ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Breaking Dawn part 1

The Twilight Saga: Breaking Dawn – part 1 (2011)
sut: Bill Condon
pen: Stephenie Meyer (novel) | Melissa Rosenberg
A.S.

Oke, twilight saga sepertinya merupakan franchise yang keren untuk dibenci bersama-sama. Saya sendiri tidak pernah merasa tertarik untuk lebih dalam mengenal dunia twilight, sehingga tidak merasa pantas untuk menghakimi. Twilight (2008) saya rasa oke-oke saja sebagai film romantis remaja. New Moon (2009) belum nonton. Eclipse (2010) rada membosankan dan “kurang” dalam banyak hal. Kurang lebih, saya bisa melihat mengapa ada yang bisa menyukai franchise ini, dan mengapa ada yang membencinya. Saya sendiri netral saja.

Meski begitu, saya tidak bisa memungkiri fakta bahwa saya sedikit terpengaruh oleh buzz negatif, yang akhirnya menyebabkan saya merasa malu berada di dalam bioskop untuk menonton Breaking Dawn pt1. Berkali-kali saya mengatakan pada diri sendiri, sambil duduk bersama segerombolan anak-anak cewek SMP dan SMA dengan wajah-wajah ceria mereka menunggu film favorit mereka diputar, “Lu ngapain di SINI! Lu enggak cocok ADA DI SINI!” Tapi sudah janji menemani teman menontonnya, akhirnya saya menenggelamkan diri di kursi berusaha tidak terlihat. Bahkan setelah filmnya selesai saya ingin menunggu bioskopnya kosong dulu baru keluar, tapi masih saja banyak yang duduk ngobrol.

Soal filmnya sendiri, saya rasa film ini lebih memiliki banyak (atau lebih berhasil memberikan) beat-beat emosional bila dibandingkan Eclipse. Sejujurnya, saya menyukai adegan honeymoon-nya. Tapi selain itu, terutama ceritanya, bukan filmmakingnya, tapi ceritanya, tidak begitu menarik bagi saya. Jadi bagi yang menikmati franchise ini, saya rasa mereka akan bisa menyukai film ini. Dan saya melihat para penonton yang nonton bersama saya, keluar dengan wajah ceria dan mendiskusikan filmnya. Bila anda ingin tahu bagaimana membuat film yang bisa laku dan menciptakan fanbase yang besar, mungkin anda bisa membuat film ini referensi anda.

6/10

Breaking Dawn pt.1: bagi yang tertarik (13+)

Iklan

3 responses to “Breaking Dawn part 1

  1. crystaljude 2011/11/28 pukul 1:22 pm

    Saya dulu menyukai film Twilight. Namanya juga anak SMA, hahaha… Tapi makin kesini filmnya makin aneh, mungkin karena pergantian sutradara. Di film pertama, Melissa Rosenberg mampu memainkan emosi ABG dan mem-portray Edward Cullen yang begitu sempurna. Tapi sutradara di film-film berikutnya malah cenderung bermain di emosi Bella Swan yang sudah labil sejak di buku, hahahaha. Saya sendiri tidak berminat menonton Breaking Dawn karena saya sudah capek disuguhi cerita cinta manusia-vampir-werewolf yang itu-itu saja 😀

  2. crystaljude 2011/11/28 pukul 1:25 pm

    Eh, ralat… Saya baru ingat kalau yang menyutradari Twilight itu Catherine Hardwicke, bukannya si Rosenberg 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: