ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

The Girl with the Dragon Tattoo

The Girl with the Dragon Tattoo (2011)
sut: David Fincher
pen: Steven Zaillian
A.S.

Film ini lebih baik daripada versi Swedia-nya, meski tidak sesuai dengan ekspektasi saya pribadi. Akting Rooney Mara luar biasa, salah satu contoh terbaik totalitas akting seorang aktris bertemu dengan karakter yang tepat. Tulisan Steven Zaillian sangat dekat dan berhasil mendapatkan esensi dari novelnya, begitulah yang saya dengar. Daniel Craig baik-baik saja. Dan secara estetik, penyutradaraan dari David Fincher tidak memiliki flaws, bahkan hampir sempurna.

Tapi itulah masalahnya, film ini seperti disutradarai oleh robot. Menurut saya, Fincher memberikan otaknya sepenuhnya, tetapi hatinya tidak. Saya selalu melihat David Fincher sebagai sutradara yang setipe dengan Stanley Kubrick, berintelejensia tinggi. Setiap komposisi, framing, angle, gerakan kamera, lighting, warna, tone, kontinuiti, blocking, dan suara dari setiap shot di dalam film ini amat sangat presisi dan memiliki tujuan. Dan saya pribadi tidak bisa benar-benar mengetahui secara pasti apa yang membuat saya kurang menikmati film ini, selain dengan menebak bahwa ‘hati’ yang ia berikan pada film ini hanya setengah—selain untuk karakter Lisbeth Salander tentunya. Karena terlihat jelas sekali David Fincher sangat menyukai karakter ini.

Bisa dibilang film ini adalah Zodiac (2007) + Se7en (1995), hanya saja ‘hati’ yang diberikan pada kedua film itu tidak terdapat di sini.

Secara obyektif filmnya sendiri sangat baik. Film ini sangat detil dalam menunjukkan proses investigasi yang dilakukan oleh kedua detektifnya, dan interaksi antar keduanya—yang meski bagi saya pribadi agak terlalu ‘dingin’ dan memakan waktu cukup lama sebelum mereka bertemu—cukup menarik dan dinamis. Di scene-scene awal memang agak mengalienasi penonton, karena kita bukannya diajak masuk ke dalam dunianya dengan baik-baik, tapi seperti ‘diceburkan’. Tapi setelah ceritanya mulai ‘naik gigi’, kita akan mulai terbiasa dengan temperatur airnya. Tapi ingat, air ini bukan air hangat dengan sabun yang wangi, ini adalah air dingin yang akan menusuk tulang.

Di dalam film ini terdapat mutilasi, penyiksaan, pemerkosaan, dan kekerasan yang on-screen. Kebanyakan tidak diimplikasikan, tetapi ditunjukkan. Dan yang diimplikasikan pun tidak kalah seramnya. Secara keseluruhan, sebuah film investigasi misteri yang di atas standar. Direkomendasikan buat para cinephiles dan penikmat misteri dan thriller.

7.5/10

The Girl with the Dragon Tattoo: rekomendasi bagi para cinephiles (17+)

Iklan

3 responses to “The Girl with the Dragon Tattoo

  1. Nugros C 2012/03/13 pukul 1:15 pm

    nice post

    ane lebih suka versi Fincher ini drpda versi asli,
    tapi ane lebih suka Lisbeth versi Rapace,ane ngrasa Lisbeth versi Mara masi aga ,,entahlah..terasa ada yg kurang atau masih agak gede sisi feminimnya dibanding Lisbeth versi Rapace,
    hehe

    • Cineleone 2012/03/13 pukul 7:38 pm

      Tapi bukannya versi rapace terlalu ‘tangguh’ ya? padhal seharusnya karakter lisbeth itu cewek yang rapuh, mini, dan wajahnya masih seperti anak kecil. kalo gua sih ngeliat versi mara lebih dekat ke novelnya, but thats me 🙂

  2. Nugros C 2012/03/17 pukul 6:14 pm

    saya blom pnah bca novelnya sh,murni pnilaian movie by movie,,,hehe
    ane cma mrasa bhwa karakter Lisbeth tuh antisosial,, jd dya bkal nglakuin apa aja agar dia aman dari orang lain, bicara tentang masa lalunya nggak bener “gayanya”
    imho sih…soalnya ga bca bukunya jga,wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: