ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Mata Tertutup

Mata Tertutup (2011)
sut: Garin Nugroho
pen: Tri Sasongko
Indonesia

Niat dan ambisi baik di balik film ini tidak akan terlewatkan karena sangat gamblang dan dominan sepanjang film. Meski begitu, saya pribadi merasa film ini sedikit meleset dari apa yang ingin dicapainya. Tidak terlalu jauh, tapi lumayan cukup untuk saya rasa perlu saya tuliskan.

Film ini ingin mengatakan (kurang lebih) hal-hal yang serupa seperti yang dikatakan di salah satu sisi film politik Syriana (2005) maupun Paradise Now (2005). Di film Mata Tertutup ini Garin Nugroho ingin memperlihatkan proses ‘cuci otak’/bujukan/penipuan anak-anak muda dengan memanfaatkan kelabilan usia muda mereka yang secara subtle, tersistemasi, dan terorganisir yang terjadi di luar pengawasan dan kuasa ‘orang tua/dewasa’.

Tapi yang membuat film ini sedikit meleset bagi saya adalah eksekusi yang masih ‘setengah matang’. Saya tahu hal ini bukanlah kesalahan filmmakernya karena film ini dibuat dengan biaya yang sangat murah dan disyut hanya dalam 9 hari sehingga tidak ada waktu untuk mendapatkan ‘matang’-nya. Bukan kesalahan siapa-siapa, tapi hal itu ada dan terasa di beberapa durasi film. Ada satu scene/shot yang cukup dapat mewakili poin ‘meleset’ saya ini. Yaitu di scene karakter Jajang C. Noer saat sedang mencari anaknya berhenti untuk mengambil air wudhu, karakternya yang selama ini keras dan tegar perlahan-lahan ‘kebocoran’ emosinya yang selama ini dibendung, lalu ia terisak sedih. Di sini kita dapat melihat apa yang ingin dituju oleh Garin Nugroho, yang memang merupakan poin naratif yang sudah mulai lumrah di sinema drama, namun tidak ‘dijual’ seperti yang ingin dituju. Jadi, bukan kesalahan fatal, hanya sedikit meleset saja (karena kurang waktu).

Secara keseluruhan, saya sangat salut terhadap film ini. Selain memberikan variasi lain tehadap menu tontonan saat ini, pesan yang ingin disampaikannya sudah terlalu lama tertunda untuk disampaikan pada masyarakat Indonesia dan sekarang akhirnya datang juga. Manfaat positifnya yang secara kongkrit paling tidak agar anak-anak muda lebih waspada terhadap hal-hal seperti ini dan agar para ‘orangtua/dewasa’ dapat melakukan sesuatu; apa itu, saya tidak tahu.

7/10

Mata Tertutup: rekomendasi bagi para cinephiles (BO)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: