ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: sci-fi

Batman: Under the Red Hood

Batman: Under the Red Hood (2010)
sut: Brandon Vietti
pen: Judd Winick
A.S.

Film ini merupakan kisah origin dari Red Hood. Bagi yang sebelumnya tidak tahu siapa dia, film ini akan menjadi perkenalan yang paling pantas untuk karakter ini.

Meski sebuah film kartun film ini kurang cocok untuk anak-anak di bawah sepuluh tahun. Karena film ini mengandung kekerasan termasuk pembunuhan berdarah dingin yang tidak ‘dilembutkan’ sama sekali–untungnya. Ceritanya sendiri sangat menarik karena sangat personal bagi Batman dan disusun dan di-pace dengan sangat baik. Adegan aksinya juga sangat luar biasa. Semuanya dipikirkan, dikoreografi, dan ditampilkan dengan cermat, sangat keren.

7.5/10

Batman: Under the Red Hood: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Iklan

The Hunger Games

The Hunger Games (2012)
sut: Gary Ross
pen: Gary Ross | Suzanne Collins | Billy Ray
A.S.

Baca pos ini lebih lanjut

Ghost Rider: Spirit of Vengeance

Ghost Rider: Spirit of Vengeance (2012)
sut: Neveldine/Taylor
pen: ###
A.S.

(yang 2d)

Sangkanya, dengan sutradara Crank (2006) kita akan mendapatkan film aksi ber-pace tinggi dengan banyak momen-momen ‘keren’. Apalagi setelah melihat di-balik-layar-nya di youtube yang keren abis. Tapi film ini lumayan membosankan. Bahkan adegan aksinya juga membosankan, serius! Kecuali mungkin yang di klimaks.
Jadi kalau bingung mau nonton apa minggu ini dan cuma bisa nonton satu film saja, film ini tunggu dvdnya saja (rental atau bajakan, bukan beli). Lebih baik nonton Malaikat Tanpa Sayap (2012), serius!

5.5/10

Ghost Rider 2: buat yang tertarik (13+)

Battle: Los Angeles

Battle: Los Angeles (2011)
sut: Jonathan Liebesman
pen: Chris Bertolini
A.S.

Penuh dengan adegan aksi namun plotnya tipis, film ini masih dapat dinikmati bila anda terima saja sebagai film hiburan. Dengan konsep cinema verite dan editing super cepat yang sepertinya tidak ada satu shot pun yang berdurasi paling tidak 5 detik, setiap adegan aksinya yang untungnya bagus akan menahan perhatian anda. Dan jumlahnya banyak sekali, mencakup sekitar 80% durasi, sehingga film ini tidak membosankan. Direkomendasikan bagi penikmat film aksi.

7/10

Battle: L.A.: rekomendasi bagi penikmat aksi non-stop (13+)

Real Steel

Real Steel (2011)
sut: Shawn Levy
pen: John Gatins | Dan Gilroy (story) | Jeremy Leven (story)
A.S.

Sepertinya, meski bila anda tidak tahu apa-apa mengenai film ini dan mendapat persepsi yang salah dari posternya sehingga mengira ini adalah film aksi semacam Transformers (2007), anda tetap dapat terhibur.

Film “keluarga” ini sangat solid dalam karakterisasi dan karakter arc-nya. Tidak memberikan sesuatu yang baru, tetapi mendaur kisah dan karakter-karakternya sehingga terasa fresh.

Menurut saya Shawn Levy yang terkenal membuat film-film komedi keluarga, sangat mengejutkan saat mampu mengeluarkan drama dan emosi dalam hampir setiap adegan aksi di film ini. Dan salah satu faktornya adalah karena mungkin ia dengan sadar menghindari gimmick populer adegan aksi seperti editing super cepat dengan kamera handheld. Adegan aksinya ditampilkan dengan rapi sehingga mudah untuk diikuti, dan memberi kesempatan untuk membiarkan dramanya tersampaikan. Memang ada yang saya rasa lebih bisa dramatis lagi, tetapi selebihnya sudah sangat mengagumkan.

