ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: sureal

Aguirre: The Wrath of God

Aguirre: The Wrath of God | Aguirre, der Zorn Gottes (1972)
sut: Werner Herzog
pen: Werner Herzog
Jerman

Menceritakan sebuah ekspedisi tentara Spanyol dalam mencari El Dorado di tengah Amazon, tahun 1500an. Drama di dalam film ini memiliki unsur-unsur konvensional namun sama sekali tidak terasa begitu. Entah mungkin karena cara penyampaiannya atau cara syutingnya, unsur-unsur dramanya sangat tipis tetapi ada ‘sesuatu’ di baliknya.

Film ini agak ‘aneh’. Para karakternya tidak berdimensi, dan kita tidak peduli pada mereka bahkan saat ada yang mati sekalipun. Juga film ini sama sekali tidak berusaha untuk membuat kita untuk bertanya-tanya apakah mereka akan berhasil atau tidak. Tetapi anehnya kita tetap dapat terpikat terhadap ‘sesuatu (entah apa)’ untuk terus menonton hingga akhir. Mungkin karena karisma Klaus Kinski sebagai Aguirre, atau mungkin karena tone filmnya yang bagai mimpi. Film ini sangat hebat dalam memberikan fenomena kegilaan di tengah hutan, dan bagian mana dari film ini yang menginspirasi Apocalypse Now baru jelas setelah menontonnya.

Film ini menyampaikan ceritanya dengan straightforward, bahkan seperti tidak niat untuk menggarisbawahi setiap drama yang terdapat di dalamnya. Seperti cerita yang diceritakan oleh seseorang yang telah menceritakan cerita yang sedang ia ceritakan ratusan kali sebelumnya hingga ia sudah tidak menggebu-gebu dan lost interest untuk pendengarnya merasakan hal yang sama yang ia rasakan saat ia masih interested. Tapi caranya bercerita tetap menarik!

Kadang serasa menonton sebuah film dokumenter. Kadang malah sureal. Aneh, dalam arti positif.

8.5/10

Aguirre: The Wrath of God: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Iklan

Persona

Persona (1966)
sut: Ingmar Bergman
pen: Ingmar Bergman
Swedia

HATTRICK!!!!! Baru tiga filmnya yang saya tonton tiga-tiganya masterpiece!

Dari sudut pandang tertentu, film ini bisa dibilang hanya terdiri dari dua wanita yang ‘terlibat percakapan’. Maka tidak untuk semua orang.

Di film ini ada banyak hal-hal inspiratif spesifik tertentu yang bisa kita lihat terdapat di banyak film-film modern, menunjukkan betapa besarnya pengaruh seorang Ingmar Bergman di dunia sinema. Sangat direkomendasikan bagi para cinephiles (yang belum nonton).

Amat sangat direkomendasikan banget sekali. Omong-omong, ternyata Tyler Durden sudah ada sejak 60an, lol.

10/10

Ingmar Bergman: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (17+)

The Turin Horse

The Turin Horse | A Torinói ló (2011)
sut: Béla Tarr | Ágnes Hranitzky
pen: Béla Tarr | László Krasznahorkai
Hungaria

Mungkinkah ini yang ada di kepala Nietzsche?

Mungkin anda pernah mendengar/membaca cerita mengenai kejadian mental breakdown yang dialami Friedrich Nietzsche, seorang ahli filsafat asal Jerman. Pada 3 Januari 1889, Nietzsche menyaksikan seekor kuda taksi dicambuk oleh pemiliknya karena tidak mau bergerak. Ia langsung menghentikan aksi tersebut dengan berlari dan memeluk leher kuda itu sambil menangis, lalu ambruk. Setelah hari itu Nietzsche masih hidup selama 10 tahun, dalam keadaan diam dan gila.

Film ini adalah mengenai kuda itu. Bisa dibilang. Kurang lebih.

Mungkin anda pernah mendengar/membaca istilah film seni. Film yang sulit dimengerti, pacing-nya lambat, populer di festival, dan dibenci penonton kasual. Film ini tidak ragu lagi masuk dalam kategori itu.

Béla Tarr bukanlah tipe sutradara yang pemalu, dalam menggunakan durasi untuk membangun mood dan atmosfir. Bila ia memiliki point yang perlu disampaikan dengan memperlihatkan kegiatan yang mundane dalam real-time, akan tetap ia lakukan. Bandingkan saja: film ini terdiri hanya dari 30 shot (30 cuts), sementara film biasa rata-rata 600-700 cuts.

Mungkin anda pernah mendengar/membaca mengenai seorang sutradara film bernama Andrei Tarkovsky. Film-filmnya akan sulit dinikmati penonton kasual atau penonton yang belum pernah mengonsumsi film yang tidak menggunakan struktur naratif Hollywood. Tapi buat yang sudah pernah menonton karya-karya Andrei Tarkovsky dan dapat mengapresiasinya, The Turin Horse kemungkinan besar akan cocok dengan anda.

8.5/10

The Turin Horse: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Love is U

Love is U (2012)
sut: Hanny R. Saputra
pen:
Indonesia

*Ulasan yang tidak baik, jadi dihapus aja. Maaf.

3/10

Love is U: tidak direkomendasikan (10-)

The Cook, The Thief, His Wife, and Her Lover

The Cook The Thief His Wife and Her Lover (1989)
sut: Peter Greenaway
pen: Peter Greenaway
Prancis | Inggris Raya

Baca pos ini lebih lanjut

Lucky Luke

Lucky Luke (2009)
sut: James Huth
pen: #####
Perancis

Film komedi yang sangat menarik. Di Perancis memang orang-orangnya jago sekali membuat film komedi sureal konyol namun bisa artistik. Memainkan kisah Lucky Luke yang bersetting di Amerika tapi menggunakan bahasa Perancis saja sudah sureal lebih dari komiknya karena ini live-action. Film ini sangat bertolak belakang dengan film-film western spageti.

Struktur naratif film ini tetap masih berada di wilayah konvensional dan leluconnya tidak banyak, tetapi dengan komedi ala Perancisnya ada rasa segar yang orisinal (atau terasa orisnial mungkin hanya karena saya yang masih kurang nonton komedi Prancis). Juga dengan penyutradaraan dan penampilan yang baik dari para aktornya terutama Jean Dujardin, menjadikan dunia dalam film ini mudah dinikmati. Film yang cukup menarik, direkomendasikan untuk anda tonton bila berkesempatan.

6.5/10

Lucky Luke: rekomendasi bagi penikmat komedi dan western (13+)

Madame X

Madame X (2010)
sut: Lucky Kuswandi
pen: Lucky Kuswandi
Indonesia

Waw, film tentang bencong yang rada sureal dan kocak ini cukup menghibur. Idenya saja, yaitu tentang superhero bencong salon, sudah menggelikan. Begitu juga cukup banyaknya konteks kata bencong dan banci yang diutarakan dalam film ini, sangat menggelikan. Penampilan para aktor di atas truk waktu adegan penculikan bencong-bencong juga membuat terpingkal-pingkal.

Sayang production value film ini agak kurang. Kelihatan sekali film ini dishot dengan murah dan cepat, meski banyak ‘crane’ (?) shotnya. Dan hal yang menyumbang sangat besar dalam kurangnya production value ini adalah sinematografi yang bisa dibilang kurang dan mudah, terutama shot-shot exteriornya. Tapi hal-hal ini mungkin dapat disalahkan kepada kurangnya budget, bukan orang-orang kreatifnya.

Konsep dan idenya sangat menarik, dan editingnya mengagumkan. Akting-akting yang terdapat di dalamnya juga lumayan ‘serius’ untuk film yang tidak menganggap dirinya serius. Sindiran sosialnya juga cukup terang-terangan, yang meski stance filmmakernya cukup jelas sehingga menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman, hal ini tidak terlalu mengganggu kenyamanan nonton secara keseluruhan.

