ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

The Dinner Game + Dinner For Schmucks

The Dinner Game | Le Dîner de Cons (1998)
sut: Francis Veber
pen: Francis Veber
Perancis

“Tahukah anda?”
“Bukan, saya bukan tahu.”
“Ya, anda tempe! Pertanyaan tadi retorika, pembuka untuk mengangkat satu topik, yang ingin saya beritahukan setelahnya.”
“Kalau begitu jangan nanya, dong. Langsung kasih tahu aja!”
“Idiot!”

Garing ya? Maafkan percobaan saya untuk melucu di atas.
Tapi sekarang serius: tahukah anda, bahwa film The Dinner Game ini sudah dua kali di-remade? Pernah di tahun 2007 sebagai Bheja Fry, produksi Bollywood.

Dan tahun 2010 kemarin, anda mungkin masih ingat, sebagai Dinner For Schmucks (2010), produksi Hollywood. Dibintangi oleh Steve Carell dan Paul Rudd, dan diarahkan oleh Jay Roach. Saya menonton film tersebut jauh sebelum blog ini dibuat, jadi belum menulis ulasannya. Eh, sekalian saya ulas saja di sini:

Dinner For Schmucks (2010)
sut: Jay Roach
pen: ###
A.S.

Tahukah anda, bahwa The Dinner Game diadaptasi dari pertunjukan teater? Ditulis oleh Francis Veber juga dengan aktor pemeran M. Pignon (tokoh idiot) yang sama. Sehingga tidak mengherankan apabila saat anda menontonnya anda dapat merasakan “teater”-nya.

Sebagian besar durasi film ini bersetting di ruang tamu kediaman Pierre Brochant. Dengan karakter-karakter pendukung yang keluar masuk saling bergantian. Tetapi karena cerita teater ini kemudian digarap “untuk” kamera, yang sinematografinya memberikan “look” studio/set, malah kadang jadi tampak seperti sitcom televisi, yang kaya dialog.

Sedangkan untuk film Dinner For Schmucks, yang ditangani oleh Jay Roach, yang telah menyutradarai film-film Austin Powers dan Meet The Parents, berhasil menghilangkan “rasa teater” tersebut dan memberikan cerita ini “rasa bioskop”-nya. Dan sebagai nilai tambah, karya-karya karakter yang diperankan Steve Carell (tikus-tikusan itu lho), merupakan karya yang luar biasa yang lebih daripada karya korek api karakter Pignon (meski itu juga sebenarnya sudah luar biasa juga).

Jadi, intinya, kedua film yang berdasarkan cerita yang sama ini sama-sama merupakan film komedi yang lucu dan bisa dinikmati para penikmat komedi. Tetapi keduanya berada di spektrum komedi yang berbeda sama sekali, dan kemungkinan meski anda dapat menikmati salah satunya, anda bisa saja tidak menyukai yang lainnya.

Apabila anda menikmati film-film Jay Roach yang sebelumnya (atau film-film komedi “gila”-nya Steve Carell juga), mungkin Dinner For Schmucks adalah gelas teh anda.

Apabila anda menikmati film-film komedi Perancis (yang terkenal di Indonesia misalnya Delicatessen (1991) atau A Very Long Engagement (2004) atau bahkan Brice de Nice (2005)), mungkin The Dinner Game lebih cocok untuk anda pilih.

Namun apabila anda merasa sebagai penggemar komedi sejati yang dapat menikmati segala macam jenis komedi, kedua film di atas sangat direkomendasikan.

7/10 – Le Dîner de Cons
6/10 – Dinner For Schmucks

Le Dîner de Cons + Dinner For Schmucks: Rekomendasi bagi para penggemar komedi (13+)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: