ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Garuda di Dadaku 2

Garuda di Dadaku 2 (2011)
sut: Rudi Soedjarwo
pen: Salman Aristo
Indonesia

Sinematografinya sangat bagus. Shot-shotnya indah dan sinematik. Aktingnya pada bagus-bagus. Musiknya mantap dan mendukung atmosfir gambar. Drama plot dan jalan ceritanya cukup menarik.

Dua hal yang menurut saya masih kurang, salah satunya adalah selain karakter Bayu si protagonis, tidak ada lagi karakter yang didevelop sehingga hampir semua karakternya hanya menjadi ‘alat/pion’ cerita. Serasa seperti film Harry Potter gitu. Begini, skenarionya sangat bagus, dengan adegan-adegan, jalan cerita, drama, dan ide yang semuanya sangat cerdas. Yang kurang bagi saya adalah karakterisasi. Sebenarnya film ini banyak memiliki karakter-karakter yang berpotensi menjadi ‘bulat’ bila di-‘perlakukan’ dengan lebih baik, seperti Pak Pelatih, Yusuf si anak Makassar, Rama yang jadi kapten, bapaknya Anya, pacar mamanya Bayu, si Effendi yang jadi cadangan terus, dll. Bila para insan di balik layar punya/mau meluangkan sedikit lebih banyak waktu lagi, dengan mengerjakan satu draft lagi yang khusus meng-‘tweak’ sisi karakterisasi dari skenarionya, saya yakin film ini akan menjadi lebih luar biasa lagi. Ini menurut saya saja, sih. Memang gampang mengkritik. Melakukannya susah. Bagi saya, penulis skenario film terbaik Indonesia saat ini adalah Salman Aristo.

Hal yang kedua yang menurut saya kurang adalah adegan/sekuens pertandingannya sendiri. Dengan sinematografi yang indah, editing yang tajam, dan musik yang menderu selayaknya film Hollywood, namun kita malah sulit mengikuti permainan bolanya sendiri. Menurut tebakan saya, anak-anak itu hanya disuruh bermain seperti biasa (dengan beberapa instruksi tertentu tentunya), yang baru kemudian diedit agar sesuai dengan cerita. Singkatnya, tidak dikoreografi. Sehingga hanya terdapat sedikit drama di sana. Tidak maksimal.

Hanya dua hal itu saja, sih. Secara keseluruhan, film ini sangat bagus, menghibur dan memuaskan. Dan yang paling penting sangat sinematik. Sangat direkomendasikan bagi para penggemar drama + olahraga. Tidak aneh bila Rudi Soedjarwo bangga terhadap film ini.

7/10

Garuda di Dadaku 2: rekomendasi bagi para cinephiles (BO)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: