ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: auteur

Persona

Persona (1966)
sut: Ingmar Bergman
pen: Ingmar Bergman
Swedia

HATTRICK!!!!! Baru tiga filmnya yang saya tonton tiga-tiganya masterpiece!

Dari sudut pandang tertentu, film ini bisa dibilang hanya terdiri dari dua wanita yang ‘terlibat percakapan’. Maka tidak untuk semua orang.

Di film ini ada banyak hal-hal inspiratif spesifik tertentu yang bisa kita lihat terdapat di banyak film-film modern, menunjukkan betapa besarnya pengaruh seorang Ingmar Bergman di dunia sinema. Sangat direkomendasikan bagi para cinephiles (yang belum nonton).

Amat sangat direkomendasikan banget sekali. Omong-omong, ternyata Tyler Durden sudah ada sejak 60an, lol.

10/10

Ingmar Bergman: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (17+)

Iklan

The Pervert’s Guide to Cinema

The Pervert’s Guide to Cinema (2006)
sut: Sophie Fiennes
pen: Slavoj Zizek
###

Film dokumenter yang sangat menarik, dan pantas ditonton bagi para cinephiles yang tertarik pada segi psikoanalitik dari medium film. Saya merasa beberapa hipotesanya ada yang agak terlalu berlebihan, seperti membaca terlalu dalam terhadap hal-hal yang sebenarnya hanya sederhana saja, tapi paling tidak semuanya sangat menarik untuk didengarkan dan sangat ‘menggelitik’ melihat film dari sudut pandang yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh kita. Juga aksen dari presenternya sangat menghibur meski memerlukan konsentrasi lebih untuk menangkap kata-katanya.

Film-film yang dibahas juga bukan film biasa. Semuanya adalah film-film yang secara universal diakui sebagai greats. Tetapi tentu untuk analisa yang mendalam tidak terhindarkan untuk tidak memberikan spoiler (tapi tidak semua), jadi sebaiknya jangan ditonton dulu sebelum menonton film-film yang dianalisa. Daftarnya bisa dilihat di sini. Saya sendiri tidak menyadari hal ini sehingga ada beberapa film yang ter-spoil seperti The Conversation (1974) dan Dogville (2003), sialan. Tapi akan tetap saya tonton nanti.

Tapi anda tidak perlu menonton SEMUANYA sebelum menonton film ini, karena yang telah menonton semuanya pasti hanya cinephile sekaligus sarjana/akademisi film sejati yang kemungkinan besar sudah menonton film ini juga. Anda hanya perlu waspada terhadap spoiler beberapa film saja, yang kalau tidak salah ingat: Psycho (1960), The Birds (1963), The Conversation (1974), Dogville (2003), Vertigo (1958), Wild at Heart (1990), Lost Highway (1997), The Piano Teacher (2001), Three Colors: Blue (1993), The Wizard of Oz (1939), dan City Lights (1931). Itu kalau anda niat menonton film-film tersebut nanti.

7.5/10

The Pervert’s Guide to Cinema: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Jodái-e Náder az Simin

10/10

Chaplin

Chaplin (1992)
sut: Richard Attenborough
pen: ######
A.S.

Satu lagi film autobiografi yang mengagumkan dari Richard Attenborough. Film ini tidak se-“epik” Gandhi, namun tetap sangat menyentuh hati. Mungkin karena saya pribadi adalah penggemar berat Charlie Chaplin dan saya yakin akan terjadi pada penggemar-penggemar yang lain, sejak shot pertama kemudian beberapa kali sepanjang film hingga akhir film ini membanjiri hati dengan rasa “sentimentalitas” yang sulit untuk dijelaskan, namun dengan sederhana bisa dikatakan sent chill to your spine (in a good way).

Penampilan Robert Downey Jr. sangat mengagumkan sebagai sang legenda, dengan banyak supporting performance yang cemerlang. Tidak ada satupun akting yang “lemah” dalam film ini, namun saya tidak bisa dengan pasti mengatakan bila terdapat representasi yang tidak akurat. Saya hanya akan mencoba untuk mempercayai para filmmaker di depan dan di balik layar telah melakukan riset yang detil untuk membuat film ini, dan juga terlebih karena sumber utamanya dari buku biografi yang ditulis oleh Charlie Chaplin sendiri.

Bentuk film ini tidak linear seperti Gandhi, tetapi mengambil bentuk struktur naratif flashbacks dimana Chaplin yang menghabiskan masa tuanya di Switzerland sedang menuliskan buku biografinya dengan mengenang hal-hal yang “penting” yang terjadi dalam hidupnya. Film ini memang mengambil langkah-langkah tertentu untuk mendorong naratif maju dan membungkusnya secara natural in a movie’s way dengan menambahkan beberapa hal fiktif (misalnya karakter yang dimainkan Anthony Hopkins) namun secara keseluruhan, film ini tetap loyal pada sejarah yang sebenarnya (yang dimasukkan dalam film).

Sangat direkomendasikan bagi anda para cinephiles.

9/10

Chaplin: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (17+)

The Wind Will Carry Us

The Wind Will Carry Us | Bad Ma Ra Khahad Bord (1999)
sut: Abbas Kiarostami
pen: Abbas Kiarostami
Iran

Agak sulit dipahami, bagaimana cara Abbas Kiarostami dapat terus menahan perhatian penonton tanpa memberikan banyak informasi tentang apa yang sedang terjadi di layar. Tapi itulah yang terjadi.

Belakangan kita akan sadar sendiri apa yang sedang terjadi tanpa diberitahu secara gamblang, termasuk subplot-subplot yang hanya kita saksikan dari POV si protagonis. Benar-benar luar biasa.

Satu lagi film sederhana nan kompleks dari Abbas Kiarostami untuk direkomendasikan bagi para penikmat sinema seni.

9/10

The Wind Will Carry Us: Rekomendasi bagi para penikmat sinema seni (13+)

The Tree of Life

The Tree of Life (2011)
sut: Terrence Malick
pen: Terrence Malick
A.S.

Menonton film ini memberi pengalaman baru bagi saya pribadi: baru kali ini saya berada di pemutaran sebuah film yang terdapat banyak walk-out-nya. Maka dari itu film ini hanya direkomendasikan bagi para pecinta sinema seni yang mampu mengapresiasi film yang sangat lambat dalam tempo, dan penuh perenungan serta filosofis baik dalam konten maupun bentuknya.

Film ini memiliki beberapa poin yang ingin disampaikan, namun cara penyampaiannya, dan juga benang merah antar poinnya sendiri yang rada “abstrak” kemungkinan besar akan sulit dilihat oleh para penonton kasual. Selain itu semua, film ini sangat indah dan akan mampu dinikmati oleh para pecinta sinema seni. Bila anda mampu menikmati Tarkovsky atau Kubrick, kemungkinan besar anda akan dapat menikmati film ini.

8/10

The Tree of Life: rekomendasi bagi para penikmat sinema seni (13+)