Pada intinya, dengan segala kekurangan teknis dan estetiknya, menurut saya film ini adalah salah satu film berkualitas kita.

7/10

Madame X: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Eraserhead

Eraserhead (1977)
sut: David Lynch
pen: David Lynch
A.S.

Sebuah film yang sangat aneh. Sangat surreal, aneh, dan menjijikkan. Film ini hanya dapat dinikmati oleh anda penggemar sinema seni, terutama yang sinema surreal.

Pengalaman saya saat menonton film ini adalah, terpaku di depan layar, hanyut dalam atmosfir film, bingung, penasaran, dan sesekali mencoba menahan mual.
Terlalu subyektif? Memang, karena saya pikir saking anehnya film ini, akan memancing interpretasi atau cara pandang yang berbeda bagi tiap penontonnya.

7/10

Eraserhead: Direkomendasikan bagi anda penggemar sinema surreal (17+)

Valhalla Rising

Valhalla Rising (2009)
sut: Nicolas Winding Refn
pen: Roy Jacobsen | Nicolas Winding Refn
Denmark | Britania Raya

Valhalla Rising adalah film tentang seorang ksatria(?) atau budak untuk sebuah judi pertarungan. Semacam gladiator. Ia bisu, dan buta sebelah. Tapi seorang petarung yang perkasa. Ia lalu berhasil bebas, lalu bergabung dengan sekelompok ksatria Kristen yang ingin pergi ke Yerussalem untuk ikut perang Salib. Lalu film ini menjadi semacam film perjalanan eksistensial yang agak mirip dengan Apocalypse Now (1979).

Sulit untuk merekomendasikan film ini bagi penikmat sinema mainstream, karena kadang pace/tempo film ini menjadi sangat lambat akan menguji kesabaran, dan anda akan merasa kecewa.

Tapi hal positif bagi anda yang tetap ingin menontonnya: film ini dibuat dengan terampil dari segala sisi filmmaking. Juga terdapat beberapa adegan aksi yang keren tapi sangat violent, seperti memecahkan kepala orang dengan batu dan mengeluarkan isi perut seseorang hidup-hidup.

8/10

Valhalla Rising: Bagi anda yang memiliki sensibilitas untuk menikmati film yang bertempo sangat lambat sekaligus kuat menonton kekerasan yang berdarah-darah (21+)

Bronson

Bronson (2009)
sut: Nicolas Winding Refn
pen: Brock Norman Brock | Nicolas Winding Refn
Inggris Raya

Film ini menceritakan kisah narapidana paling terkenal di Inggris, Charles Bronson. Bronson yang tadinya dipidana 7 tahun penjara karena perampokan, menjalani tambahan-tambahan hukuman karena banyak insiden berikutnya di dalam penjara.

Filmnya sendiri terasa kurang fokus dan berbelok-belok seperti naik mobil yang disetir oleh orang mabuk. Sehingga kita tidak pernah benar-benar mengenal karakter Bronson meski film ini dinarasi sendiri oleh karakter Bronson. Namun, saya rasa hal itulah yang membuat film ini menjadi super keren.

Tidak direkomendasikan pada penikmat sinema mainstream, karena pendekatan yang digunakan oleh sutradara Refn tidak konvensional dan rada surreal, (saya sih sebenarnya oke-oke saja tapi dalam hal ini) tidak menguntungkan filmnya secara keseluruhan. Bisa dibilang ingin mengimplikasikan sebuah makna penting, namun pada akhirnya terasa tanpa makna.

Tetapi saya yakin di antara para penikmat sinema seni, pasti ada yang menyukainya. Apalagi terdapat akting yang mengagumkan dari Tom Hardy.

7.5/10

Bronson: Silahkan dicoba, bagi anda yang menikmati film-film yang tidak konvensional (21+)