ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: aksi

The Hunger Games

The Hunger Games (2012)
sut: Gary Ross
pen: Gary Ross | Suzanne Collins | Billy Ray
A.S.

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

The Raid

The Raid (2011)
sut: Gareth Evans
pen: Gareth Evans
Indonesia

Heeeeaaaaaagghhhh rrraaaaaaaaahhhhhhh hrrrraaaaaaaaa grhaaaaaaaaaaeeeeeaaaaaaa gwrstyyaaaarrrrrrggghhhhch mmbbbbeeeeeeeekkkkk mhuuurrrraaaagggghhtttxxrzz!!!!! lol.

Sangat menyenangkan dan menghibur. Film ini penuh klise dan percakapan yang terlalu ‘menjelaskan’. Tapi adegan berantemnya keren abis. Ganas. Suaranya mantap. Darahnya mantap. Mad Dog-nya mantap.

Cari hiburan dari adegan aksinya saja. Jangan mengharapkan apa-apa dari plot maupun karakter, karena anda akan kecewa. Film ini murni serangkaian sekuens aksi.

Gareth Evans adalah sutradara yang jago dalam muncul dengan premis yang sangat menarik, tapi tidak terlalu niat untuk mengembangkannya menjadi sebuah cerita ‘bagus’. Premis film Merantau secara keseluruhan. Premis film The Raid secara keseluruhan. Juga premis adegan berantem klimaks yang prosesnya tidak konvensional (jagoan terpaksa main keroyokan). Mungkin bila ia bekerja sama dengan penulis yang handal, Salman Aristo misalnya, cerita yang timbul dari premis-premis tersebut bisa lebih menggugah.

Namun secara keseluruhan, film ini sangat menghibur. Saya agak malu sebenarnya memberi nilai sangat tinggi untuk film ini setelah membaca review Roger Ebert dan setuju dengan semua poinnya.
Tapi saya harus jujur, film ini ada ‘greget’-nya, lol.

8/10

The Raid: rekomendasi bagi penikmat film aksi (13+)

Merantau

Merantau (2009)
sut: Gareth Evans
pen: Gareth Evans
Indonesia

Klise, klise, klise. Dari sisi naratif, dari sisi filmmaking, dari sisi aksi. Semua yang terdapat dalam film ini sudah dapat dilihat di banyak film-film yang telah muncul terlebih dahulu (oke, mungkin tidak di sinema Indonesia).

Tapi tidak semua yang klise otomatis buruk. Terkadang kita tidak perlu cerita yang tebal, karakterisasi yang bulat, ataupun sesuatu yang baru. Terkadang kita hanya ingin melihat orang berantem abis-abisan saling pukul sampai bonyok dengan koreografi indah nan liar.

Dan film ini menyadari betul hal tersebut sebagai tujuan utamanya, sehingga tidak repot-repot memberikan kisah yang menggugah maupun pesan yang dalam dengan simbolisasi filosofi macam-macam. Film ini hanya menawarkan dirinya di apa adanya, hanya ingin menghibur, suka tidak suka.

Ceritanya yang sangat sederhana murni hanya sekedar sarana untuk menunjukkan serentetan sekuens aksi silat. Awal-awal durasi yang digunakan sebagai introduksi dan set-up memang cukup menyiksa untuk ditonton, tapi setelah ceritanya naik gigi di sekitar menit 30, film ini sangat menghibur. Adegan aksinya maksud saya. Kalau menilai ceritanya terpisah, dalam skala 1 sampai 10 akan saya beri 4. Tapi di sisi lain karena film ini dengan sukses menghidupkan kembali gairah perfilman genre aksi domestik, mengandung koreografi dan eksekusi silat yang keren, dan terutama karena telah memberikan Indonesia bintang laga baru luar biasa, IKO UWAIS, jadi 10.

7/10

Merantau: rekomendasi bagi penggemar aksi (13+)

Ghost Rider: Spirit of Vengeance

Ghost Rider: Spirit of Vengeance (2012)
sut: Neveldine/Taylor
pen: ###
A.S.

(yang 2d)

Sangkanya, dengan sutradara Crank (2006) kita akan mendapatkan film aksi ber-pace tinggi dengan banyak momen-momen ‘keren’. Apalagi setelah melihat di-balik-layar-nya di youtube yang keren abis. Tapi film ini lumayan membosankan. Bahkan adegan aksinya juga membosankan, serius! Kecuali mungkin yang di klimaks.
Jadi kalau bingung mau nonton apa minggu ini dan cuma bisa nonton satu film saja, film ini tunggu dvdnya saja (rental atau bajakan, bukan beli). Lebih baik nonton Malaikat Tanpa Sayap (2012), serius!

5.5/10

Ghost Rider 2: buat yang tertarik (13+)

This Means War

This Means War (2012)
sut: McG
pen: ####
A.S.

Film ini tidak luar biasa, tapi cukup menghibur buat saya. Dua sahabat yang bersaing untuk mendapatkan hati wanita yang sama, hmm, punya potensi untuk dieksekusi menjadi menarik. Apalagi kalau kedua sahabat itu adalah agen CIA dan menggunakan teknologi-teknologi tinggi agensinya untuk tujuan pribadi mereka itu, hmm, punya potensi untuk menjadi seru sekaligus kocak. Tapi seperti itukah hasil akhirnya? Hmm, tidak juga.

