ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

The Art of Stanley Kubrick: From Short Films to Strangelove

The Art of Stanley Kubrick: From Short Films to Strangelove (2006)
sut: David Naylor
pen: Robert Fleck
A.S.

Persis seperti judulnya, film dokumenter berdurasi 14 menit ini membahas karir Stanley Kubrick dari awal mulai hingga pertengahan karirnya, Dr. Strangelove (1964), dengan narasi dan talking heads dan arsip gambar.

Film ini cukup luar biasa dalam memberikan banyak informasi hanya dalam waktu singkat. Diedit dengan sangat baik.

Vodpod videos no longer available.

http://video.google.com/videoplay?docid=-8760987016088557545&hl=en

8/10

The Art of Stanley Kubrick: From Short Films to Strangelove: rekomendasi bagi para cinephiles (BO)

Iklan

Stanley Kubrick’s Boxes

Stanley Kubrick’s Boxes (2008)
sut: Jon Ronson
Inggris Raya

Tahukah anda bahwa setiap sebelum memulai produksi sebuah film, Stanley Kubrick akan melakukan riset yang luar biasa detil yang bahkan memakan waktu bertahun-tahun lamanya? Dan ternyata seluruh hasil riset tersebut disimpan dan di-arsipkan dalam kotak-kotak yang jumlahnya ratusan di dalam Kubrick Estate?

Nah, film dokumenter televisi ini mencoba memeriksa isi dari kotak-kotak tersebut, yang diharapkan mungkin dapat memberi lebih banyak insight mengenai cara kerja dan cara pikir sang jenius pemiliknya. Tapi film ini masih di permukaannya. Setelah memeriksa kotak-kotak tersebut selama 5 tahun, film ini malah hanya memberikan sedikit informasi yang hanya menguatkan pandangan soal Kubrick adalah seorang perfeksionis dan lain-lain yang sudah diketahui secara luas. Informasi-informasi yang hanya bersifat trivial.

Jangan salah, bagi penggemar berat dan para cinephiles, bahkan hal-hal yang trivial pun cukup berharga untuk diketahui. Tapi setelah mendapat akses untuk membuka kotak-kotak tersebut selama 5 tahun, cukup mengecewakan melihat kualitas dan kuantitas informasi yang diberikan.

Tapi film ini tetap cukup pantas ditonton. Film ini membahas banyak hal-hal trivial menarik yang dapat menimbulkan senyum di wajah anda. Misalnya fakta bahwa saking perfeksionisnya Kubrick, ia bahkan meminta agar kotak-kotak penyimpanan tersebut dibuat custom: dengan tutup yang rapat tapi mudah dibuka, terbuat dari bahan khusus, dan sebagainya. Contoh lain, Kubrick ternyata juga menyimpan, dan mengarsip sesuai negara dan kota (!), setiap surat-surat penggemar yang ia terima. Ia juga bahkan menandai, apakah isi surat tersebut positif atau negatif, atau crank (sinting). Direkomendasikan bila anda ingin mendengar cerita-cerita semacam ini.

6/10

Stanley Kubrick’s Boxes: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Margin Call

Margin Call (2011)
sut: J.C. Chandor
pen: J.C. Chandor
A.S.

Salah satu nominee skenario asli terbaik Oscar, yang memang merupakan skenario yang luar biasa, yang wajar saja menarik aktor-aktor kawakan meski tidak dibayar mahal untuk ikut terlibat. Rasa hormat saya meningkat dua ratus persen terhadap para aktor kawakan yang bisa saja mendapatkan bayaran lebih mahal di film lain tetapi lebih memilih film ini di atas uang.

Sebenarnya ceritanya sederhana saja. Sebuah firma baru tahu mereka sedang dalam keadaan genting, dan harus mencari kemudian mengeksekusi solusinya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Tetapi cara plotnya terurai, introduksi para karakternya, karakterisasi dari para karakternya, atmosfir drama yang ‘cool’ yang terdapat di sepanjang bagian pertamanya, akting-aktingnya, semuanya sangat keren.

Film ini cukup mirip dengan Michael Clayton (2007) hanya tanpa keintiman terhadap seorang protagonis. Sangat direkomendasikan bagi cinephiles dan pecinta trhiller(?) cerdas.

8.5/10

Margin Call: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Bridesmaid

Bridesmaid (2011)
sut: Paul Feig
pen: Kristen Wiig | Annie Mumolo
A.S.

Film ini sangat lucu, dan skenarionya memang pantas dapat nominasi Oscar untuk penulisan skenario asli terbaik. Skenarionya tidak jauh dari ‘resep’ Hollywood untuk film sejenisnya, tetapi ada sesuatu yang segar di dalamnya. Ada sesuatu yang berbeda.

Dan cukup mengejutkan mengetahui bahwa ini adalah skenario pertama dari kedua penulisnya, dan katanya mereka bahkan membeli dulu buku ‘how-to’ soal penulisan skenario.

Sering disebut-sebut sebagai The Hangover (2009) versi cewek, tetapi selain satu scene komedi jorok (berkenaan dengan muntah dan berak), menurut saya tipe komedinya berbeda.

Sangat direkomendasikan buat yang doyan komedi, terutama komedi kontemporer keluaran Hollywood.

7.5/10

Bridesmaid: rekomendasi bagi pecinta komedi (17+)

Persona

Persona (1966)
sut: Ingmar Bergman
pen: Ingmar Bergman
Swedia

HATTRICK!!!!! Baru tiga filmnya yang saya tonton tiga-tiganya masterpiece!

Dari sudut pandang tertentu, film ini bisa dibilang hanya terdiri dari dua wanita yang ‘terlibat percakapan’. Maka tidak untuk semua orang.

Di film ini ada banyak hal-hal inspiratif spesifik tertentu yang bisa kita lihat terdapat di banyak film-film modern, menunjukkan betapa besarnya pengaruh seorang Ingmar Bergman di dunia sinema. Sangat direkomendasikan bagi para cinephiles (yang belum nonton).

Amat sangat direkomendasikan banget sekali. Omong-omong, ternyata Tyler Durden sudah ada sejak 60an, lol.

10/10

Ingmar Bergman: rekomendasi dengan pujian yang tinggi (17+)

The Turin Horse

The Turin Horse | A Torinói ló (2011)
sut: Béla Tarr | Ágnes Hranitzky
pen: Béla Tarr | László Krasznahorkai
Hungaria

Mungkinkah ini yang ada di kepala Nietzsche?

Mungkin anda pernah mendengar/membaca cerita mengenai kejadian mental breakdown yang dialami Friedrich Nietzsche, seorang ahli filsafat asal Jerman. Pada 3 Januari 1889, Nietzsche menyaksikan seekor kuda taksi dicambuk oleh pemiliknya karena tidak mau bergerak. Ia langsung menghentikan aksi tersebut dengan berlari dan memeluk leher kuda itu sambil menangis, lalu ambruk. Setelah hari itu Nietzsche masih hidup selama 10 tahun, dalam keadaan diam dan gila.

Film ini adalah mengenai kuda itu. Bisa dibilang. Kurang lebih.

Mungkin anda pernah mendengar/membaca istilah film seni. Film yang sulit dimengerti, pacing-nya lambat, populer di festival, dan dibenci penonton kasual. Film ini tidak ragu lagi masuk dalam kategori itu.

Béla Tarr bukanlah tipe sutradara yang pemalu, dalam menggunakan durasi untuk membangun mood dan atmosfir. Bila ia memiliki point yang perlu disampaikan dengan memperlihatkan kegiatan yang mundane dalam real-time, akan tetap ia lakukan. Bandingkan saja: film ini terdiri hanya dari 30 shot (30 cuts), sementara film biasa rata-rata 600-700 cuts.

Mungkin anda pernah mendengar/membaca mengenai seorang sutradara film bernama Andrei Tarkovsky. Film-filmnya akan sulit dinikmati penonton kasual atau penonton yang belum pernah mengonsumsi film yang tidak menggunakan struktur naratif Hollywood. Tapi buat yang sudah pernah menonton karya-karya Andrei Tarkovsky dan dapat mengapresiasinya, The Turin Horse kemungkinan besar akan cocok dengan anda.

8.5/10

The Turin Horse: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Batman: Under the Red Hood

Batman: Under the Red Hood (2010)
sut: Brandon Vietti
pen: Judd Winick
A.S.

Film ini merupakan kisah origin dari Red Hood. Bagi yang sebelumnya tidak tahu siapa dia, film ini akan menjadi perkenalan yang paling pantas untuk karakter ini.

Meski sebuah film kartun film ini kurang cocok untuk anak-anak di bawah sepuluh tahun. Karena film ini mengandung kekerasan termasuk pembunuhan berdarah dingin yang tidak ‘dilembutkan’ sama sekali–untungnya. Ceritanya sendiri sangat menarik karena sangat personal bagi Batman dan disusun dan di-pace dengan sangat baik. Adegan aksinya juga sangat luar biasa. Semuanya dipikirkan, dikoreografi, dan ditampilkan dengan cermat, sangat keren.

7.5/10

Batman: Under the Red Hood: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Jack and Jill

Jack and Jill (2011)
sut: Dennis Dugan
pen: ####
A.S.

Pecahnya rekor jumlah nominasi (update= pemenang) Razzie terbanyak dipecahkan oleh Adam Sandler sebagian besar berkat film ini, jadi saya rasa cukup pantas untuk ditonton ^_^

Dan setelah menontonnya, saya tidak melihat apanya yang amat sangat buruk. Akting Sandler memang buruk, tetapi tidak buruk-buruk amat. Komedinya banyak yang garing, tapi tidak ada yang benar-benar menghina intelejensia kita. Katie Holmes tampil sesuai dengan tuntutan karakternya, dan tidak kurang atau lebih. Dan memang, melihat Al Pacino memerankan karakter yang seperti di film ini SANGAT ANEH rasanya, tapi tidak seburuk itu kok. Secara keseluruhan film ini tidak begitu berbeda dengan film-film Adam Sandler yang lain, film ini biasa saja. Bahkan bila dibandingkan dengan semua film-film komedi konyol yang pernah dibuat, film ini bukanlah yang terburuk sepanjang masa.

Bukan hal yang penting sih, tetapi hanya bikin penasaran saja. Trailernya tidak bohong, film ini memang persis seperti yang dijanjikan. Dan bila anda tertarik setelah melihat trailernya bahwa anda mungkin dapat menikmati film ini, maka film ini bisa menghibur buat anda.

5.5/10

Jack and Jill: buat yang tertarik (BO)

Hi5teria

Hi5teria (2012)
sut: #####
pen: ######
Indonesia

Omnibus 5 film horor, dan tidak ada yang benar-benar luar biasa. Kecuali mungkin film ‘Loket’ yang disutradarai dengan sangat baik.

Memang sih terdapat beberapa momen-momen yang menarik. Dan saya bisa mengerti bila ada yang bisa menyukai film ini. Namun bila anda mencari film yang nakutin, bukan sekedar ngagetin, saya rasa film ini akan mengecewakan.

6/10

Hi5teria: … (13+)

Love is U

Love is U (2012)
sut: Hanny R. Saputra
pen:
Indonesia

*Ulasan yang tidak baik, jadi dihapus aja. Maaf.

3/10

Love is U: tidak direkomendasikan (10-)