ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: melodrama

Love is U

Love is U (2012)
sut: Hanny R. Saputra
pen:
Indonesia

*Ulasan yang tidak baik, jadi dihapus aja. Maaf.

3/10

Love is U: tidak direkomendasikan (10-)

Iklan

Children of Heaven

Children of Heaven | Bacheha- Ye Aseman (1997)
sut: Majid Majidi
pen: Majid Majidi
Iran

Beraliran romantisme dengan bumbu melodrama. Kisah yang unik dan menyentuh. Karakter-karakternya menarik, terutama karakter si gadis kecil yang sangat mulia.

Akting dari para talent ciliknya di awal-awal durasi sedikit mengganggu namun saat telah terbiasa dengan mereka kita bisa sedikit mengerti mengapa mereka yang dipilih.

Penyutradaraannya, memiliki ciri khas yang sama dengan beberapa film-film Iran ‘populer’ yang telah saya tonton dan saya asumsikan memang style seperti inilah yang dikembangkan dan disukai di Iran (salah satu aspek yang saya sukai dari film-film Iran). Namun, menurut saya, terdapat sedikit kelemahan di bagian découpage film ini yang agak mengalihkan perhatian bagi yang cukup ngerti soal ini, tapi sepertinya tidak akan terdeteksi oleh penonton kasual. Yang tidak saya sukai dari film ini adalah sisi melodrama-nya, namun untungnya tidak berlebihan dan karakter-karakter perempuannya pada tegar-tegar tidak seperti

Film ini sangat lembut dan anda tahu bahwa akhirnya akan happy ending, dan kita tidak pernah diberikan konflik atau drama yang berat-berat. Kisah yang sangat menarik. Sangat ringan dan sangat direkomendasikan.

8.5/10

Children of Heaven: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (BO)

Di Bawah Lindungan Ka’bah

Di Bawah Lindungan Ka’bah | Under the Protection of Ka’Bah (2011)
sut: Hanny R. Saputra
pen: Titien Watimena | Armantono
Indonesia

Film ini film cinta hyper-melodrama sentimentil, bukan religi. Apapun itu yang membuat novelnya “best remembered” tidak bisa saya temukan di film ini. Bahkan judulnya seperti tidak nyambung. Membuat saya sangat penasaran, apa sebenarnya yang membuat para produsernya pikir pantas untuk mengeluarkan budget besar untuk kisah ini, padahal tidak ada permintaan pasar. Untuk menyaingi versi sebelumnya?

Endingnya bukan happy ending. Dan tidak ada pesan moralnya (dari yang saya tangkap). Kosong. Film cinta yang tidak happy ending namun sukses misalnya Titanic (1997) (in a way). Mungkinkah para produsernya bermaksud membuat Titanic-nya Indonesia? Paling tidak film itu nikmat ditonton.

Saya sudah banyak mendengar keluhan soal product placement di film ini dan merasa tidak separah itu. Tapi ada satu produk yang hanya dimakan oleh satu karakter di film ini, dan itupun satu-satunya karakter ‘jahat’-nya. LOL.

Melodrama bukanlah selera saya, dan harus saya akui faktor ini berperan besar dalam penilaian pribadi saya terhadap film ini. Maka dari itu, melihatnya secara objektif, saya rasa film ini tetap memiliki demografi dan tipe penonton tertentu yang dapat menikmatinya. Trailernya: youtu.be/Z1jyI9gRA2U

4.5/10

Di Bawah Lindungan Ka’bah: … (BO)

Kehormatan di Balik Kerudung

Kehormatan di Balik Kerudung (2011)
sut: Tya Subiyakto Satrio
pen: ###
Indonesia

Film melodrama yang tidak tahu bagaimana cara untuk menyusun struktur drama untuk membuat kisahnya tidak datar dan mudah dinikmati. Malas sekali rasanya bahkan untuk mengulas film ini.

Saya rasa film ini dapat dinikmati oleh anak-anak cewek abg dan ibu-ibu yang doyan sinetron.

4/10

Kehormatan di Balik Kerudung: yah… (13+)