa.

Film ini berusaha meninggikan tensi dengan misteri yang tidak membuat kita penasaran, bahkan sudah tertebak lebih dulu, dan dengan menggunakan trik-trik yang sudah banyak terdapat di film-film horor luar negri. Saya rasa bagi cinephiles horor akan merasa bosan karena sudah sering melihat hal yang sama, hanya saja sekarang dalam film Indonesia.

Tapi meski hasilnya agak mengecewakan, paling tidak masih ada yang niat untuk membuat film berkualitas.

5/10

The Perfect House: Rekomendasi bagi yang jengah ama pocong dan kuntilanak (13+)

The Butcher Boy

The Butcher Boy (1997)
sut: Neil Jordan
pen: Patrick McCabe (novel) | Neil Jordan | Patrick McCabe
A.S.

Sebuah film yang akan membawa kita masuk ke kehidupan seorang bocah yang ‘menolak menjadi dewasa’. Film ini sangat mengingatkan kepada The 400 Blows (1959)-nya Truffaut, tetapi juga cukup berbeda.

Ulasan ini hanya bertujuan untuk menginformasikan saja, bahwa ada sebuah film yang rilis di tahun 1997 berjudul The Butcher Boy, dan film tersebut cukup pantas untuk anda tonton dan apresiasi. Terutama penampilan aktor cilik karakter utamanya, luar biasa mengagumkan.

8/10

The Butcher Boy: Rekomendasi bagi para cinephiles (17+)

Lost in Papua

Lost In Papua (2011)
sut: Irham Acho Bahtiar
pen: Ace Arca | Augit Prima
Indonesia

Film ini, dengan menyesal saya katakan, buruk. Saya tadinya ingin menuliskan esai yang yang mengeluh mengenai banyak hal yang membuat film ini buruk, dan juga hal yang semestinya baik namun diburukkan (gak bermaksud sok pinter). Tetapi biar ulasan ini tetap dalam format yang singkat dan padat, saya hanya akan menuliskan: film ini dapat menghibur asalkan ekspektasi anda rendah. Malah, terdapat unintentional comedy yang membuat terbahak-bahak.

4/10

Lost In Papua: yah… (13+)