ulasansingkat

sekedar ulasan (film) singkat

Simfoni Luar Biasa

Simfoni Luar Biasa (2011)
sut: Awi Suryadi
pen: Maggie Tjiojakin | Awi Suryadi
Indonesia

Akting para pemeran pendukung pada bagus selain akting Christian Bautista yang rada kaku. Bahkan cara jalannya pun sangat kaku. Jadi ingat satu kalimat di novel Harry Potter: (kurang lebih) “Harry tiba-tiba menjadi sadar akan kedua tangannya”. Maaf kalo gak nyambung.

Ceritanya monoton, karakter-karakternya pada one dimensional, hubungan karakter Jayden dengan anak-anak tidak terpoles sama sekali, hubungan Jayden dengan Laras (nama karakter ini mudah terlewatkan bila anda tidak perhatian) sekedar ada untuk “ada”. Satu-satunya “orang jahat” (si guru yang gak suka Jayden) juga sekedar ada untuk “ada”. Film ini juga menurut saya kurang cocok dibilang musikal, dan lebih tepatnya film drama yang ada unsur musiknya.

Saya hanya merekomendasikan film ini untuk waktu senggang saat tidak ada film lain yang menarik, atau saat tidak kebagian kursi bagus di film lain. Hanya karena terdapat lelucon konyol yang memanfaatkan perbedaan bahasa.

“I tits (teach)”, “selalu always”, “same-same (sama-sama)”, dll.

5.5/10

Simfoni Luar Biasa: Bila ada waktu luang (13+)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: