ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Category Archives: K

The King’s Speech

The King’s Speech (2010)
sut: Tom Hooper
pen: David Seidler
Inggris Raya

Film yang baik memberikan ceritanya dengan baik, berhasil menangkap poin-poin dramanya dengan baik, terus berhasil mengikat perhatian penonton dengan ketertarikan mereka pada tokoh protagonisnya, memiliki development karakter, dan menyampaikan sesuatu yang melampaui cerita yang disampaikan. Dan di film ini tidak ada tokoh antagonis yang benar-benar ‘antagonis’ membuatnya sangat ringan. Skenario yang luar biasa.

Film ini memiliki semua itu, sehingga sangat direkomendasikan.

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Kita Versus Korupsi

youtu.be/niSz4XkYzyM

Sebagai sebuah omnibus 4 film yang mengandung pesan anti korupsi, yang visi besarnya adalah cegah korupsi mulai dari diri sendiri, film ini patut ditonton oleh ORANG INDONESIA.

Sebagai sebuah film, kumpulan 4 film fiksi pendek, yang dikonsep lalu dieksekusi secara profesional, film ini layak ditonton oleh para pecinta sinema. Sebagai film yang non-komersil, semoga film ini dapat kesempatan untuk dieksebisikan ke seluruh penjuru nusantara dengan mudah.

Pendapat saya:

* Rumah Perkara (7/10)
* ____Aku Padamu (7/10)
* Selamat Siang, Risa! (8/10)
* Psssttt… Jangan Bilang Siapa-Siapa (8/10)

7.5/10

Kentut

Kentut (2011)
sut: Aria Kusumadewa
pen: Aria Kusumadewa
Indonesia

Film ini hebat banget. Hanya dalam sekitar 70 menit film ini mampu menyentuh banyak isu-isu sosial yang terjadi di negri kita dan melakukannya dengan cara yang sangat menarik untuk menjadi satu keutuhan. Film ini dalam banget.

Tampak dan bentuknya memang tidak terlalu ‘mentereng’, bahkan sempat terasa seperti ftv. Kemudian gaya penyutradaraan Aria Kusumadewa yang sangat ambisius masih kurang ‘dapet’ yang seharusnya dapat mendorong kekuatan film ini lebih jauh lagi.

Tapi yang penting bagi saya adalah isi daripada luarnya. Isi film ini sangat kaya, hebat sekali. Film ini mampu menyentuh hal-hal sensitif dengan ringan dan subtle dan mengajak untuk merenungkan hal-hal tersebut, bukannya memprovokasi konflik. Film ini memberikan pertanyaan untuk dijawab penonton dengan cara sentilan halus. Film berkualitas.

7.5/10

Kentut: rekomendasi bagi para cinephiles (BO)

Lomba Film Pendek Online Forum Movies KASKUS

Baru saja menonton 3 film pemenang lomba film pendek online forum movies Kaskus:

Vetus (*)
sut: Muhammad Sauki Basya
pen: ####
Indonesia

Sebagian besar durasinya digunakan sebagai set-up pukulan telak pesan yang ingin disampaikannya. Benar-benar telak. Bentuk penceritaan yang dipilih untuk menyampaikan pesannya merupakan kekuatan terbesar film pendek ini.

Selain itu, penampilan karakter utama yang diperankan oleh Jean Marais pun sangat mengena. Selamat buat om Jean.

Sebuah film yang sangat solid. Sayang, video youtube-nya berpixel ria (yang ini enggak).

8/10

Vetus: Juara I (BO)

Patung Berjiwa (2011)
sut: Agung Bayu Pramana
pen: Kristo Parinters Makur
Indonesia

Film ini sedikit melodramatis dan beraliran romantisme. Cerita, ide, dan pesannya biasa saja (tapi bagus, kok). Yang membuat film ini menjadi film yang bagus sebenarnya adalah eksekusinya. Film ini berhasil menyampaikan kisahnya hanya dengan bahasa visual tok. Voice-over di ending film hanya sebagai pemanis, dengan isi film yang sudah cukup bergizi. Film ini memiliki nilai tonton-ulang yang tinggi.

9/10

Patung Berjiwa: Juara II (BO)

Aku Ingin Merdeka (2011)
sut: Bonar Tanudjaja
pen: Joe Handoko
Indonesia

Baru satu menit film ini berjalan sudah membuat bosan. Saya tahu bahwa eksposisi di awal-awal tersebut punya tujuan, hanya saja ditulis dan, diperankan, dengan, yah, kurang.

Selain itu film ini juga melanggar garis imajiner berkali-kali (berkali-kali!), sehingga saya yakin bahwa para filmmakernya bahkan tidak sadar mereka sedang melakukan kesalahan.

Secara keseluruhan film ini memang lumayan enak ditonton, dan memiliki alur naratif yang menarik. Namun dari 36 film yang disubmit, sulit dipercaya film ini berhasil menjadi juara 3. Saya cuma nonton yang 3 juaranya saja (lagi sibuk ^^), tetapi sulit dipercaya tidak ada lagi yang lebih menggugah, atau paling tidak dibuat dengan lebih kompeten. No offense buat filmmakers Aku Ingin Merdeka.

6/10

Aku Ingin Merdeka: Juara III (BO)

UPDATE (15/11):

Koin The Movie (*)
sut: Didiet Triquetra
pen: Didiet Triquetra
Indonesia

Lupakan kekurangan teknis-nya, film ini film yang luar biasa! Film ini kaya imajinasi, memiliki banyak sekali ide-ide brilian, dan dirangkum dengan kreatif. Saya baca-baca sedikit di blog filmnya, katanya mereka terpaksa memotong banyak konflik untuk mengurangi durasi dan halangan lain-lain lagi. Saya tahu, bahwa tidak selalu imajinasi tanpa kekangan dari seorang sutradara itu bagus, tetapi setelah menonton filmnya saya jadi penasaran ingin melihat versi tanpa komprominya. Film ini sebenarnya bisa menjadi yang juara 3, tapi enggak ada tema kepahlawanannya. All in all, favorit saya dari beberapa (enggak semua) yang sudah saya tonton.

9/10

Koin The Movie: favorit pribadi (BO)

Kehormatan di Balik Kerudung

Kehormatan di Balik Kerudung (2011)
sut: Tya Subiyakto Satrio
pen: ###
Indonesia

Film melodrama yang tidak tahu bagaimana cara untuk menyusun struktur drama untuk membuat kisahnya tidak datar dan mudah dinikmati. Malas sekali rasanya bahkan untuk mengulas film ini.

Saya rasa film ini dapat dinikmati oleh anak-anak cewek abg dan ibu-ibu yang doyan sinetron.

4/10

Kehormatan di Balik Kerudung: yah… (13+)

Killer Elite

Killer Elite (2011)
sut: Gary McKendry
pen: Matt Sherring | Ranulph Fiennes (buku) (inspirasi)
A.S.

3 bintang aksi, Jason Statham, Clive Owen, Robert DeNiro. Tapi jangan tinggikan ekspektasi anda. Clive Owen hanya pendukung, Robert DeNiro bahkan hampir hilang di babak kedua.

Premisnya memang sederhana, tetapi plotnya diruwetkan melampaui apa yang dijanjikan, entah itu hal bagus atau tidak. Selain beberapa adegan aksi yang menarik dan (mengejutkan) karakter-karakter yang keren dalam hal tujuan, motivasi, dilema, karakteristik, dan pilihan yang mereka ambil, saya rasa film ini bisa jadi membosankan bagi penonton kasual yang hanya mengharapkan adegan aksi.

Struktur naratifnya juga sangat menarik dan memikat untuk kisah yang membutuhkan repetisi. Strukturnya dieksekusi sedemikian rupa sehingga (bagi saya) selalu terasa baru dalam setiap misinya, seperti Munich (2005). Cukup menarik sebagai karya sutradara baru.

Direkomendasikan bagi para pecinta film aksi “yang punya plot (?)”.

7/10

Killer Elite: Rekomendasi bagi para pecinta aksi. (13+)