ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Tag Archives: abbas kiarostami

Ten

Ten (2002)
sut: Abbas Kiarostami
pen: Abbas Kiarostami
Iran

Waw. Para cinephiles harus bersyukur ada seorang filmmaker yang membuat film-film seni berkualitas dan sekaligus memberikan sebuah variasi rasa terhadap dunia sinema, memperkaya dunia kita. Namanya adalah Abbas Kiarostami.

Film ini menceritakan percakapan seorang wanita di atas mobil, dalam sepuluh “moment”. Seluruhnya, setiap kali, hanya terdapat dua orang, di atas mobil, bicara. Dan bicara. Dan gestur-gestur. Dua shot cut-to-cut antar pengemudi dan penumpang. Dan terus bicara.

Tapi jangan salah sangka dulu. Memang konsepnya kedengaran “sok”, seperti seorang sutradara “sok seniman-yang-bikin-pilem-seni”, padahal sama sekali tidak perduli dengan penontonnya. Tidak. Film ini jauh dari hal itu. Film ini sangat dalam dalam studi karakternya, studi kultural menyangkut kehidupan wanita di Iran, dan seperti biasanya, mengandung kehebatan Abbas Kiarostami dalam membaurkan fiksi dan kenyataan.

Sangat direkomendasikan kepada para pecinta sinema seni, pecinta sastra studi karakter, dan anda yang ingin sekedar melihat kultur Iran dari sebuah sudut pandang yang unik.

Seorang sutradara favorit saya pribadi, Michael Haneke, pernah mengatakan, “My favourite film-maker of the decade is Abbas Kiarostami. He achieves a simplicity that’s so difficult to attain.”

9.5/10

Judul: Rekomendasi bagi para cinephiles (BO)

Iklan

Uncertified Copy

Uncertified Copy | Copie Conforme (2010)
sut: Abbas Kiarostami
pen: Abbas Kiarostami
Prancis | Italia | Belgia

Rasanya kurang cocok bila dikatakan film ini adalah Before Sunrise (1995) ala Kiarostami. Film ini memiliki sesuatu yang “lebih” di balik permukaannya. Terdapat pertukaran dialog yang cerdas dan akting yang cemerlang dari kedua protagonisnya.

Juliette Binoche adalah aktor kawakan yang kemampuan aktingnya tidak perlu dipertanyakan lagi sehingga sudah tidak mengejutkan bila ia mampu memberikan penampilan yang hebat di film ini. Namun lawan mainnya, William Shimell, juga berhasil memberikan penampilan yang luar biasa, dan membuat tidak sabar untuk melihat penampilannya di film terbaru Michael Haneke.

Saya tetap sangat menyukai film ini meski tidak terlalu dibikin “wah” seperti karya-karya Kiarostami yang lain, dan merekomendasikannya bagi para pecinta sinema.

7.5/10

Uncertified Copy: Rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Close-Up

Close Up / Nema-ye Nazdik (1990)
sut: Abbas Kiarostami
pen: Abbas Kiarostami
Iran

Close Up adalah film semi-dokumenter mengenai sebuah kasus penipuan kecil di Iran. Seorang pemuda yang mengaku sebagai seorang sutradara terkenal di Iran menipu sebuah keluarga berada dengan mengajak mereka terlibat dalam sebuah proyek film.

Film ini sangat indah dalam memperlihatkan kompleksitas seorang manusia, namun dapat tetap ringan dan mudah dinikmati. Direkomendasikan kepada para penikmat sinema seni dan bagi anda yang ingin melihat sebuah sisi kemanusiaan yang jarang ditampilkan dalam film.

8.5/10

Close Up: Rekomendasi bagi penikmat sinema seni. (SU).

The Wind Will Carry Us

The Wind Will Carry Us | Bad Ma Ra Khahad Bord (1999)
sut: Abbas Kiarostami
pen: Abbas Kiarostami
Iran

Agak sulit dipahami, bagaimana cara Abbas Kiarostami dapat terus menahan perhatian penonton tanpa memberikan banyak informasi tentang apa yang sedang terjadi di layar. Tapi itulah yang terjadi.

Belakangan kita akan sadar sendiri apa yang sedang terjadi tanpa diberitahu secara gamblang, termasuk subplot-subplot yang hanya kita saksikan dari POV si protagonis. Benar-benar luar biasa.

Satu lagi film sederhana nan kompleks dari Abbas Kiarostami untuk direkomendasikan bagi para penikmat sinema seni.

9/10

The Wind Will Carry Us: Rekomendasi bagi para penikmat sinema seni (13+)

Taste of Cherry

Taste of Cherry / Ta’m e Guilass (1997)
sut: Abbas Kiarostami
pen: Abbas Kiarostami
Iran

Jika anda familiar dengan karya-karya Abbas Kiarostami, tentu anda akan menyadari bahwa film ini juga tidak akan bisa dinikmati sebagaimana anda menikmati film-film mainstream Hollywood. Bisa dikatakan, film-film Abbas Kiarostami adalah opposite film-film Hollywood. Jika film-film Hollywood berada di satu sisi koin, maka film-film Kiarostami berada di sisi lain koin lain. ^_^

Dengan begitu, saya tidak bisa merekomendasikan Taste of Cherry kepada anda yang tidak menyukai film-film dengan tempo lambat dan sangat character-driven (film yang lebih condong kepada karakter, bukan kepada plot). Sebaliknya, bagi anda yang menyukai film-film seni dengan pendekatan filmmaking yang minimalis dan penuh filosofi, serta dapat menghargai karya yang beraliran eksistensialisme, anda akan menemukan film ini sangat indah hingga sukar untuk dideskripsikan dengan kata-kata (berasumsi anda bukan seorang pujangga, ^_^).

Selagi menonton film ini, saya teringat kepada film-film Michael Haneke, hanya saja tanpa violence. Jika film-film Michael Haneke memperlihatkan sisi kehidupan yang kelam dan brutal atau negatif, film-film Abbas Kiarostami memperlihatkan sisi kehidupan yang positif(?) tanpa menjadi melodramatis.

10/10

Taste of Cherry: Rekomendasi bagi para penikmat film seni (13+)