ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Category Archives: 4 / 10

Xia Aimei

Xia Aimei (2012)
sut: Alyandra
pen: Alyandra | Tohaesa | Sally Anom
Indonesia

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Di Bawah Lindungan Ka’bah

Di Bawah Lindungan Ka’bah | Under the Protection of Ka’Bah (2011)
sut: Hanny R. Saputra
pen: Titien Watimena | Armantono
Indonesia

Film ini film cinta hyper-melodrama sentimentil, bukan religi. Apapun itu yang membuat novelnya “best remembered” tidak bisa saya temukan di film ini. Bahkan judulnya seperti tidak nyambung. Membuat saya sangat penasaran, apa sebenarnya yang membuat para produsernya pikir pantas untuk mengeluarkan budget besar untuk kisah ini, padahal tidak ada permintaan pasar. Untuk menyaingi versi sebelumnya?

Endingnya bukan happy ending. Dan tidak ada pesan moralnya (dari yang saya tangkap). Kosong. Film cinta yang tidak happy ending namun sukses misalnya Titanic (1997) (in a way). Mungkinkah para produsernya bermaksud membuat Titanic-nya Indonesia? Paling tidak film itu nikmat ditonton.

Saya sudah banyak mendengar keluhan soal product placement di film ini dan merasa tidak separah itu. Tapi ada satu produk yang hanya dimakan oleh satu karakter di film ini, dan itupun satu-satunya karakter ‘jahat’-nya. LOL.

Melodrama bukanlah selera saya, dan harus saya akui faktor ini berperan besar dalam penilaian pribadi saya terhadap film ini. Maka dari itu, melihatnya secara objektif, saya rasa film ini tetap memiliki demografi dan tipe penonton tertentu yang dapat menikmatinya. Trailernya: youtu.be/Z1jyI9gRA2U

4.5/10

Di Bawah Lindungan Ka’bah: … (BO)

Kehormatan di Balik Kerudung

Kehormatan di Balik Kerudung (2011)
sut: Tya Subiyakto Satrio
pen: ###
Indonesia

Film melodrama yang tidak tahu bagaimana cara untuk menyusun struktur drama untuk membuat kisahnya tidak datar dan mudah dinikmati. Malas sekali rasanya bahkan untuk mengulas film ini.

Saya rasa film ini dapat dinikmati oleh anak-anak cewek abg dan ibu-ibu yang doyan sinetron.

4/10

Kehormatan di Balik Kerudung: yah… (13+)

Lost in Papua

Lost In Papua (2011)
sut: Irham Acho Bahtiar
pen: Ace Arca | Augit Prima
Indonesia

Film ini, dengan menyesal saya katakan, buruk. Saya tadinya ingin menuliskan esai yang yang mengeluh mengenai banyak hal yang membuat film ini buruk, dan juga hal yang semestinya baik namun diburukkan (gak bermaksud sok pinter). Tetapi biar ulasan ini tetap dalam format yang singkat dan padat, saya hanya akan menuliskan: film ini dapat menghibur asalkan ekspektasi anda rendah. Malah, terdapat unintentional comedy yang membuat terbahak-bahak.

4/10

Lost In Papua: yah… (13+)