ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Republik Twitter

Republik Twitter (2012)
sut: Kuntz Agus
pen: E.S. Ito
Indonesia

Sebelumnya memang sudah pernah dengar kalo ada film yang judulnya Republik Twitter akan rilis, tapi pengetahuan saya terhadap film ini hanya sebatas itu saja. Nonton di hari rilisnya juga cuma kebetulan. Maka setelah nonton dan cari tahu sebentar, lalu menemukan bahwa film ini bukan adaptasi dari mana-mana dan merupakan sebuah skenario orisinal, lumayan mengejutkan buat saya.

Karena ceritanya ‘berisi’, tidak ada momen-momen yang membuat cringe yang biasanya banyak terdapat di film-film kita, karakter-karakternya pada padat, dan memiliki banyak one-liners yang dekat dengan kultur pop saat ini.

Memang terdapat karakter-karakter sekunder yang hanya sebatas plot-device dan sub plot yang memiliki resolusi yang agak malas. Juga kisah romansa film ini kurang ‘dapet’ karena cinta antara kedua tokoh cowok cewek utamanya sangat terbatas dengan apa yang para filmmakernya sempat sajikan saja dan tidak terasa lebih dalam dari permukaannya. Tapi tema mengenai ‘pemanfaatan’ jejaring sosial (dalam hal ini twitter) yang terdapat di dalam film ini yang ‘dibungkus’ oleh kisah romansa-nya adalah hal yang menahan interest saya. Apalagi di pemutaran yang saya kunjungi, para penontonnya cukup enjoy dan terlibat. Mereka tertawa di setiap one-liners yang diutarakan. Pokoknya reaksi mereka selaras dengan momen yang sedang terjadi dalam film. Karena itu saya meramalkan film ini akan laris sesuai target penontonnya.

Ngomongin soal filmmaking-nya, sangat profesional di setiap bidang. Di bidang sinematografi, keren, tidak terlalu show-offs, namun tetap memberikan mood. Di bidang-bidang lainnya pun tampak ditangani oleh orang-orang handal yang sudah cukup nyaman dengan bidangnya masing-masing. Namun ada satu hal yang kurang yang cukup menonjol di bagian tata suara. Sempat muncul editing suara yang masih kasar sekali sehingga cukup mengherankan kenapa bisa terlewatkan hingga sampai ke hasil akhirnya, padahal sepertinya hanya hal yang bisa ‘diurus’ dengan mudah. (Yaitu di scene Sukmo dan Andre ngobrol di mobil dan Andre mengeluh soal Nadya yang twitter-an melulu). Hal ini bukan mengeluhkan hal yang sepele, karena kompetensi seseorang dapat dipertanyakan mengapa hal ini bisa terlewatkan. Dan saya yakin ini bukan kesalahaan tata suara bioskopnya. Untuk amannya akan saya pastikan lagi dengan menyewa dvd-nya nanti, tapi bila ada yang bisa mengkonfirmasikan hal ini, akan sangat dihargai karena menyangkut kredibilitas penata suara filmnya dan kredibilitas pendengaran saya ^_^

Pada intinya, suka.

7/10

Republik Twitter: rekomendasi bagi penikmat sinema kita (BO)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: