ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Category Archives: F

Four Lions

Four Lions (2010)
sut: Christopher Morris
pen: ####
Inggris

Asli orisinal dan luar biasa. Menceritakan 5 muslim Inggris yang merencanakan bom-bunuh-diri. Tetapi mereka bukanlah tipe orang yang bisa anda sebut kompeten, atau cerdas. Komedinya sebagian besar memang datang dari hal ini, tetapi mereka bukan sekedar karakter-karakter ‘bodoh’ klise semata. Masing-masing dari mereka sangat unik dan menarik, berkat paduan istimewa dari skenario, pengarahan, dan akting.

Sumpah, sepanjang film ini dapat membuat tertawa keras terbahak-bahak. Saya menonton film ini lumayan larut malam, dan harus terus-terusan mengingatkan diri untuk tidak tertawa terlalu keras. Tetapi saat komedi berikutnya muncul lagi, jadi lupa lagi. Menurut saya komedinya jenius. Komedinya datang beruntun seperti senapan mesin. Punchline demi punchline datang saling susul. One-liners-nya juga sangat cerdas dan banyak dan sering datang tiba-tiba. Dan film ini cukup punya sesuatu yang ingin disampaikan di balik komedi konyolnya, dan saya pikir lumayan dalam.

Tetapi harus saya tuliskan, bahwa komedinya memang ‘Inggris banget’. Bagi yang tidak familiar dengan kultur dan ‘cara bicara’ orang Inggris, kemungkinan besar komedinya akan ‘lewat’ dan malah bikin bingung karena sebagian besar tidak visual. Saya sendiri bukan orang Inggris (tentu saja, duh!) dan belum pernah ke sana, tetapi saya sudah lumayan cukup banyak menonton film-film mereka (paling tidak yang bisa memberikan gambaran kondisi kultur Inggris kontemporer), sehingga kurang lebih dapat menikmati film ini.

Jadi meski saya pribadi sangat menyukai film ini, tetap tidak direkomendasikan untuk ‘kita’ (orang Indonesia). Tentu saja film ini tidak bermaksud jadi eksklusif, hanya target penontonnya agak spesifik. Sebagai perbandingan, beberapa hal kultural di film Sang Penari (2011) tentu tidak akan bisa dimengerti sepenuhnya oleh orang Inggris, kecuali mungkin oleh Gareth Evans atau yang sudah familiar dengan beberapa budaya kita.

8.5/10

Four Lions: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Iklan

Fiksi.

Fiksi. (2008)
sut: Mouly Surya
pen: Joko Anwar | Mouly Surya
Indonesia

Film ini adalah film 2008 terbaik versi FFI, dengan 10 nominasi dan 4 menang. Mendapat pengakuan dari dalam dan luar negri. Film ini rilis tahun 2008, dan sekarang sudah (masih awal sih) 2012. Dan saya baru saja kelar menonton film ini. Cinephile macam apa saya ini!

Di antara film-film Indonesia yang telah saya tonton (yang jumlahnya masih sedikit), film ini termasuk salah satu yang terbaik. Karakter-karakternya hidup, ceritanya bagus, dan dibuat dengan baik. Saya pribadi sangat menyukai castingnya, paling tidak 3 karakter utama, dan terutama Ladya Cheryl. Mengapa ia tidak main di lebih banyak film lagi (mungkin ia sedang menunggu materi yang tepat untuk dirinya, yang mana merupakan smart move IMO)?

Bila anda juga belum menonton film ini, saya sangat merekomendasikannya.

8/10

Fiksi.: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Funny Games

Funny Games (1997)
sut: Michael Haneke
pen: Michael Haneke
Austria

Funny Games adalah film yang akan membuat anda terus memikirkannya hingga berhari-hari setelah menontonnya (ya, sedikit hiperbola). Film ini tidak bisa direkomendasikan ke sembarang orang, bukan hanya karena kontennya yang penuh violence (kekerasan/kekejaman), tetapi juga karena gaya atau tempo filmnya yang lambat dengan banyak build-up (tidak ragu-ragu dalam menggunakan durasi untuk membangun emosi/tensi/ketegangan).

Film ini jelas masuk ke dalam kategori film seni. Dan bagi anda yang tidak menyukai film yang bertempo lambat dan ‘sok seni’, silahkan lewatkan saja. Namun bagi anda yang punya ‘tulang seni’, film ini patut untuk ditonton dan akan membuat anda lebih menghargai satu bahasa sinema yang unik. Apalagi jika anda adalah seorang insan perfilman dan akademisi, film ini wajib tonton!

Film ini adalah film Michael Haneke pertama yang saya tonton, yang secara instan menjadikannya sebagai salah satu sutradara favorit saya pribadi. Saya telah menonton seluruh filmografinya, dan saya bisa mengatakan, bahwa Michael Haneke adalah satu-satunya sutradara (yang sudah saya tonton keseluruhan filmografinya) yang belum pernah membuat film yang ‘buruk’ atau miss.

9.5/10

Funny Games: Rekomendasi bagi penikmat film seni, tapi dengan peringatan. (21+)

Catatan: violence yang terdapat dalam film ini kebanyakan terjadi offscreen, tetapi tetap sangat brutal dan mengganggu.

The Fall

The Fall (2006)
sut: Tarsem Singh
pen: ####
A.S. | India

David Fincher & Spike Jonze presents seharusnya sudah cukup untuk membuat anda tidak menunda-nunda lagi menonton film ini. Dalam film ini anda akan menemukan mise en scène, editing, sinematografi, musik, serta set dan lokasi yang sangat menarik juga eksotis. Ditambah akting yang mengagumkan dari aktor cilik pemeran utama.

Bila anda seorang cinephile fantasi, film ini wajib tonton.

7.5/10

The Fall: rekomendasi bagi pecinta fantasi (BO)

Final Destination 5

Final Destination 5 (2011)
sut: Steven Quale
pen: Eric Heisserer
A.S.

Saat mulai menonton film ini saya sedang dalam mood “film elitist”, yang menganggap semua film teenage horror-nya Hollywood itu semuanya jelek dan bodoh. Saya lupa kalau ada beberapa yang sebenarnya saya sukai. Dan sekarang Final Destination 5 ini pun masuk ke dalam daftar tersebut.

Film ini cerdas dan sangat melibatkan penonton (atau mempermainkan (dalam konteks baik)) dalam hampir setiap adegan “kematiannya”. Meski pay-offs-nya, gak bermaksud kasar, kebanyakan bodoh dan malah membuat tertawa, tetapi build-up-nya benar-benar menarik.

Hal yang menarik lainnya adalah, film ini menambahkan ide yang baru yang bikin penasaran mengapa belum kepikiran di film-film sebelumnya ke dalam running motives di franchise ini. Saya tidak akan membocorkannya di ulasan ini karena saya ingin anda datang dan mengetahuinya langsung dari filmnya, baru kemudian teringat ulasan ini, “ah, ini toh yang dia maksud.” Dan kalau bisa tontonlah beramai-ramai, ada keasyikan tersendirinya.

Dan sebelum menyelesaikan ulasan singkat ini, saya ingin mengeluh sebentar: lagi-lagi ada orang yang membawa anak berumur di bawah 10 tahun ke dalam pemutaran film yang tidak-pantas-buat-anak-kecil ini, dan di tengah salah satu adegan “kematian”, anak itu berteriak “takut!”

Come on people! WTF?!

Pihak bioskop! WTF?!

7/10

Final Destinantion 5: Rekomendasi bagi para pecinta thriller dan suspense (17+)

Catatan: cerita tentang sekelompok orang yang berhasil menghindar dari bencana, lalu disusul kematian satu persatu, anda tahu sendirilah… ^^