Dan desain robot-robotnya juga sangat menarik. Terutama desain robot protagonis yang “wajah”-nya sederhana dan sama sekali tanpa ekspresi, namun mampu menimbulkan simpati pada penonton.

Bila dibandingkan dengan Wall-E (2008) (yang merupakan sebuah film yang luar biasa), yang memiliki artificial inteligence serta suara, wajah, dan gestur yang ekspresif, sangatlah kontras dengan robot yang di permukaannya “robot (blank)” banget ini dalam hal emosi yang mereka pancarkan. Robot utama dalam film Real Steel ini adalah karakter yang sangat unik menurut saya, apalagi namanya mengingatkan pada salah satu ikon manga dari Jepang.

Dan saya pribadi sangat menyukai bagaimana cara para filmmakernya “menangani” karakter ini, dalam hal screentime dan mengarahkan fokus penonton pada “karakter”nya. Saya ingin menjelaskan maksud saya, tetapi tidak ingin anda jadi terlalu fokus padanya, padahal hanya hal yang menarik bagi saya pribadi. Maafkan bila ulasan ini jadi terlalu condong ke karakter robot yang sebenarnya hanya pendukung di film, tetapi karakter inilah yang paling berkesan bagi saya.

Dan soal efek CGI dan animatronics-nya, kadang-kadang memang sempat terlihat “kepalsuannya”, tetapi robot-robot di film ini memiliki “massa” dan menempati ruang, terlebih lagi dengan gerakan-gerakan yang realistis banget (karena menggunakan teknik motion-capture oleh petinju profesional di bawah pengawasan Sugar Ray Leonard). Sangat direkomendasikan.

8/10

Real Steel: Rekomendasi bagi cinephiles dan penonton kasual (BO)

Rise of the Planet of the Apes

Rise of the Planet of the Apes (2011)
sut: Rupert Wyatt
pen: Rick Jaffa | Amanda Silver | #
A.S.

Memang plotnya sudah sering kita lihat dalam berbagai variasi di film-film serupa yang menceritakan awal punahnya peradaban manusia. Berawal dari sebuah virus atau polusi atau teknologi baru/a.i.. Tetapi dengan eksekusi cemerlang dan ‘aksi’ karakter yang menarik simpati, film ini berhasil menjadi film yang ‘lebih’ dalam segala hal.

Saya merasa amat malu karena telah ‘meremehkan’-nya sehingga tidak menonton film ini lebih awal. Dan bila anda juga belum menontonnya, saya rekomendasikan segeralah sebelum filmnya turun.

7.5/10

Rise of the Planet of the Apes: Rekomendasi bagi para cinephiles. (13+)

Star Trek

Star Trek (2009)
sut: J.J. Abrams
pen: Roberto Orci | Alex Kurtzman
A.S.

Pace cerita film ini sangat mengagumkan. Film ini disusun dan dibentuk dengan sangat apik membuat penonton terus engaged kepada cerita dan karakter-karakternya. Film yang sangat bagus, yang akan membuat penonton yang tidak tahu apa-apa soal dunia Star Trek dapat mengenalnya dengan mudah dan menjadi tertarik untuk menonton lebih banyak lagi.

8/10

Star Trek: rekomendasi bagi pecinta sci-fi dan aksi (13+)

Attack the Block

Attack the Block (2011)
sut: Joe Cornish
pen: Joe Cornish
Inggris

“…all that 28 days later sh*t…”; enggak juga…

Mungkin karena saya mendengar banyak review yang positif pada film ini ekspektasi saya menjadi terlalu tinggi. Tetapi setelah menontonnya tidak ada rasa “puas”.

Bukan berarti film ini buruk. Film aksi komedi “murah” dari Inggris ini dengan karakter-karakter utama yang “agak beda dari biasanya”, cukup menghibur dan kadang membuat tertawa dengan one liners khas Inggrisnya.

Baca pos ini lebih lanjut