Ketiga bintang utamanya adalah aktor-aktor hebat, dengan karismanya masing-masing, tapi mungkin karena mendapat arahan yang kurang kuat soal konteks sebuah adegan di dalam film secara keseluruhan, ada rasa kurang pas. Dan saya rasa Reese Whiterspoon bukanlah aktris yang tepat untuk memerankan seorang wanita yang dikejar mati-matian oleh dua pria tampan, tapi yang ini mungkin adalah konsep, bahwa yang penting adalah karakter, bukan penampilan yang dapat menaklukkan hati pria.

Dan keseluruhan babak kedua film ini hanyalah elaborasi premisnya semata, tidak lebih, walau tidak membosankan, yang membuat film ini hanya film hiburan semata. Hanya sekedar film buddy-rom-com-aksi sesuai genre-nya.

Pada akhirnya film ini tidak lebih dari apa yang dijanjikan premisnya, dan bila anda tidak apa-apa dengan itu, anda pasti dapat menikmati film ini.

7/10

This Means War: rekomendasi bagi penikmat komedi aksi romantis (13+)

Haywire

Haywire (2011)
sut: Steven Soderbergh
pen: Lem Dobbs
A.S.

Saya suka sekali terhadap gaya visual Steven Soderbergh, dan di film ini pertama kalinya kita dapat melihatnya ‘menangani’ adegan aksi. Dan jumlahnya tidak hanya dua-tiga, tapi banyak, dan semuanya sangat mengagumkan, sangat realistis, keren abis, top notch. Soderbergh jagonya membuat film dengan murah namun berkualitas tinggi.

Tapi seperti biasa, gaya visualnya terkadang (jarang) jadi asyik sendiri sehingga meninggalkan penonton. Kita jadi sempat bingung terhadap adegan yang jadi eksesif tanpa pay-offs yang memuaskan. Tapi ini hanya sedikit sekali, karena film ini asli keren. Dan Steven Soderbergh telah berhasil ‘menemukan’ bintang aksi wanita baru yang dapat selevel atau bahkan melebihi Angelina Jolie. Sangat direkomendasikan.

8.5/10

Haywire: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Contraband

Contraband (2012)
sut: Baltasar Kormákur
pen: Aaron Guzikowski | ##
A.S.

Film aksi yang sangat cerdas, dan berani mengutak-atik bentuk naratif konvensional film-film aksi semacamnya. Film ini bagus sekali, direkomendasikan untuk penikmat film-film aksi, dan para cinephiles yang ingin melihat alternatif lain dari bentuk naratif film aksi.

7.5/10

Contraband: rekomendasi bagi para penikmat aksi (13+)

X-Men: First Class

X-Men: First Class (2011)
sut: Matthew Vaughn
pen: ######
A.S.

Baca pos ini lebih lanjut

Transformers: Dark of the Moon

Transformers: Dark of the Moon (2011)
sut: Michael Bay
pen: Ehren Kruger
A.S.

Di film ini, Michael Bay telah mendengarkan keluhan penonton dan sudah tidak memberikan plot yang kelewatan serta adegan aksi yang terlalu liar dan sulit diikuti. Di sini adegan aksinya lebih mudah diikuti, sehingga masih ada “sesuatu” yang sampai ke penonton bukan sekedar warna-warni hasil renderan yang berkedip-kedip di layar.

Film ketiga ini juga memiliki plot yang lebih “sederhana” dan antagonis yang lebih “berdimensi” dari sebelum-sebelumnya dan bla bla bla. Saya tidak menyesal tidak menontonnya di bioskop, karena film ini cocok ditonton di tempat yang bisa rileks 100% (selonjoran, tiduran, makan kerupuk, kentut, pause, ke belakang, dll). Karena bila tidak, saya rasa durasinya yang cukup panjang yang sebagian besar hanya berisi mindless action semata akan membuat film ini pengalaman sinema yang menjemukan.

Intinya menurut saya film ini lebih baik daripada dua film pendahulunya. Dan endingnya cukup mengejutkan. Direkomendasikan untuk ditonton di waktu luang untuk rileks. Dan buat para pembenci Michael Bay, saya rasa anda hanya tidak menyukai sensibilitasnya, tetapi itu tidak berarti dia adalah sutradara yang buruk lho.

7.5/10

Transformers 3: rekomendasi bagi penikmat aksi non-stop (13+)

Abduction

Abduction (2011)
sut: John Singleton
pen: Shawn Christensen
A.S.

Film aksi thriller yang cukup menarik dan menghibur. Taylor Lautner ternyata cukup pantas untuk menjadi seorang bintang laga, meski wajahnya cukup “manis”. Tapi kemudian, siapa sangka Matt Damon saat main di Good Will Hunting (1997) atau The Talented Mr. Ripley (1999) bakal menjadi aktor paling cocok memerankan Jason Bourne?

Direkomendasikan bagi para penikmat aksi.

7/10

Abduction: rekomendasi bagi penikmat sinema aksi (13+)