ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Sherlock Holmes: A Game of Shadows

Sherlock Holmes: A Game of Shadows (2011)
sut: Guy Ritchie
pen: Michele Mulroney | Kieran Mulroney | #
A.S.

Setelah menonton film pertamanya, bagi penggemar novelnya termasuk saya pribadi, memang agak sulit menerima Sherlock Holmes versi Guy Ritchie ini. Beda banget. Tapi setelah menonton sekuelnya, dan sangat terhibur, sekarang saya bisa dengan ikhlas menerima versi ini sebagai versi dunia alternatif (kerennya: alternate universe) dari detektif nomor satu itu. Namun saya juga dapat memahami bila ada yang tetap menolak versi ini.

Atmosfir film ini sangat ringan untuk dunia yang tidak jauh dari misteri dan kriminalitas, berkat interpretasi baru, yang memang bertujuan untuk menggaet dunia hip modern saat ini.

Film ini enak untuk dinikmati, dan memiliki banyak ide-ide cerdas untuk lebih mengeksplorasi apa yang telah para filmmakernya lakukan sebelumnya untuk menerjemahkan ‘otak/cara pikir’ karakter Sherlock Holmes ke bahasa gambar.

Ada rasa kecewa terhadap bagaimana mereka mengeksekusi karakter Professor Moriarty (kesannya tidak jenius-jenius amat, dan seperti bukan orang yang memiliki ‘otak’ yang setara dengan Holmes) dan karakter Mycroft Holmes (malah sekedar menjadi karakter comic-relief dan tidak penting-penting amat dan tidak ada petunjuk kalau ia memiliki ‘otak’ yang setara atau lebih hebat dari adiknya).

Secara keseluruhan, saya cukup terhibur oleh film kedua ini, dan tertarik untuk menyaksikan bagian ketiganya. Hanya saja, semoga versi ini berhenti di sana untuk memberi jalan bagi film feature Sherlock Holmes yang lebih dekat pada canon-nya.

Direkomendasikan bagi para cinephiles dan penonton kasual.

7.5/10

Sherly (^_^) 2: rekomendasi bagi para cinephiles (13+)

Iklan

One response to “Sherlock Holmes: A Game of Shadows

  1. Cineleone 2011/12/29 pukul 7:25 pm

    Oke, saya salah. Ternyata ada petunjuk bahwa Mycroft punya ‘otak’ yang sama dengan Holmes, yaitu pada saat introduksi karakternya, dimana ia beradu deduksi dengan adiknya. Namun, dieksekusi dengan seadanya, tanpa diberi ‘penekanan’, sehingga terlewatkan dan terlupakan begitu saja. Dan enggak ‘wah’ amat. Moriarty juga berhasil sekali menipu Holmes, tapi ini juga enggak bikin ‘wah’ amat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: