ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: film dokumenter

Stanley Kubrick: A Life in Pictures

Stanley Kubrick: A Life in Pictures (2001)
sut: Jan Harlan
A.S.

Buat yang ingin mengenal Stanley Kubrick sedikit lebih dekat, melihat klip-klip yang belum pernah dilihat sebelumnya, film dokumenter ini cukup baik dalam mengantarkan hal-hal berkenaan karir dan kehidupan sang sutradara legendaris.

7.5/10

Stanley Kubrick: A Life in Pictures: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Iklan

The Art of Stanley Kubrick: From Short Films to Strangelove

The Art of Stanley Kubrick: From Short Films to Strangelove (2006)
sut: David Naylor
pen: Robert Fleck
A.S.

Persis seperti judulnya, film dokumenter berdurasi 14 menit ini membahas karir Stanley Kubrick dari awal mulai hingga pertengahan karirnya, Dr. Strangelove (1964), dengan narasi dan talking heads dan arsip gambar.

Film ini cukup luar biasa dalam memberikan banyak informasi hanya dalam waktu singkat. Diedit dengan sangat baik.

Vodpod videos no longer available.

http://video.google.com/videoplay?docid=-8760987016088557545&hl=en

8/10

The Art of Stanley Kubrick: From Short Films to Strangelove: rekomendasi bagi para cinephiles (BO)

Stanley Kubrick’s Boxes

Stanley Kubrick’s Boxes (2008)
sut: Jon Ronson
Inggris Raya

Tahukah anda bahwa setiap sebelum memulai produksi sebuah film, Stanley Kubrick akan melakukan riset yang luar biasa detil yang bahkan memakan waktu bertahun-tahun lamanya? Dan ternyata seluruh hasil riset tersebut disimpan dan di-arsipkan dalam kotak-kotak yang jumlahnya ratusan di dalam Kubrick Estate?

Nah, film dokumenter televisi ini mencoba memeriksa isi dari kotak-kotak tersebut, yang diharapkan mungkin dapat memberi lebih banyak insight mengenai cara kerja dan cara pikir sang jenius pemiliknya. Tapi film ini masih di permukaannya. Setelah memeriksa kotak-kotak tersebut selama 5 tahun, film ini malah hanya memberikan sedikit informasi yang hanya menguatkan pandangan soal Kubrick adalah seorang perfeksionis dan lain-lain yang sudah diketahui secara luas. Informasi-informasi yang hanya bersifat trivial.

Jangan salah, bagi penggemar berat dan para cinephiles, bahkan hal-hal yang trivial pun cukup berharga untuk diketahui. Tapi setelah mendapat akses untuk membuka kotak-kotak tersebut selama 5 tahun, cukup mengecewakan melihat kualitas dan kuantitas informasi yang diberikan.

Tapi film ini tetap cukup pantas ditonton. Film ini membahas banyak hal-hal trivial menarik yang dapat menimbulkan senyum di wajah anda. Misalnya fakta bahwa saking perfeksionisnya Kubrick, ia bahkan meminta agar kotak-kotak penyimpanan tersebut dibuat custom: dengan tutup yang rapat tapi mudah dibuka, terbuat dari bahan khusus, dan sebagainya. Contoh lain, Kubrick ternyata juga menyimpan, dan mengarsip sesuai negara dan kota (!), setiap surat-surat penggemar yang ia terima. Ia juga bahkan menandai, apakah isi surat tersebut positif atau negatif, atau crank (sinting). Direkomendasikan bila anda ingin mendengar cerita-cerita semacam ini.

6/10

Stanley Kubrick’s Boxes: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

The Pervert’s Guide to Cinema

The Pervert’s Guide to Cinema (2006)
sut: Sophie Fiennes
pen: Slavoj Zizek
###

Film dokumenter yang sangat menarik, dan pantas ditonton bagi para cinephiles yang tertarik pada segi psikoanalitik dari medium film. Saya merasa beberapa hipotesanya ada yang agak terlalu berlebihan, seperti membaca terlalu dalam terhadap hal-hal yang sebenarnya hanya sederhana saja, tapi paling tidak semuanya sangat menarik untuk didengarkan dan sangat ‘menggelitik’ melihat film dari sudut pandang yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh kita. Juga aksen dari presenternya sangat menghibur meski memerlukan konsentrasi lebih untuk menangkap kata-katanya.

Film-film yang dibahas juga bukan film biasa. Semuanya adalah film-film yang secara universal diakui sebagai greats. Tetapi tentu untuk analisa yang mendalam tidak terhindarkan untuk tidak memberikan spoiler (tapi tidak semua), jadi sebaiknya jangan ditonton dulu sebelum menonton film-film yang dianalisa. Daftarnya bisa dilihat di sini. Saya sendiri tidak menyadari hal ini sehingga ada beberapa film yang ter-spoil seperti The Conversation (1974) dan Dogville (2003), sialan. Tapi akan tetap saya tonton nanti.

Tapi anda tidak perlu menonton SEMUANYA sebelum menonton film ini, karena yang telah menonton semuanya pasti hanya cinephile sekaligus sarjana/akademisi film sejati yang kemungkinan besar sudah menonton film ini juga. Anda hanya perlu waspada terhadap spoiler beberapa film saja, yang kalau tidak salah ingat: Psycho (1960), The Birds (1963), The Conversation (1974), Dogville (2003), Vertigo (1958), Wild at Heart (1990), Lost Highway (1997), The Piano Teacher (2001), Three Colors: Blue (1993), The Wizard of Oz (1939), dan City Lights (1931). Itu kalau anda niat menonton film-film tersebut nanti.

7.5/10

The Pervert’s Guide to Cinema: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

The Greatest Movie Ever Sold

POM Wonderful Presents: The Greatest Movie Ever Sold (2011)
sut: Morgan Spurlock
A.S.

Film dokumenter yang ingin membahas soal sisi sponsorship dalam hal promosi dan pendanaan dari berbagai perusahaan barang untuk sebuah film yang bersamaan dengan itu sekaligus mengimplementasikan sistem yang sama pada produksinya sendiri. Jadi sambil mengajarkan soal marketing dan budgeting, film ini juga memperlihatkan langsung bagaimana prosesnya terjadi, untuk film dokumenter ini sendiri. Ide yang sangat menarik.

Namun dieksekusi dengan…hmm, gimana ya. Film ini memberikan banyak pelajaran mengenai product placement, marketing, dan promosi. Bahkan terdapat wawancara singkat dengan beberapa sutradara terkenal soal sudut pandang mereka mengenai 3 hal di atas. Film ini juga membiarkan kita mengintip ke dalam ruang pitching dengan orang-orang non-film yang jelas merupakan pelajaran berharga. Tetapi “kurang lengkap” saja, menurut saya.

Film ini dibuat oleh Morgan Spurlock yang membuat Super Size Me (2004), dan bila anda menyukai style dokumenternya, saya yakin anda juga akan menyukai film ini. Direkomendasikan bagi para cinephiles dan produser film dan orang marketing.

7/10

The Greatest Movie Ever Sold: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Project Nim

Project Nim (2011)
sut: James Marsh
A.S.

Film dokumenter yang sangat baik, dengan konten yang dieksekusi dengan brilian sehingga mampu membawa rasa pahit di hati tanpa perlu provokasi. Film ini menceritakan kisah hidup se-‘orang’ simpanse yang dijadikan percobaan linguistik, yaitu untuk melihat apakah simpanse dapat belajar bahasa manusia bila sejak kecil telah hidup di tengah manusia.

Dan yang terjadi kemudian bukan sekedar proses eksperimen sains, tapi juga drama dan pelajaran moral yang sangat besar mengenai kemanusiaan.

Film ini memberikan kisah Nim si simpanse dengan wawancara dari orang-orang yang mengambil bagian di dalam hidup Nim plus banyak arsip footage. Semuanya diberikan secara linear dan tanpa berpihak. Film dokumenter yang sangat baik dan membiarkan para penontonnya mencerna lalu mengambil keputusan sendiri, hikmah apa yang dapat mereka ambil dari kisah ini. Sangat direkomendasikan.

8/10

Project Nim: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)