ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: Short Film

The Art of Stanley Kubrick: From Short Films to Strangelove

The Art of Stanley Kubrick: From Short Films to Strangelove (2006)
sut: David Naylor
pen: Robert Fleck
A.S.

Persis seperti judulnya, film dokumenter berdurasi 14 menit ini membahas karir Stanley Kubrick dari awal mulai hingga pertengahan karirnya, Dr. Strangelove (1964), dengan narasi dan talking heads dan arsip gambar.

Film ini cukup luar biasa dalam memberikan banyak informasi hanya dalam waktu singkat. Diedit dengan sangat baik.

Vodpod videos no longer available.

http://video.google.com/videoplay?docid=-8760987016088557545&hl=en

8/10

The Art of Stanley Kubrick: From Short Films to Strangelove: rekomendasi bagi para cinephiles (BO)

Iklan

Kita Versus Korupsi

youtu.be/niSz4XkYzyM

Sebagai sebuah omnibus 4 film yang mengandung pesan anti korupsi, yang visi besarnya adalah cegah korupsi mulai dari diri sendiri, film ini patut ditonton oleh ORANG INDONESIA.

Sebagai sebuah film, kumpulan 4 film fiksi pendek, yang dikonsep lalu dieksekusi secara profesional, film ini layak ditonton oleh para pecinta sinema. Sebagai film yang non-komersil, semoga film ini dapat kesempatan untuk dieksebisikan ke seluruh penjuru nusantara dengan mudah.

Pendapat saya:

* Rumah Perkara (7/10)
* ____Aku Padamu (7/10)
* Selamat Siang, Risa! (8/10)
* Psssttt… Jangan Bilang Siapa-Siapa (8/10)

7.5/10

Broken Vase (short)

Broken Vase (2010)
sut: Edward Gunawan
pen: Edward Gunawan
Indonesia

Saya pribadi sangat menyukai film ini. Kata teman saya film ini memiliki terlalu banyak dialog dan ‘terlalu teater’. Nah, menurut saya di situlah kelebihannya. Struktur dramatik dari naratifnya dibangun dari pertukaran dialog dari kedua karakternya, dan cerita mengalir dari situ. Ceritanya memang menarik, tetapi cerita tersebut ‘terbentuk’ di kepala anda dari informasi-informasi dan gestur-gestur yang disampaikan, ehem, hampir semuanya lewat dialog.

Menulis dialog itu tidak mudah, apalagi yang natural dan memiliki ritme, serta menyampaikan banyak informasi dengan singkat dan padat. Salut buat Edward Gunawan. Sangat direkomendasikan.

8.5/10

Broken Vase: carilah film ini. (13+)

Payung Merah (short)

Payung Merah | Red Umbrella (2010)
sut: Edward Gunawan | Andri Cung
pen: Edward Gunawan
Indonesia

Film yang menarik, namun sebagai orang Indonesia kita sudah sering mendengar kisah yang mirip seperti ini. Itu nilai kurangnya.

Tapi nilai tambahnya adalah, film ini dieksekusi dengan baik. Di screening yang saya kunjungi, sutradaranya mengatakan bahwa sebenarnya yang patut diberi kredit besar adalah editornya yang membuat film ini meski berbeda dari skenarionya, menjadi “lebih”.

Direkomendasikan bagi para Cinephiles. Anda mungkin sudah tahu bahwa film ini dipilih oleh Oliver Stone dan filmmaker dari Singapura Eric Khoo sebagai pemenang Best Asian Short Film Awards @ScreenSingapore kemarin.

7.5/10

Payung Merah: Rekomendasi anda menontonnya bila ada kesempatan (13+)

Borrowed Time (short)

Borrowed Time (2011)
sut: Edward Gunawan | Lucky Kuswandi
pen: Edward Gunawan
Indonesia

Borrowed Time adalah film pendek yang berambisi sangat besar dalam menunjukkan “cinta” yang spesifik. Film ini ingin mencoba membawa kita ke dalam kebimbangan karakter seorang pria yang istrinya sedang dalam keadaan koma. Ia dipaksa masuk ke dalam persimpangan jalan oleh selingkuhannya, apakah ia memutuskan untuk melanjutkan hidupnya (meninggalkan istrinya dan move-on bersama selingkuhannya) atau tetap berada di sisi istrinya (yang bila dalam keadaan normal akan ia tinggalkan anyway, kata selingkuhannya).

Saya sendiri sejujurnya kurang mengerti seratus persen. Apakah karakter Caesar (si suami) masih mencintai istrinya? Ataukah cintanya tumbuh kembali karena kondisi istrinya? Atau malah sebenarnya bukan itu poin intinya sama sekali? Ah, entahlah.

7/10

Borrowed Time: Rekomendasi anda menontonnya bila ada kesempatan (13+)